Isi Tinjauan Pustaka dan Cara Membuatnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isi tinjauan pustaka merupakan ringkasan beberapa penelitian, dan berisi studi terdahulu, kerangka teori, dan lain-lain. Tinjauan pustaka biasanya berbeda dengan pembahasan. Oleh sebab itu, terkadang membuat bingung para pembuatnya.
Dikutip dari Buku Inovasi & Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Panduan Lengkap untuk Peneliti dan Mahasiswa, Nurul Eko Widiyastuti, S.Si., T., M.Kes dkk, (2023: 106), dalam isi tinjuan pustaka harus memiliki pendahuluan, isi utama, serta kesimpulan.
Sehingga, apapun yang akan disertakan dalam tujuan tinjauan pustaka, pendahuluan harus dibuat secara jelas dan penetapannya fokus.
Isi Tinjauan Pustaka
Lebih jelasnya, isi tinjuan pustaka yaitu proses menggali informasi yang dijadikan landasan bagi perumusan kerangka berpikir guna tercapainya metode penelitian dan tujuannya.
Kegiatan ini apa yang akan dicari dan dikumpulkan peneliti hanya terbatas pada teori-teori atau informasi lain yang dapat ditelurusi dari kepustakaan atau tertulis dalam buku-buku, jurnal, dan lain-lain.
Namun, isi atau informasi yang ingin dikumpulkan dari kegiatan tinjuan pustaka sebetulnya tidak terbatas pada hal-hal tersebut, melainkan jauh mencakup beragam informasi lain. Berikut informasi lain dalam tinjauan pustaka.
Teori-teori diawali dengan pernyataan tentang teori dasar (grand theory) dan kemudian dilengkapi dengan teori-teori lain yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
Hasil-hail penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh pihak lain, baik tentang penelitian serupa yang memiliki tujuan sama dengan dinyatakan dalam judul penelitian, maupun penelitian serupa yang menggunakan teori-teori atau konsep-konsep seperti yang diperlukan dalam penelitian yang akan dilakukan.
Pengalaman empiris dan juga buah-buah pekiran yang dikemukankan oleh para pakar pada bidang ilmu yang relevan dengan tujua penelitian, baik yang sudah tertulis atau dipublikasikan, atau pengalaman yang diinformasikan melalui wawancara khusus yang dilakukan peneliti.
Pengalaman empiris dan pernyataan-pernyataan yang disampaikan para pejabat atau praktisi pada bidang-bidang yang berkaitan dengan tujuan penelitian, yang dinyatakan secara lisan maupun tertulisa pada beragam kesempatan atau media.
Misalnya, informasi dari para pakar, maka informasi tentang hal tersebut juga dapat diperoleh melalui wawancara khusus yang dilakukan penelitinya.
Data-data pendukung dan peraturan kebijakan yang relevan.
Konsep-konsep tentang beragai variabel berikut indikator dan parameter-parameternya.
Metode penelitan yang pernah dilakukan.
Teknik perumusan instrumen penelitian.
Teknik-teknik pengukuran variabel, dan juga analisis data.
Cara Membuat Isi Tinjuan Pustaka
Untuk membuat isi tinjauan pustaka, terdapat lima langkah yang bisa diikuti untuk memudahkan penulisannya nanti, yaitu:
1. Mencatat Teori
Pertama-tama untuk membuat isi tinjuan pustaka yaitu mencatat teori yang akan dicari semua informasi dan juga data yang relevan dalam pustakan, literatur, teori dan juga konsep yang dijadikan rujukan.
Pencatatan dilakukan sebagai pemetaan poin-poin penting pada sumber yang dirujuk. Pemetaan poin-poin ini juga sangat penting dan memudahkan untuk nantinya dalam melakukan penulisan secara keseluruhan dan menjaga penulisan tinjauan pustaka supaya tidak melebar.
2. Melakukan Ikhtisar Referensi
Setelah menuliskan poin-poin penting, maka selanjutnya dapat memahami intisari atau makna isi secara lebih mendalam melalui langkah ini. Di tahap ini juga penulis sudah bisa melakukan kegiatan merinkas dan mengutip sumber.
3. Proses Sintesis dan Membandingkan
Selanjutnya, penulis mulai menyatukan dan membandingkan seluruh bacaan atau literatur yang dirujuk dan mengklarisifikasikannya ke dalam topik yang relevan.
Pada tahap ini juga akan mulai melalukan secara umum yang berarti memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil. Analisa umum dilakukan untuk menunjukan hubungan jelas antara bagian-bagian tersebut.
4. Evaluasi Pustaka
Setelah melakukan analisis umum, penulis harus melakukan evaluasi pustaka atau bacaan yang lebih kritis. Di tahapan ini, penulis harus bisa menjelaskan celah atau gap yang ada antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang dibuat.
Oleh karenanya, di tahap ini dituntut untuk dapat menggunakan argumentasi serta bukti-bukti pendukung yang kuat.
Baca juga: Pendekatan Metode Penelitian dan Jenisnya
Itulah informasi isi tinjuan pustaka dan juga tata cara membuatnya yang penting dalam penelitian ilmiah. Semoga informasinya membantu, terutama bagi yang sedang membuat karya tulis. (ERI)
