Cara Merawat Bawang Merah di Musim Kemarau, Hindari Gagal Panen

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara merawat bawang merah di musim kemarau membutuhkan perhatian ekstra pada kelembaban tanah dan waktu penyiraman. Pastikan tanah tetap gembur dan cukup lembab dengan menyiram secara rutin, tanpa membuat lahan becek. Dengan perawatan yang tepat, bawang merah tetap bisa tumbuh subur di musim kemarau.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tips Menanam dan Cara Merawat Bawang Merah di Musim Kemarau agar Tidak Layu
Berikut adalah tip menanam dan cara merawat bawang merah di musim panas atau kemarau agar tetap bisa tumbuh sehat.
Pilih varietas bawang merah yang tahan kering. Tujuannya untuk mendapatkan hasil lebih maksimal di musim kemarau.
Lakukan penyiraman rutin. Siram di pagi dan sore hari, terutama saat cuaca sangat panas, untuk menjaga kelembaban tanah.
Gunakan mulsa. Letakkan di atas permukaan tanah agar kelembaban terjaga dan mengurangi penguapan air.
Pakai pupuk organik atau kompos. Berikan saat penanaman dan lanjutkan pemupukan susulan dengan pupuk NPK agar subur.
Pantau hama dan penyakit. Ada beberapa hama dan penyakit bawang merah yang sering menyerang di musim kemarau, seperti thrips dan ulat grayak.
Rotasi tanaman secara berkala. Dilakukan untuk mencegah penyakit tanah yang bisa menyerang umbi bawang merah.
Hindari lahan yang terlalu terbuka. Lahan yang terkena paparan sinar matahari langsung bisa membuat tanaman cepat layu.
Pasang sistem irigasi tetes sederhana. Tujuannya agar penyiraman lebih efisien dan tepat sasaran.
Kapan Waktu Penyiraman yang Tepat untuk Bawang Merah di Musim Kemarau?
Waktu penyiraman yang tepat untuk bawang merah di musim kemarau adalah pagi pukul 06.00-08.00 dan sore sekitar pukul 16.00-18.00. Penyiraman di waktu ini membantu tanaman menyerap air secara optimal tanpa risiko penguapan berlebihan akibat terik matahari.
Menurut buku Strategi Sukses Bertanam Bawang Merah, Alaara, (2022), hindari menyiram di siang hari karena air akan cepat menguap dan bisa menyebabkan tanaman stres. Mengetahui cara menyiram tanaman dan jadwal yang tepat, dapat mencegah bawang merah agar tidak mudah layu.
Cara Membuat Mulsa Alami untuk Menjaga Kelembaban Tanah Bawang Merah di Musim Kemarau
Mulsa adalah lapisan penutup yang diletakkan di atas permukaan tanah untuk menjaga kelembaban, menekan pertumbuhan gulma, dan menjaga suhu tanah tetap stabil. Berikut adalah cara membuat mulsa alami untuk bawang merah di musim kemarau.
Siapkan bahan mulsa alami. Bisa jerami padi, daun kering, rumput kering, atau sekam padi yang sudah bersih dari hama.
Potong bahan mulsa. Potong kecil, sekitar 10-15 cm, agar mudah diratakan di permukaan tanah.
Keringkan bahan mulsa. Jemus di bawah sinar matahari selama 1-2 hari untuk memastikan tidak ada jamur atau kelembaban berlebih.
Tebarkan mulsa. Letakkan di sekitar tanaman secara merata, usahakan ketebalan mulsa sekitar 3-5 cm.
Kesimpulan
Cara merawat bawang merah di musim kemarau harus ekstra untuk mencegah tanaman layu atau gagal panen.
Lakukan penyiraman rutin pada pagi dan sore hari untuk efisiensi penyerapan air dan mencegah stres tanaman.
Gunakan mulsa alami untuk menjaga kelembaban tanah, menekan penguapan, dan menstabilkan suhu.
Mulsa alami dapat dibuat sendiri dari bahan kering, dipotong kecil dan dikeringkan sebelum disebar merata di sekitar tanaman bawang merah. (DNR)
Baca Juga: Cara Menanam Bawang Merah di Musim Hujan yang Antigagal
