Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
13 menit lalu
War Kursi Bimbel di Yogya, Orang Tua Antre Sejak Subuh hingga Menginap
Matahari belum terbit ketika sejumlah orang tua berdatangan ke Bimbingan Belajar (Bimbel) Exist di sebuah gang di Jalan Gayam, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9). Ratusan orang tua ini war atau berebut nomor antrean pendaftaran bimbel untuk tahun depan atau ketika anaknya kelas 9 SMP. Kuotanya terbatas, hanya 400. Ada yang datang sejak subuh, bahkan menginap di sekitar lokasi. Pantauan kumparan hingga pukul 11.00 WIB, antrean masih mengular di gang tersebut. Para orang tua berderet memanjang sembari menunggu nomornya dipanggil. Nomor antrean ditulis di tangan menggunakan spidol. Beberapa tulisan mulai luntur terkena keringat. Aini, warga Mergangsan, datang dini hari karena dua anak sebelumnya terlambat mendaftar dan tidak kebagian kuota. Ia tak ingin pengalaman serupa terulang pada anak ketiganya. "Ini anak ketiga. Anak pertama, kedua dulu telat terus. Mau daftar di sini sudah penuh," kata Aini. Menurut Aini, bimbel tersebut sudah terkenal, terutama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, harganya relatif terjangkau, yakni Rp 150 ribu per mata pelajaran per bulan. Jika mengambil empat mata pelajaran, orang tua membayar Rp 600 ribu per bulan. "Dari dulu itu (bimbel ini) udah terkenal yang bagus-bagus (terutama) mata pelajaran Bahasa Indonesianya," katanya. Aini berharap nilai Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) anaknya tinggi sehingga bisa masuk SMA favorit melalui jalur nilai. Ia berharap anaknya diterima di SMAN 1 Yogyakarta (Teladan) atau SMAN 3 Yogyakarta (Padmanaba). Raven dari Nitikan, Umbulharjo, datang bersama istrinya. Ia mendapat informasi tentang bimbel tersebut dari mulut ke mulut. Raven datang pukul 06.00 WIB dan mendapat nomor antrean 279. "Jam tiga malam tuh udah ada yang standby di sini. Untuk mendapatkan antrean nomor itu kemarin," katanya. Irfan juga ikut mengantre untuk mendaftarkan anak keduanya. Anak pertamanya sebelumnya pernah bimbel di tempat yang sama. Sementara Farah, orang tua lain, mendapat status inden karena datang agak siang.
Pemilik Bimbel Exist, Yurin Gagarin mengatakan anak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pernah bimbel di sini.

0 Komentar

Belum ada komentar