Apa Alasan Guru Memilih Tugas Tersebut Sebagai Aksi Nyata UbD? Ini Jawabannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini salah satu hal yang cukup banyak dibicarakan dalam pendidikan adalah mengenai pembelajaran berbasis UbD. Pembelajaran ini banyak digunakan guru untuk menentukan materi dan juga tugas siswa. Oleh karenanya, banyak pertanyaan, seperti apa alasan bapak/ibu guru memilih tugas tersebut sebagai aksi nyata terbaik UbD yang muncul.
Understanding by Design (UbD) adalah kerangka kerja desain pembelajaran yang dikembangkan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe, yang memfokuskan pada pemahaman siswa melalui pendekatan backward design, yakni dimulai dari tujuan akhir yang ingin dicapai, lalu merancang penilaian, dan terakhir menyusun pengalaman belajar serta instruksi yang mendukung.
Ketahui Apa Alasan Bapak/Ibu Guru Memilih Tugas Tersebut sebagai Aksi Nyata Terbaik UbD
Mengutip buku Pengembangan Kokurikuler: Menumbuhkan Potensi, Meraih Merdeka Belajar, Yoga Adi Pratama, dkk (2023:51), UbD adalah sebuah pendekatan dalam perancangan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pembelajaran siswa. Berkaitan dengan pengertiannya, tak heran jika terdapat pertanyaan mengenai apa alasan bapak/ibu guru memilih tugas tersebut sebagai aksi nyata terbaik UbD?
Pada dasarnya, UbD merupakan pola berpikir sistematis, bukan metode atau format RPP spesifik, yang dirancang untuk membuat pembelajaran bermakna. Berikut ini beberapa alasan mengapa guru memilih tugas-tugas sebagai aksi nyata terbaik UbD.
1. Tujuan pembelajaran menjadi jelas dan fokus
Guru merancang pembelajaran dengan pendekatan backward design, di mana perencanaan dimulai dari hasil akhir yang ingin dicapai, barulah kemudian dirancang asesmen dan aktivitas untuk mendukungnya.
Dengan menetapkan hasil tersebut terlebih dahulu, kegiatan di kelas menjadi lebih terarah, terfokus, dan tidak sekadar mengejar materi atau aktivitas yang tidak selaras dengan tujuan utama.
2. Meningkatkan pemahaman mendalam siswa
Melalui tugas-tugas yang dirancang sedemikian rupa agar siswa berpikir kritis, menganalisis, dan mentransfer pengetahuan ke situasi baru, UbD mendorong siswa membangun pemahaman yang lebih dalam dan tahan lama.
Siswa tidak lagi hanya menghafal fakta, melainkan diharapkan dapat menjelaskan hubungan, memecahkan masalah, serta menerapkan konsep dalam konteks nyata.
3. Penilaian autentik & beragam
Asesmen dalam UbD menekankan pada performance tasks yang mencerminkan kemampuan siswa di dunia nyata. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan tes tradisional, melainkan menilai pemahaman melalui produk dan aksi nyata siswa, sehingga mengukur kemampuan berpikir analitis, kreativitas, dan aplikasi pengetahuan secara lebih sahih.
4. Mendorong kreativitas dan ragam produk
UbD memberi siswa kebebasan memilih cara mempresentasikan pemahamannya. Model ini menghargai keanekaragaman gaya belajar dan potensi siswa, sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas untuk berkembang, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan sesuai minat individu.
5. Pembelajaran berdiferensiasi
Dengan UbD, guru tidak hanya mengatur materi untuk seluruh kelas secara seragam, tetapi menyesuaikan konten, proses, dan produk sesuai kebutuhan individu siswa. Pendekatan ini memudahkan semua siswa untuk belajar secara bermakna, mendukung mereka berkembang sesuai kecepatan dan preferensi masing‑masing.
6. Refleksi dan perbaikan berkelanjutan
UbD mendorong guru untuk secara berkala mengevaluasi hasil pembelajaran dan prosesnya, kemudian melakukan revisi berdasarkan umpan balik siswa atau data asesmen. Melalui siklus refleksi tersebut, pendidikan menjadi lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan belajar siswa selanjutnya.
7. Memperkuat keterlibatan dan motivasi siswa
Tugas yang kontekstual dan relevan membuat siswa lebih termotivasi karena melihat hubungan langsung antara apa yang dipelajari di kelas dengan dunia nyata.
Melalui jawaban atas essential questions dan tantangan autentik, siswa merasa lebih terlibat dan bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri, sehingga tingkat partisipasi dan antusiasme belajar meningkat.
Jadi, apa alasan bapak/ibu guru memilih tugas tersebut sebagai aksi nyata terbaik UbD? Salah satu alasannya adalah karena dapat membantu siswa mencapai pemahaman yang lebih mendalam. UbD tidak hanya menciptakan kerangka perencanaan yang sistematis, tetapi juga membentuk pembelajaran yang memotivasi. (BAI)
Baca Juga: Alasan Guru Penggerak Diarahkan untuk Menggunakan Pendekatan Berbasis Aset
