2 Contoh Pasar Oligopsoni beserta Ciri dan Kelebihannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar dibagi lagi menjadi beberapa kategori, salah satunya yaitu berdasarkan sifat pembentukan harga. Menurut sifat pembentukan harga, pasar oligopsoni termasuk ke dalamnya. Contoh pasar oligopsoni mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Pasar oligopsoni sendiri mempunyai arti sebagai pasar dengan persaingan tidak sempurna. Artinya, pasar ini memiliki banyak sekali penjual, namun tidak dengan pembelinya. Dan biasanya, harga pada produk di sini lebih banyak ditentukan oleh konsumen.
Contoh Pasar Oligopsoni
Dikutip melalui buku yang berjudul Roots of wisdom: inti kebijakan, Zicheng Hong (2011:89), pasar oligopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya dikendalikan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok pembeli. Sudah banyak contoh pasar oligopsoni di Indonesia, salah satunya yaitu pasar di daerah Jakarta.
Agar lebih paham mengenai pasar oligopsoni, berikut beberapa contoh pasarnya.
1. Pasar Jasa Konstruksi Bangunan
Jasa konstruksi bangunan merupakan contoh pertama dari pasar oligopsoni. Mengapa pasar ini termasuk ke dalamnya? Karena banyak sekali pasar jasa konstruksi bangunan di masyarakat, namun yang menggunakan jasa tersebut sangatlah sedikit.
2. Pasar Wortel
Contoh dari pasar oligopsoni selanjutnya yaitu pasar wortel. Pasar wortel yang ada di daerah seringkali menjual hasil panennya ke pedagang yang ada di sekitar daerah tersebut. Jika hasil panennya belum habis, maka petani akan membawanya ke kota untuk dijual kembali.
Ciri-ciri dan Kelebihan Pasar Oligopsoni
Pasar oligopsoni memiliki ciri-ciri yang harus diketahui dan dipelajari. Berikut ciri-ciri dari pasar tersebut.
Produk harus diolah kembali
Harga produk tetap stabil
Pendapatan yang didapatkan sama rata
Terdapat pembeli yang menguasai harga pasar
Persediaan produk terbatas
Selain ciri-ciri, beberapa kelebihan dari pasar oligopsoni pun harus dipelajari dan dipahami dengan baik. Hal ini dikarenakan, agar masyarakat bisa membedakan pasar bersifat oligopsoni dan pasar lainnya.
Kelebihan dari pasar oligopsoni, yaitu:
Pembeli tidak bisa bertindak semaunya, walaupun pembeli yang menentukan harga. Pembeli harus melihat kualitas dan kuantitas produk yang akan dibeli, jadi tidak bisa membuat aturan atas keinginannya saja.
Lebih mengedepankan keadilan, menghindari kecurangan, dan tidak menyalahgunakan kebebasan yang diberikan penjual.
Terlindunginya hak-hak produsen
Baca Juga: Perbedaan Pasar Perdana dan Pasar Sekunder
Demikian beberapa contoh pasar oligopsoni beserta ciri-ciri dan kelebihannya. Semoga informasi ini bermanfaat, dan selamat belajar.
(LFP)
