20 Contoh Penerapan Prinsip 3R

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti mengurangi penggunaan sedotan plastik, menghemat pemakaian kertas, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan lainnya.
Sejatinya prinsip 3R merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengelola sampah. Prinsip ini menggunakan 3 tahap, yakni reduce, reuse, dan recycle. Prinsip 3R bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah dan memanfaatkan kembali sampah yang dapat didaur ulang.
Contoh Penerapan Prinsip 3R
3R singkatan dari reduce, reuse, recycle. Prinsip ini merupakan urutan langkah yang perlu dilakukan dalam mengelola sampah untuk mencapai gaya hidup bebas sampah (zero waste lifestyle). Gaya hidup ini bertujuan untuk meminimalkan jumlah sampah yang ada.
Penerapan prinsip 3R dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip tersebut juga dapat diterapkan sejak dini kepada anak agar anak terbiasa melakukannya. Berikut contoh penerapan prinsip 3R.
1. Reduce
Dikutip dalam buku Transformasi dan Inovasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Berbagai Bidang oleh Marsdenia, S.E., M.A.R.S dkk (2014:87) prinsip 3R melibatkan reduce yang merujuk pada tindakan yang dapat mengurangi segala hal yang mungkin menyebabkan penumpukan sampah, baik yang bersifat organik maupun nonorganik, contohnya:
Hindari penggunaan alat makan sekali pakai. Sebaiknya, pakailah peralatan makan dan botol yang dapat digunakan berulang kali.
Memilih barang dengan bungkus kemasan yang sedikit atau tidak berlebihan.
Membeli produk kemasan yang mudah diurai oleh lingkungan.
Menggunakan produk seperti tisu, piring, atau sendok yang mudah didaur ulang.
Menggunakan kedua sisi lembar kertas.
Membawa kantong atau tas belanja sendiri.
Membeli barang yang dapat diisi ulang.
Mengurangi penggunaan kertas tisu dengan menggunakan lap kain atau sapu tangan.
Mengurangi penggunaan sedotan plastik.
2. Reuse
Reuse dapat diartikan sebagai pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki potensi manfaat. Dengan demikian, barang-barang yang digunakan kembali tersebut dapat mengurangi jumlah produksi sampah, contohnya:
Memilih produk yang dapat digunakan kembali.
Menggunakan paper atau tote bag, yakni tas belanja dari kertas dan kain ketika membeli suatu produk, sehingga dapat mengurangi penggunaan kantong plastik.
Menggunakan kembali sebuah produk, baik dengan fungsi yang sama ataupun berbeda.
Memanfaatkan pakaian lama menjadi kain pembersih.
Menggunakan serbet untuk menggantikan tisu sekali pakai.
Memanfaatkan ban bekas menjadi pot tanaman.
3. Recycle
Recycle dapat diartikan sebagai upaya untuk mengolah ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual kembali, contohnya:
Mengolah sampah organik menjadi kompos.
Mendaur ulang kertas yang sudah dipakai menjadi kertas baru dan bisa digunakan kembali.
Mendaur ulang barang-barang seperti ban, kayu, kaca, menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan ekonomis.
Membentuk kerajinan dari CD atau DVD bekas sebagai tatakan gelas.
Membuat pot tanaman gantung menggunakan bohlam lampu atau botol bekas air minum.
Baca juga: 15 Contoh Pengolahan Sampah Anorganik
20 contoh penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) di atas dapat pembaca terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk upaya dalam mengurangi jumlah sampah yang setiap hari bertambah. Dengan begitu kondisi lingkungan tetap terjaga. (MRZ)
