Konten dari Pengguna

Cara Pembuatan Roti dengan Bioteknologi menggunakan Mikroorganisme

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara pembuatan roti dengan bioteknologi. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara pembuatan roti dengan bioteknologi. Sumber: pexels.com

Roti merupakan salah satu sumber pangan yang mengandung karbohidrat tinggi. Menariknya, roti termasuk contoh hasil produk bioteknologi konvensional. Oleh karena itu, tidak heran jika sebagian orang kerap penasaran bagaimana cara pembuatan roti dengan bioteknologi konvensional ini.

Pada prinsipnya, pembuatan roti dengan bioteknologi konvensional menggunakan metode fermentasi. Oleh karena itu, peran mikroorganisme, seperti ragi, menjadi hal yang paling penting.

Cara Pembuatan Roti dengan Bioteknologi Konvensional

Ilustrasi cara pembuatan roti dengan bioteknologi. Sumber: pexels.com

Secara umum, roti merupakan bahan pangan yang terbuat dari tepung terigu, air, dan berbagai bahan pendukung lainnya. Kemudian akan dilakukan fermentasi dengan ragi atau bahan pengembang lainnya. Adapun jenis roti yang umum ditemukan antara lain roti panggang, roti tawar, roti manis, roti goreng, dan juga roti kukus.

Mengutip dari buku Pengolahan Bahan Pangan Lokal untuk Mengatasi Masalah Gizi, Anggridita Agita Pasaribu, Mayang Pranita, dan Amanda Amalia (2022:500), roti termasuk produk bioteknologi konvensional karena adanya proses fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme dalam pembuatan roti.

Dalam prosesnya, roti akan melewati tahap pembuatan dan pemanggangan, di mana kedua tahap ini sangat penting dalam menentukan hasil akhirnya. Berikut ini adalah tata cara pembuatan roti dengan bioteknologi konvensional yang bisa disimak.

  1. Pertama, siapkan alat, seperti mixer dan baskom.

  2. Kemudian siapkan bahan baku berupa tepung dari produk serealia dan air.

  3. Lakukan peracikan adonan dan campurkan hingga adonan merata.

  4. Tambahkan mikroorganisme agar adonan bisa mengembang dan memiliki tekstur lembut.

  5. Diamkan selama 30 menit agar proses fermentasi berlangsung sempurna.

  6. Pastikan menutup adonan ketika proses fermentasi berlangsung agar mikroorganisme bisa bekerja dengan maksimal.

  7. Selanjutnya, kempiskan adonan agar mendapat tekstur yang lebih halus, lalu cetak sesuai keinginan.

  8. Panggang atau goreng roti hingga matang dan siap dinikmati.

  9. Umumnya, roti yang sudah matang akan ditambahkan berbagai macam topping, seperti keju atau coklat, untuk menambah kesan seni dan rasa.

Baca Juga: 3 Produk Bioteknologi yang Berperan dalam Pemenuhan Kebutuhan Makanan

Itu dia tata cara pembuatan roti dengan bioteknologi konvensional yang memanfaatkan bantuan mikroorganisme dalam proses fermentasinya. Tertarik coba membuat roti dengan metode bioteknologi konvensional seperti langkah-langkah di atas? (Anne)