Perjuangan petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kilo 16 Jalan Poros Berau-Samarinda, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tidak mudah.
Petugas harus berjibaku di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam upaya memadamkan api yang terus membakar lahan.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau, Hery Irwan, mengatakan petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman di lokasi.
Menurutnya, kawasan tersebut sudah dikenal memiliki akses dan kondisi lapangan yang menyulitkan petugas untuk melakukan penanganan kebakaran.
"Kesulitannya karena titik api tidak bisa dijangkau dengan mudah. Kami juga mengalami kendala air karena tidak ada titik air di sekitar lokasi," ujar Hery, Saat dikonfirmasi Rabu (2/9).
Dalam penanganan karhutla tersebut, sebanyak empat unit kendaraan dengan 22 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Namun, keterbatasan air dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan petugas membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Petugas harus mengatur penggunaan air dan peralatan agar dapat menjangkau titik-titik api yang masih terbakar.
Kondisi medan membuat petugas tidak hanya mengandalkan armada pemadam. Keterlibatan pihak swasta dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu proses penanganan di lapangan.
Hery mengatakan sinergi antara pemerintah, petugas, masyarakat, dan pihak swasta diperlukan mengingat luasnya wilayah yang berpotensi terdampak karhutla serta keterbatasan sumber daya yang tersedia.
"Karena keterbatasan BBM dan alat, tentu kami membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sinergi dengan masyarakat maupun pihak swasta sangat diperlukan untuk membantu penanganan di lapangan," katanya.
Selain menghadapi api dan medan yang sulit, petugas juga membutuhkan dukungan logistik selama melakukan pemadaman.
Ketersediaan air minum, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi penting karena personel harus berada di lokasi dalam waktu yang tidak singkat.