Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Mengenal Polutan yang Menyebabkan Terjadinya Hujan Asam
30 April 2024 17:59 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Fenomena alam berupa hujan asam disebabkan oleh polutan berupa unsur kimia tertentu yang ada di alam. Adapun polutan yang menyebabkan terjadinya hujan asam adalah SO2 dan NO2.
ADVERTISEMENT
Keduanya membuat derajat keasaman pada air hujan menurun. Akibatnya, banyak material di bumi yang akan terdampak oleh turunnya hujan asam tersebut.
Polutan yang Menyebabkan Terjadinya Hujan Asam
Hujan yang turun ke bumi tidak semuanya memiliki dampak yang positif. Ada jenis hujan merugikan yang justru merugikan lingkungan, yaitu hujan asam.
Polutan yang menyebabkan terjadinya hujan asam adalah sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Mengutip dari buku Kuark - Hewan Invertebrata, Polusi Udara, dan Cahaya: Komik Sains Kuark Tahun 6 Edisi 08 Level 3 oleh Gelar Soetopo (2010:4), hujan asam memang terasa masam yang diakibatkan oleh polutan udara.
Polutan udara merupakan penyebab utama yang membuat hujan asam dapat terjadi. Air hujan asam memiliki pH rendah antara 4,2 hingga 4,4 dan bersifat korosif.
ADVERTISEMENT
Polutan tersebut ditemukan dalam endapan air hujan asam yaitu SO2 (sulfur dioksida) san NO (nitrogen oksida). Pada proses pembentukan hujan asam SO2 akan mengikat oksigen dan berubah menjadi SO3 atau sulfur trioksida.
Unsur SO3 kemudian akan bercampur dengan air (H2O) di udara dan menjadi H2SO4 (asam sulfat). Sedangkan NO akan bereaksi dengan oksigen O2 dan menjadi NO2 (nitrogen dioksida).
NO2 ini juga akan bereaksi dengan air di udara sehingga bentuknya kembali berubah menjadi senyawa yang lain, yaitu HNO3 (asam nitrat) dan HNO2 (asam nitrit).
Akhirnya HNO3 dan HNO2 melebur menjasi hujan, kabut maupun salju dengan pH-nya yang asam. Kemudian meresap ke tanah, mengenai tumbuhan di permukaan bumi dan material lainnya yang berakibat buruk karena bersifat merusak atau korosif.
ADVERTISEMENT
Besi yang terkena hujan asam akan lebih cepat berkarat dibandingkan saat terkena air hujan biasa yang memiliki pH normal yaitu 5,6. Kadar keasaman pada air hujan asam memang memiliki perbedaan yang signifikan dengan pH hujan normal.
Itulah polutan yang menyebabkan terjadinya hujan asam di bumi beserta proses terjadinya yang ternyata melibatkan banyak senyawa. (IMA)