10 Contoh Keadilan Komutatif dan Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh keadilan komutatif merupakan bahan untuk memahami salah satu bentuk keadilan. Keadilan itu tidak selalu berupa sebuah benda atau aktivitas yang dibagi dua sama banyak. Bentuk keadilan itu bermacam-macam.
Realitas hidup sering kali bukan seperti satu ditambah satu sama dengan dua. Banyak faktor yang menyebabkan hasilnya di luar perkiraan. Karena itu, keadilan juga harus dilihat dari sisi faktor-faktor yang memengaruhi tersebut.
Contoh Keadilan Komutatif
Dikutip dari Filsafat Hukum sebagai Landasan Keadilan Restoratif, Tarmizi dan Muhammad Ikhwan (2021:112), keadilan komutatif adalah keadilan bertujuan untuk menjaga ketertiban dalam masyakarat dan kesejahteraan umum.
Keadilan komutatif berlaku sama pada semua orang tanpa membeda-bedakan atau melihat jasa-jasanya. Keadilan komutatif juga dikenal sebagai keadilan tukar menukar karena lebih mengutamakan hubungan timbal balik melalui sebuah pertukaran.
Berikut adalah contoh keadilan komutatif untuk menambah wawasan:
Salah satu tokoh yang berpendapat tentang keadilan komutatif Aristoteles. Aristoteles memberi contoh tentang kerja dan upah serta kerugian dan ganti rugi. Kedua contoh tersebut merupakan pertukaran yang adil.
Orang yang sudah bekerja akan mendapat upah. Sedangkan orang yang mengalami kerugian harus mendapat ganti rugi.
Hak atas sandang, pangan, dan papan berlaku sama untuk semua orang tanpa kecuali.
Sekelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui demo yang damai tanpa mengganggu ketertiban umum bisa dikatakan adil. Tapi jika mengakibatkan kemacetan jalan yang panjang maka bisa dikatakan tidak adil.
Orang yang sudah membayar suatu barang yang diperjualbelikan berhak mendapatkan barang tersebut. Jika barang yang diterima tidak sesuai, seperti yang beberapa kali terjadi di pembelian online, maka itu merupakan bentuk ketidakadilan.
Orang yang sudah menandatangani perjanjian kontrak harus menepatinya. Jika dalam perjalanan perjanjian tersebut tak lagi memuaskan, maka harus ada negosiasi dan perjanjian baru. Kedua pihak tidak boleh meninggalkan perjanjian begitu saja.
Pencurian, pembegalan, dan pemalakan merupakan bentuk ketidakadilan.
Peminjam uang yang lebih galak dari penagih hutang merupakan bentuk ketidakadilan karena hutang harus dibayar sesuai ketentuan tanpa harus ditagih.
Netizen yang menghancurkan nama baik seseorang di media sosial telah berbuat ketidakadilan.
Seseorang memilih sebuah barang di swalayan setelah melihat harga yang tertera di etalase. Namun harga berbeda ketika tiba di kasih. Itu berarti pengelola swalayan berlaku tidak adil.
Pada seleksi mahasiswa baru PTN, semua calon mahasiswa memiliki hak yang sama untuk diterima berdasarkan skor. Tidak ada pengecualian meski anak dosen di PTN yang bersangkutan.
Baca juga: 5 Asas Hukum Tata Negara Indonesia dan Penjelasannya
Itulah contoh keadilan komutatif yang sering dijumpai. Menghormati hak orang lain merupakan bentuk dari keadilan. (lus)
