Sebuah truk bermuatan bahan peledak meledak di dekat pangkalan militer di Kota Planadas, Kolombia bagian barat, pada Minggu (1/11). Ledakan tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang bayi perempuan berusia dua bulan.
Gubernur Departemen Tolima, Adriana Magali Matiz, menyampaikan jumlah korban tewas masih bersifat sementara. Ia mengungkapkan kabar tersebut melalui unggahan di media sosial X.
“Dengan sangat berduka, saya melaporkan bahwa serangan di Planadas menewaskan empat orang, termasuk seorang bayi perempuan yang baru berusia dua bulan,” tulis Matiz.
Ledakan terjadi di wilayah selatan Departemen Tolima, kawasan Andes. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut merusak sebuah rumah sakit dan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi.
Wali Kota Planadas, Juan Camilo Hueje, mengatakan sejumlah korban luka telah dibawa ke sebuah sekolah setempat untuk mendapatkan perawatan.
Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan kepanikan warga setelah ledakan. Dalam salah satu video, seorang perempuan terdengar berteriak ketika seorang pria mengangkat tubuh kecil dari reruntuhan.
Hingga kini, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Matiz mengecam keras aksi pengeboman itu. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kriminal yang membahayakan warga sipil dan personel militer.
“Menyerang penduduk sipil dan membahayakan nyawa tentara serta keluarga di Tolima berarti telah melewati batas yang tidak akan kami toleransi,” ujarnya.