Konten dari Pengguna

Apa yang Dapat Dilakukan Sekolah untuk Meningkatkan School Well-being?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.

Apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela? School well-being berusaha diciptakan dengan berbagai cara, antara dengan mengadopsi beberapa teori yang telah teruji.

Pendidikan adalah bidang yang sangat dinamis karena semua orang perlu dan ingin belajar tapi memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, beberapa pendekatan diterapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa.

Apa yang Dapat Dilakukan Sekolah untuk Meningkatkan School Well-being Menurut Konu dan Rimpela?

Ilustrasi apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela. Sumber: unsplash.com/RafaelAtyanta.

Apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela? Pertanyaan tersebut muncul dalam soal Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4 PPG 2025 tentang Strategi Penerapan School Well-being.

Pertanyaan di atas merupakan pilihan ganda. Kunci jawaban dari pertanyaan tersebut adalah meningkatkan kebijakan keamanan dan dukungan emosional bagi siswa.

Dikutip dari Modul Mata Kuliah Inti: Pembelajaran Sosial Emosional Topik 5 School Well-being, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (2022), school well-being adalah sekolah yang sejahtera dan menyenangkan.

Konu dan Rimpela menyatakan bahwa sekolah yang sejahtera meliputi 4 dimensi, yaitu sebagai berikut.

1. Having

Dimensi having mengacu pada persepsi individu terhadap kondisi sekolah. Dimensi ini meliputi lingkungan fisik sekolah, kondisi pembelajaran dan dukungan atau pelayanan terhadap peserta didik selama bersekolah.

2. Loving

Dimensi loving mengacu pada lingkungan sosial dan suasana di sekolah. Hubungan yang baik antarsiswa, antara siswa dengan guru dan antarguru akan menciptakan suasana sekolah yang harmonis.

3. Being

Dimensi being mengacu pada bagaimana individu menghargai keberadaan diri di sekolah dan seberapa besar sekolah melibatkan individu dalam aktivitas sekolah. Rasa memiliki dan perasaan diakui akan membuat siswa lebih percaya diri dan bahagia di sekolah.

4. Health

Dimensi health mengacu pada kesehatan fisik dan mental peserta didik dan pendidik. Untuk menangkap pelajaran di sekolah dibutuhkan tubuh yang sehat dan kondisi mental yang stabil. Sekolah harus menjaga keseimbangan tersebut.

Apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being menurut Konu dan Rimpela? Jika berdasarkan teori Konu dan Rimpela secara keseluruhan maka jawabannya adalah dengan memastikan keberadaan 4 dimensi di atas. (lus)

Baca juga: Pembelajaran Sosial Emosional Merupakan Pengembagnan Dari Teori Apa?