Konten dari Pengguna

Cara Bercocok Tanam Aeroponik Sederhana di Pekarangan Rumah

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara bercocok tanam aeroponik. Sumber: Pexels/Harits Mustya Pratama
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara bercocok tanam aeroponik. Sumber: Pexels/Harits Mustya Pratama

Cara bercocok tanam aeroponik secara sederhana cukup menggunakan growth chamber sebagai tempat untuk pertumbuhan tanaman agar akar dapat menggantung di dalamnya.

Langkah menanam tanaman dengan sistem hidroponik ini dapat dilakukan melalui tahapan persiapan, pengaturan sistem serta penanaman dan perawatan.

Daftar isi

Apa Itu Aeroponik?

Mengutip dari buku Budidaya Tanaman Secara Hidroponik Solusi Bercocok Tanaman di Lahan Sempit oleh Muhammad Alqamari (2024), pengertian aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran di udara tanpa menggunakan media tanah. Budidaya dengan sistem ini biasanya air dan nutrisi disemprotkan menggunakan irigasi sprinkler.

Air yang berisi larutan hara dicampurkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Nantinya, akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut.

Bagaimana Cara Bercocok Tanam Aeroponik?

Cara bercocok tanam aeroponik

Adapun cara bercocok tanam aeroponik yang dapat dilakukan oleh pemula bisa dipahami sebagai berikut ini.

1. Tahap Persiapan

  • Memilih lokasi yang akan digunakan untuk menanam tanaman dengan sistem aeroponik.

  • Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat sistem aeroponik, seperti pipa PVC, pompa air, sistem penyiram (sprinkler), reservoir, rockwool, styrofoam, dan larutan nutrisi.

  • Siapkan benih yang akan ditanam. Sebelum ditanam ke wadah tanam aeroponik, tanam benih di rockwool yang sudah dilubangi terlebih dahulu.

2. Tahap Pembuatan Sistem

  • Susunlah wadah tanam dengan pompa air, sprinkler dan reservoir untuk melarutkan nutrisi.

  • Pastikan pompa air sudah berfungsi dengan baik agar bisa mendistribusikan air ke seluruh area wadah tanam aeroponik.

3. Penanaman dan Perawatan

  • Pindahkan bibit yang sudah ditanam pada media tanam rockwool ke wadah tanam aeroponik. Usahakan akar tanaman menjuntai bebas ke bawah.

  • Pastikan pompa air bekerja dengan baik agar tidak ada penyumbatan di bagian nosel.

  • Wajib mengecek kondisi tanaman secara rutin, mulai dari suhu, larutan nutrisi, kelembapan, dan jaga kebersihan tanaman aeroponik.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Aeroponik?

Budidaya dengan sistem aeroponik ini menggunakan sprinkler membantu dalam melakukan penyiraman terhadap tanaman. Penggunaan alat ini mampu meminimalisir tenaga yang dikeluarkan karena jumlah dan distribusi air dilakukan secara terus-menerus.

Cara ini mampu menciptakan uap air di udara di sekitar tanaman dan memberikan lapisan air pada tanaman. Hal ini mampu menurunkan suhu sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi.

Tanaman yang Cocok untuk Aeroponik Sederhana

Jenis tanaman yang cocok ditanam aeroponik di antaranya selada, kangkung dan bayam. Tanaman ini sering dibudidayakan menggunakan sistem aeroponik karena waktu panennya hanya memerlukan waktu satu bulan setelah pindah tanam.

Kelebihan Sistem Aeroponik

Budidaya dengan sistem ini sudah banyak dikembangkan di Indonesia karena beberapa hal di antaranya.

  • Mengurangi jumlah tenaga yang dibutuhkan

  • Meminimalisir penggunaan air

  • Menghasilkan banyak oksigen karena akar tanaman di udara

  • Budidaya ini memanfaatkan zat karbondioksida untuk melakukan proses fotosintesis

Kesimpulan

  • Aeroponik adalah suatu cara bercocok tanam sayuran di udara tanpa menggunakan media tanah.

  • Cara bercocok tanam aeroponik dimulai dari tahap persiapan, tapan pengaturan sistem serta tahap penanaman dan perawatan.

  • Cara kerja sistem aeroponik dengan menggunakan sprinkler membantu dalam melakukan penyiraman terhadap tanaman.

  • Jenis tanaman yang cocok ditanam dengan metode aeroponik di antaranya selada, kangkung dan bayam.

  • Kelebihan sistem aeropink adalah mengurangi jumlah tenaga yang dibutuhkan, meminimalisir penggunaan air, menghasilkan banyak oksigen dan memanfaatkan zat karbondioksida. (NTA)

Baca juga: Ketahui Perbedaan Aeroponik dan Hidroponik agar tidak Salah Memilih Tanaman