Konten dari Pengguna

Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Pemenggalan Kata. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Pemenggalan Kata. Sumber: Pexels/Pixabay

Hujan es merupakan fenomena alam yang terjadi ketika tetesan air di atmosfer membeku sebelum mencapai permukaan bumi. Proses terjadinya hujan es cukup kompleks dan melibatkan kondisi atmosfer yang spesifik.

Fenomena ini seringkali menarik perhatian karena keunikannya dan karena dapat menimbulkan dampak terhadap kehidupan sehari-hari, seperti kerusakan pada tanaman, kendaraan, dan infrastruktur.

Ilustrasi Contoh Pemenggalan Kata. Sumber: Pexels/Stefan StefancikProses Terjadinya Hujan Es

Mengutip dari buku Ensiklopedia Sains karya Nida'ul Khairiyah (2020), butiran es yang jatuh saat hujan es merupakan kondensasi dari air hujan yang menggumpal di atas permukaan bumi yang disebut dengan awan gelap. Berikut ini akan dijabarkan tahapan proses terjadinya hujan es.

1. Pembentukan Awan Cumulonimbus

Proses terjadinya hujan es dimulai dengan pembentukan awan cumulonimbus, yang merupakan awan tebal dan tinggi, mencapai lapisan troposfer atas. Awan ini sering terkait dengan cuaca buruk seperti badai petir.

2. Pengangkatan Udara Hangat dan Lembap

Udara hangat dan lembap di permukaan bumi naik ke atas melalui proses konveksi. Saat udara ini naik, suhunya turun, dan uap air pada udara tersebut kondensasi membentuk tetesan air.

3. Pembekuan Tetesan Air

Di ketinggian tertentu, suhu di dalam awan cumulonimbus sangat rendah, sehingga tetesan air tersebut membeku menjadi kristal es.

4. Proses Bergeron

Proses ini terjadi ketika kristal es bertumbukan dengan tetesan air super dingin (air yang masih dalam bentuk cair meskipun suhunya di bawah titik beku). Tumbukan ini menyebabkan tetesan air membeku dan menempel pada kristal es, sehingga kristal es tumbuh lebih besar.

5. Pembentukan Pelet Es

Ketika kristal es bertumbukan dan menyatu, terbentuklah pelet es yang lebih besar. Proses ini terus berlanjut, dan pelet es akan terus bertambah besar selama masih ada sumber air super dingin.

6. Jatuh ke Bumi

Ketika pelet es telah cukup berat, gravitasi akan menariknya jatuh ke bumi sebagai hujan es. Walaupun indah, hujan es bisa berbahaya dan menimbulkan kerusakan.

Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan mengambil langkah pencegahan, seperti melindungi kendaraan dan tanaman saat prediksi cuaca menunjukkan potensi adanya hujan es.

Baca juga: Siklus Hidrologi Sedang, Pengertian dan Proses Terjadinya

Memahami proses terjadinya hujan es tidak hanya menambah wawasan tentang fenomena alam, tetapi juga membantu dalam melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. (ARR)