2 Perbedaan Metode Perpetual dan Metode Fisik dalam Hal Pencatatan Bahan Baku

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat perbedaan metode perpetual dan metode fisik dalam hal pencatatan bahan baku yang harus pembisnis tahu. Perbedaan tersebut terletak pada cara mencatat dan waktu transaksi tersebut dicatat.
Kedua metode tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa pembisnis pertimbangkan sebagai metode yang pas untuk digunakan. Pemilihan metode yang tepat akan membantu perusaahan.
Mengenal Perbedaan Metode Perpetual dan Metode Fisik dalam Hal Pencatatan Bahan Baku
Bagi pebisnis yang andal dalam mengelola usaha, metode pencatatan bahan baku menjadi hal penting untuk diperhatikan. Karena hal tersebut dapat membantu perusahaan dalam menjaga kestabilan bahan baku sehingga mendapatkan laba yang diinginkan.
Dalam hal pencatatan bahan baku terdapat 2 macam metode yang bisa digunakan yaitu metode perpetual dan metode fisik. Keduanya memiliki perbedaan yang harus pembisnis ketahui.
Dikutip dalam buku Akuntansi Biaya (Konsep dan Implementasi di Industri Manufaktur) oleh Dr. Dadan Ramdhani, S.E., M. Si., Akt., Ca., dkk (2020:60), perbedaan metode perpetual dan metode fisik dalam hal pencatatan bahan baku sebagai berikut.
1. Cara Mencatat Transaksi Pembelian dan Penjualan
Dalam metode fisik hanya tambahan persediaan bahan saja yang dicacat. Sedangkan mutasi berkurangnya bahan tidak dicatat untuk mengetahui bahan baku yang diperoleh.
Pada metode perpetual pembelian dicatat dalam kolom beli di kartu persediaan, pemakaian dicatat dalam kolom pakai di kartu persediaan dan jumlah bahan yang tersedia di gudang dapat dilihat dalam kolom sisa di kartu persediaan.
2. Waktu Transaksi Dicatat
Dalam metode fisik persediaan bahan baku di gudang dihitung pada akhir periode akuntansi secara periodik. Sedangkan metode perpetual setiap mutasi dicatat dalam kartu persediaan (pencatatan secara langsung saat terjadi).
Kelebihan dan Kelemahan Metode Perpetual dan Metode Fisik
Terdapat perbedaan antara metode perpetual dan metode fisik. Sehingga kedua metode ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Adapun kelebihan dan kelemahannya sebagai berikut.
1. Metode Perpetual
Kelebihan: perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada stok tersisa. Karena perusahaan dapat mengetahui stok yang sebenarnya di lapangan dengan mudah berkat adanya pencatatan yang dilakukan setiap waktu.
Kekurangan: Memerlukan tenaga khusus yang paham pembukuan untuk melakukan pencatatan secara terus menerus. Serta memerlukan biaya awal yang lebih tinggi karena memerlukan komponen khusus.
2. Metode Fisik
Kelebihan: Perusahaan mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat.
Kekurangan: Tidak bisa mengetahui jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan serta memperlambat pengerjaan laporan keuangan jangka pendek misal 3 dan 6 bulanan.
Dengan mengetahui perbedaan metode perpetual dan metode fisik dalam hal pencatatan bahan baku, seseorang yang akan membuka suatu bisnis bisa mempertimbangkan metode atau sistem apa yang cocok untuk diterapkan di bisnisnya nanti. (MRZ)
Baca juga: 10 Contoh Administrasi Niaga dan Penjelasannya
