Kakak perempuan Surakman, Ratna (64), tak kuasa menahan tangis saat mengetahui adiknya telah meninggal dunia setelah dinyatakan hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9) lalu.
Surakman merupakan ABK Kapal Arupadhatu 1 yang ditumpangi 5 jurnalis yang hilang. Jasadnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu pada Sabtu (12/9).
Di hadapan Gubernur Banten Andra Soni, Ratna menceritakan kesedihannya karena tidak bisa bertemu lagi dengan adiknya tersebut. Terlebih, menurutnya, sosok Surakman dikenal pekerja keras hingga tak pernah mengeluh sakit.
"Sedih ga bisa ketemu lagi. Dia mah dari kecil udah kerja, orangnya ga pernah sakit, kalau sakit juga paling minum obat sekali udah gitu aja, sehat lagi. Mungkin ga pernah dirasa," kata Ratna di kediamannya, Rabu (23/9).
Disampaikan Ratna, sebelum bertolak mengantar 5 jurnalis meliput Gunung Anak Krakatau, Surakman sudah bercerita akan menginap di Ujung Kulon lantaran ada tamu yang minta diantar ke Pulau Peucang.
"Itu udah ngomong aja mau nginep, mau nginep, bilangnya ke Ujung Kulon, itu udah diomong-omong aja, biasanya ga gitu," ujarnya bercerita ke Gubernur Banten.
Di samping itu, Ratna pun menyampaikan keikhlasannya melepas adik tercintanya. Rencananya, jenazah Surakman akan dimakamkan di TPU Cidemang berdampingan dengan makam istrinya yang sudah lama meninggal.