10 Contoh Paribasan dalam Bahasa Jawa dan Artinya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap bahasa pasti memiliki struktur, gaya bahasa bahkan makna dari setiap kata yang disampaikan. Dalam bahasa Jawa, terdapat paribasan atau dalam bahasa Indonesia disebut peribahasa. Contoh paribasan sering digunakan oleh masyarakat untuk memberikan suatu nasihat.
Secara umum, paribasan digunakan oleh yang lebih tua kepada yang lebih muda melalui ungkapan atau kalimat yang singkat namun penuh makna.
Mengenal Contoh Paribasan dalam Bahasa Jawa
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia: - Kelas XII, Yustinah & Ahmad Iskak (2008:60), paribasan atau peribahasa merupakan ungkapan atau kalimat ringkas, padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.
Paribasan dalam perkembangan di masyarakat memiliki peran dalam proses pengajaran moral di masyarakat Jawa. Dengan adanya hal tersebut, maka paribasan dapat digunakan ekspresi emosi, humor maupun sindiran dalam sebuah cerita maupun di masyarakat.
Dari adanya penjelasan tersebut, maka perlu mengetahui juga mengenai contoh paribasan dalam bahasa Jawa. Berikut ini, beberapa contoh paribasan bahasa Jawa.
Dikena iwake aja buthek banyune. (Apa yang dimaksud tercapai, tanpa menyebabkan keonaran.)
Manuk mencok dudu pencokane. (Segala sesuatu yang mencurigakan harus dihadapi dengan hati-hati).
Cedhak kebo gupak. (Bergaul dengan orang jahat nantinya akan tertular menjadi jahat.)
Timun mungsuh duren. (Orang lemah bermusuhan dengan orang kuat.)
Gambret singgang, mrekathak ora ana sing nganei. (Perawakan kenes, tetapi tidak ada yang melamar.)
Sara prana pendhita murcita. (Orang baik mendapat celaka karena mengajari ilmu kejahatan.)
Dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan. (Walaupun orang lain tetapi kalau sedang menderita perlu dibantu.)
Bapak kesulah anak kepolah. (Anak harus bertanggung jawab terhadap tingkah ayahnya.)
Diwenehi ati ngrogoh rempela. (Sudah diberi kelonggaran masih minta agar lebih banyak lagi.)
Berbudi bawa laksana. (Orang berhati besar, kalau telah diucapkan pasti dilaksanakan.)
Demikian beberapa contoh paribasan bahasa Jawa. Paribasan dalam bahasa Jawa sangat penting sebagai pembentukan moral masyarakat melalui pesan-pesan yang disampaikan. (RFL)
Baca juga: 4 Contoh Tembung Pepindhan dalam Bahasa Jawa
