Melihat Cara Mahasiswa Untag Surabaya Bantu Kembangkan Bisnis UMKM

Mahasiswa Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Konten dari Pengguna
9 Juli 2022 14:36
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Muhammad Rafly Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi tak bisa dimungkiri menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan pembangunan nasional.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, sektor ekonomi selalu menjadi fokus pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Di level terendah, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga turut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Muhammad Rafly Akbar, sadar betul tentang peranan penting UMKM dalam menumbuhkan stabilitas ekonomi.
Sebagai agen perubahan, ia pun membantu mitra UMKM di Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk mengembangkan dan mengenalkan UMKM Seblak dan Baso Aci lewat kegiatan KKN yang diadakan Untag Surabaya.
Kegiatan ini, berlangsung di area Warkop Mahabarata, Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Peserta KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama mitra pemilik UMKM seblak dan baso aci ( Dokumentasi Pribadi Mahasiswa 2022 )
zoom-in-whitePerbesar
Peserta KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama mitra pemilik UMKM seblak dan baso aci ( Dokumentasi Pribadi Mahasiswa 2022 )
Usai mendapat bimbingan dari Bapak Wahyu Kuncoro,S.T., M.Med.Kom selaku dosen pendamping lapangan, Rafly mulai mengurai permasahalan yang dihadapi UMKM.
ADVERTISEMENT
Terlebih lagi, KKN yang digelar Untag Surabaya ini memang memiliki tujuan mulia, yakni pengabdian mahasiswa bagi masyarakat sebagai syarat mata kuliah sekaligus sarana pengembangan ide kreatif dalam memanfaatkan sumber daya potensial.
"Pelaksanaan KKN ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Mei sampai 30 Juni 2022 di tempat domisili masing-masing mahasiswa," kata Rafly, belum lama ini.
Menurut Rafly, pemilik UMKM Seblak dan Baso Aci ini, yakni Ibu Amel, sudah menjalankan usahanya selama kurang lebih tiga tahun.
Rafly menjelaskan, permasalahan yang dihadapi oleh mitra UMKM tersebut adalah terletak pada kurangnya inovasi dalam produk yang akan dijual.
"Jadi, mulai dari kemasan produk yang kurang menarik, belum adanya logo kemasan produk dan kurangnya pengetahuan mitra mengenai promosi produk melalui sosial media. Itu yang menjadi permasalahan yang dihadapi Ibu Amel saat ini," ucap Rafly.
ADVERTISEMENT
Rafly pun langsung memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra UMKM-nya tersebut.
UMKM milik Ibu Amel itu langsung dibuatkan logo produk pada kemasan dengan desain yang menarik. Desain logo yang dibuat itu ingin menjelaskan bahwa produk yang dijual adalah usaha kuliner.
Kemudian, Rafly juga memberi memberi pengetahuan kepada mitra tentang teknologi digital untuk pemasaran produk.
Karya desain logo dan packaging produk dari Muhammad Rafly Akbar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Dokumentasi Pribadi Mahasiswa 2022 )
zoom-in-whitePerbesar
Karya desain logo dan packaging produk dari Muhammad Rafly Akbar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Dokumentasi Pribadi Mahasiswa 2022 )
Menurut Rafly, di era globalisasi yang berkembang pesat saat ini, pengetahuan tentang teknologi digital sangatlah penting untuk meningkatkan daya saing di pasaran.
Hasilnya, mitra UMKM yang dibantu Rafly melalui kegiatan KKN yang digelar Untag Surabaya ini mendapatkan hasil yang memuaskan.
Mitra UMKM juga mendapatkan hasil positif dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan KKN ini.
ADVERTISEMENT
"Harapan saya, dengan adanya logo produk dan penguatan kemasan produk, usaha mitra bisa semakin berkembang dan lebih dikenal oleh masyarakat. Sehingga ke depannya dapat meningkatkan pendapatan mitra," tutur Rafly.
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #Kampuskompeten
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·