Konten dari Pengguna

5 Contoh Multikulturalisme di Indonesia dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh multikulturalisme. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh multikulturalisme. Sumber: www.unsplash.com

Multikulturalisme merupakan keadaan masyarakat yang terdiri atas beberapa elemen kelompok yang memiliki perbedaan ras, adat, budaya serta kebudayaan. Salah satu contoh multikulturalisme di Indonesia adalah saling menghargai dan menghormati antar umat beragama.

Mengutip buku Pendidikan Multikultural Menuju Masyarakat 5.0, Obby Taufik Hidayat, M.Pd. (2022:257) , multikulturisme berfokus pada masalah perlindungan keanekaragaman budaya, misalnya perlindungan bahasa etnis minoritas. Multikulturisme juga memandang hubungan yang berbeda antara budaya minoritas dan budaya mayoritas.

Contoh Multikulturalisme di Indonesia dan Pengertiannya

Ilustrasi contoh multikulturalisme. Sumber: www.unsplash.com

Kata multi berarti banyak, kultur artinya budaya, sedangkan isme maksudnya aliran atau paham tentang sesuatu.

Konsep keberagaman yang dijabarkan dalam multikulturalisme, berkaitan dengan cara pandang seseorang dalam menyikapi perbedaan suku dan budaya di lingkungannya.

Berikut contoh multikulturalisme yang dapat ditemui dan sering terjadi dalam hubungan antar masyarakat di Indonesia.

  1. Saling menghargai dan menghormati antar umat beragama.

  2. Saling berbaur dan tolong menolong tanpa melihat latar belakang orang lain.

  3. Melaksanakan kerja bakti lingkungan tempat tinggal tanpa memandang warna kulit, suku, serta agama dan kepercayaannya.

  4. Tidak saling menyinggung kepercayaan yang diantu oleh individu masyarakat yang lainnya.

  5. Diterbitkannya peraturan anti diskriminasi dalam penggunaan fasilitas umum yang disediakan oleh negara.

Ciri-ciri Multikulturalisme dan Faktor yang Memengaruhi

Ilustrasi contoh multikulturalisme. Sumber: www.unsplash.com

Ada beberapa karakteristik hubungan multikulturalisme, yaitu:

  1. Cenderung terjadi integrasi di kelompok masyarakat.

  2. Rentan terjadi konflik sosial.

  3. Struktur sosialnya terbagi atas lembaga-lembaga nonkomplementer.

  4. Mengalami segmentasi dalam kelompok.

  5. Konsensus antara anggota sangat kurang.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hubungan multikulturalisme dalam masyarakat adalah:

  1. Perbedaan letak geografis.

  2. Adanya pengaruh dari budaya luar.

  3. Kondisi iklim yang berbeda.

  4. Adanya integrasi nasional.

Pada dasarnya, konsep multikulturalisme adalah ide untuk mengatur perbedaan dengan mengakui hal-hal yang berbeda dalam masyarakat. Ada beberapa bentuk multikulturalisme di masyarakat, yakni:

1. Multikulturalisme Isolasionis

Masyarakat menerima keragaman, tetapi tetap mempertahankan kebudayaan aslinya.

2. Multikulturalisme Akomodatif

Masyarakat mayoritas memberi ruang kepada kaum minoritas untuk mempertahankan juga mengembangkan kebudayaan mereka.

3. Multikulturalisme Otonomi

Masyarakat kelompok ini berupaya mempertahankan cara hidupnya yang sama seperti kelompok dominan.

4. Multikulturalisme Kritikal

Kelompok mayoritas memaksanakan budaya mereka kepada kelompok minoritas.

5. Multikulturalisme Kosmopolitan

Masyarakat kelompok ini menghapuskan batas budaya untuk menciptakan "masyarakat baru", di mana mereka tidak terikat lagi pada kebudayaan lain.

Baca juga: 3 Contoh Dimensi Fleksibilitas Pancasila dalam Masyarakat

Dari beberapa contoh multikulturalisme dan penjelasan lainnya, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia tentunya sangat perlu memahami konsep ini. Agar terwujud kehidupan yang memiliki perbedaan tapi dapat berdampingan dengan baik.(VAN)