Konten dari Pengguna

Memahami Unit Dari Protein beserta Jenis dan Fungsinya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
2 September 2023 17:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Unit dari protein adalah. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Unit dari protein adalah. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay
ADVERTISEMENT
Protein merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Unit dari protein adalah berupa senyawa yang dapat membangun zat protein itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Protein menurut sumbernya dapat dibedakan menjadi dua golongan. Pertama, yaitu protein yang berasal dari hewan (protein hewani). Kedua, yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (protein nabati).

Memahami Unit Dari Protein

Unit dari protein adalah. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay
Unit dari protein adalah senyawa kimia yang disebut asam amino. Dikutip dari buku Metabolisme Protein, Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS dkk (2017: 1), asam amino adalah sebuah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat (COOH), gugus amino (NH2), dan salah satu gugus lainnya.
Asam amino merupakan sebuah senyawa yang paling banyak dipelajari. Hal ini dikarenakan salah satu fungsinya yang sangat penting dalam suatu organisme. Asam amino dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu:
ADVERTISEMENT

Jenis-jenis Protein dan Fungsinya

Unit dari protein adalah. Gambar hanya ilustrasi. Sumber: Pixabay
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa protein berdasarkan sumbernya dapat berasal dari dua golongan yaitu hewan dan tumbuhan. Jenis-jenis protein beserta fungsinya dapat digolongkan menjadi tiga kelompok.
Berikut adalah jenis-jenis protein beserta fungsinya.

1. Protein Lengkap

Jenis protein yang utama adalah kelompok protein lengkap. Protein lengkap atau complete protein berfungsi untuk penggantian jaringan yang rusak atau aus, pertumbuhan, serta untuk keperluan lain seperti pembentukan antibodi, enzim, hormon dan lain-lain.
Contoh dari kelompok protein ini yaitu telur dan susu. Kedua contoh tersebut mengandung seluruh asam amino esensial dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan pertumbuhan.

2. Protein Setengah Lengkap

Jenis protein selanjutnya yaitu kelompok protein setengah lengkap (half-complete protein). Jenis protein kelompok ini memiliki fungsi yang dimiliki jenis protein kelompok lengkap, kecuali fungsi untuk pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
Hal ini dikarenakan asam amino yang terkandung di dalamnya tidak cukup bagi pembentukan jaringan tubuh yang baru. Contoh protein kelompok setengah lengkap yaitu ikan, ayam dan daging.

3. Protein Tidak Lengkap

Jenis protein kelompok terakhir yaitu kelompok protein tidak lengkap (incomplete protein). Protein jenis ini tidak dapat berfungsi untuk pertumbuhan dan penggantian jaringan yang rusak. Hal ini dikarenakan asam amino esensialnya tidak lengkap.
Jika mengonsumsi makanan yang termasuk golongan kelompok protein tidak lengkap, maka harus dikombinasikan dengan makanan yang memiliki asam amino esensial lain yang diperlukan.
Contoh, kedelai yang kurang mengandung asam esensial metionin, dapat dikombinasikan dengan beras yang kurang mengandung asam amino lisin.
ADVERTISEMENT
Unit dari protein adalah senyawa asam amino. Sumber protein tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. (MAE)