Komponen Utama Penyusun Enzim beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Makanan tersebut diolah melalui proses metabolisme, dengan bantuan enzim, untuk menghasilkan energi. Komponen utama penyusun enzim adalah molekul protein.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kbbi.kemdikbud.go.id, enzim adalah molekul protein yang kompleks yang dihasilkan oleh sel hidup dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia di dalam tubuh makhluk hidup.
Fungsi Enzim
Sementara itu, pengertian enzim dikutip dari buku Enzimologi: Konsep Dasar, Kinetika Dan Aplikasi Diagnostik Peranan Enzim pada Hewan, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si., drh. Djoko Pranowo, M.Sc., (2023: 1), enzim adalah katalis pada sistem biologik (biokatalis) yang bertanggung jawab pada hampir semua reaksi kimia dalam mempertahankan homeostatis.
Berdasarkan pengertian enzim di atas, bisa disimpulkan bahwa fungsi enzim, antara lain:
Sebagai biokatalisator, yaitu zat yang mampu mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh. Biokatalis dapat mempercepat reaksi kimia hingga satu juta kali atau lebih, tanpa ikut bereaksi secara kimiawi.
Beberapa enzim dapat membantu memecah molekul besar menjadi potongan-potongan molekul kecil, agar lebih mudah diserap oleh tubuh.
Enzim juga berperan sebagai perantara transformasi dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.
Beberapa enzim bisa membantu mengikat dua molekul menjadi satu, atau dengan kata lain, enzim juga berfungsi untuk memunculkan molekul baru.
Komponen Utama Penyusun Enzim
Mengutip buku Belajar Biologi Menyenangkan untuk SMA Kelas XII, H. Esman, (2021: 18), penyusun utama enzim adalah molekul protein (apoenzim) dan kofaktor yang merupakan komponen non-protein yang membantu aktivitas enzim. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Apoenzim
Apoenzim adalah komponen enzim berupa protein yang memiliki sifat termolabil (tidak tahan panas), dan juga mudah berubah karena pengaruh lingkungan.
2. Kofaktor
Kofaktor merupakan penyusun enzim yang berupa komponen non-protein. Kofaktor sendiri terbagi menjadi tiga macam, yaitu
Koenzim, yaitu senyawa organik non-protein, yang terikat lemah dengan protein enzim. Koenzim bersifat termostabil, dan sebagian berupa vitamin.
Gugus prostetik, yaitu ion metal yang terikat secara kuat pada bagian protein enzim. Gugus prostetik berperan dalam memberikan kekuatan tambahan terhadap kerja enzim.
Ion metal aktivator, yaitu kofaktor yang dapat mempengaruhi sisi aktif enzim dan kestabilan molekul protein, karena dapat berikatan dengan substrat dan berpartisipasi dalam reaksi oksidasi atau reduksi.
Baca juga: Pengertian Enzim dan Jenis-jenisnya
Itulah sedikit informasi mengenai enzim dan juga komponen utama penyusun enzim. Semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan. (ARN)
