8 Tata Cara Ziarah Kubur Bagi Wanita Haid

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ziarah kubur menjadi salah satu kebiasaan umat muslim ketika hendak memasuki bulan Ramadan. Pada umumnya, ziarah kubur dilakukan untuk mendoakan saudara atau keluarga yang telah meninggal. Dengan adanya kebiasaan ini, menjadikan banyak masyarakat terutama wanita mencari tahu tata cara ziarah kubur bagi wanita haid.
Ziarah kubur menjadi salah satu kebiasaan terutama di Indonesia. Ziarah kubur tidak hanya mendatangi kubur keluarga saja, tetapi banyak umat muslim yang mendatangi kubur para petinggi agama atau kyai-kyai yang berada di daerahnya.
Tata Cara Ziarah Kubur bagi Wanita Haid yang Bisa Jadi Panduan
Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Ahmad Ahyar & Ahmad Najibullah, (2021:121), ziarah berasal dari bahasa Arab yang berarti mendatangi atau mengunjungi. Hukum melaksanakan atau melakukan ziarah kubur adalah sunah berdasarkan HR Hakim.
Ziarah kubur menjadi tradisi yang penting sebagai bentuk mendoakan dan menghormati orang yang telah meninggal. Dengan adanya tradisi ini, menjadikan banyak muncul beberapa pertanyaan terutama wanita tentang tata cara ziarah kubur bagi wanita haid. Berikut ini tata cara yang bisa diikuti ketika hendak ziarah kubur.
1. Niat yang Tulus
Hal yang dilakukan pertama kali dan cukup penting, yaitu niat yang tulus. Dengan hadir untuk berziarah kubur, niatnya untuk mendoakan orang yang telah meninggal.
2. Berpakaian Sopan
Tata cara yang kedua, yaitu dengan menggunakan pakaian yang sopan. Hal ini sebagai bentuk rasa hormat kepada orang yang telah meninggal.
3. Mengucap Salam dan Beristighfar
Mengucap salam dan beristighfar merupakan tata cara ketiga. Pada saat tiba, maka hendaklah mengucapkan salam setelah itu membaca istighfar.
4. Membaca Surat Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas
Setelah beristighfar, maka berikutnya membaca Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas secara berurutan. Hal ini sebagai bentuk mendoakan kepada orang yang telah meninggal.
5. Membaca Tahlil
Tata cara kelima, yaitu membaca tahlil. Bacaan zikir dapat dilakukan sesuai dengan keyakinannya.
6. Membaca Doa Ziarah Kubur
Berikutnya, yaitu membaca doa ziarah kubur. Doa ziarah kubur sebagai berikut.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.
Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.
7. Menjaga Sopan Santun
Tata cara ke tujuh, yaitu menjaga sopan santun. Pada saat melakukan ziarah kubur, tentu saja bagi wanita haid dan semua orang perlu menjaga sopan santun sebagai bentuk penghormatan.
8. Tidak Menangis Berlebihan
Tata cara yang terakhir bagi wanita yang sedang haid yaitu tidak menangis secara berlebihan. Menangis secara berlebihan merupakan tindakan yang menunjukkan ketidak iklashaan terhadap takdir Allah Swt.
Demikian tata cara ziarah kubur bagi wanita haid yang bisa diikuti. Tata cara ini menjadi panduan ketika hendak melakukan ziarah kubur sebagai bentuk menghormati orang yang telah meninggal. (RFL)
Baca juga: 4 Tata Cara Ziarah Sebelum Puasa dan Bacaan Doanya
