Konten dari Pengguna

5 Budaya Keselamatan KAI yang Rutin Dilakukan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 5 budaya keselamatan kai. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
5 budaya keselamatan kai. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

PT Kereta Api Indonesia memiliki berbagai rute perajalanan yang cukup banyak. Mulai dari KA barang, penumpang, KRL, bandara, hingga LRT Jabodetabek. Hal ini membuat diterapkannya 5 budaya keselamatan KAI untuk memastikan perjalanan ke depannya.

Dikutip dari aws-web-jkt.kai.id, PT Kereta Api Indonesia secara konsisten rutin melakukan pengecekan kesehatan awak sarana perkeretaapian untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Sehingga akan terhindar dari berbagai kerusakan atau kecelakaan saat beroperasi.

5 Budaya Keselamatan KAI

5 budaya keselamatan kai. Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pexels

5 budaya keselamatan KAI telah dilakukan secara rutin sebelum beroperasi. Tujuannya agar dapat menjaga konsistensi KAI dalam menghadirkan pelayanan yang aman dan lancar. Tak hanya prasaarana, KAI juga rutin mengecek kesehatan dan tes narkoba kepada ASP.

Sehingga memberikan perjalanan yang selmat sampai tujuan. Oleh karena itu, simak beberapa conton keselamatan KAI yang wajib diketahui.

1. Patuh Prosedur Kerja

Pertama, sebagai petugas KAI harus mematuhi aturan yang telah berlaku. Prosedur tersebut harus gampang dimengerti, dikomunikasikan, dan disosialisasikan. Sehingga prosedur kerja yang terdiri dari beberapa tahapan dapat mencegah potensi bahaya.

2. Briefing Sebelum Bekerja

Budaya keselamatan KAI berikutnya adalah harus briefing sebelum bekerja. Briefing ini dapat berupa komunikasi antara pekerja dan manager atau sebaliknya. Hal ini juga menjadi peran penting dalam terciptanya keselamatan kerja.

3. Gunakan Alat Pelindung Diri

Selanjutnya, alat pelindung diri menjadi komponen penting dalam menciptakan keselamatan penumpang maupun kru yang bertugas. Persiapan alat tersebut dapat menjadi bentuk antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

4. Peduli Lingkungan Kerja

Umumnya, keselamatan kerja merupakan gabungan dari beberapa hal yaitu sikap, norma dan persepsi pekerja. Tak heran jika seseorang yang bekerja di KAI harus peduli dengan lingkungan kerja. Sehingga diupayakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan tidak saling menyalahkan saat terjadi kecelakaan.

5. Lapor Potensi Bahaya

PT. KAI sendiri memiliki platform yang dapat digunakan untuk melaporkan potensi bahaya, yaitu bernama SRI (Safety Railways Information). Melalui aplikasi ini, maka setiap pegawai dapat melaporkan kondisi yang kurang baik atau mencurigakan.

Itulah 5 budaya keselamatan KAI yang penting untuk diketahui sebagai standar prosedur kerja. Semoga bermanfaat! (NUM)

Baca Juga: 2 Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan dan Keselamatan Kerja