Konten dari Pengguna

Mengenal Skema Sintesis Protein pada Makhluk Hidup

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi skema sintesis protein. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi skema sintesis protein. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Skema sintesis protein menggambarkan proses pembentukan protein dalam tubuh yang melibatkan dua proses terpisah namun berurutan, yaitu transkripsi dan translasi. Proses ini melibatkan berbagai komponen seperti asam amino, DNA, enzim, dan energi (ATP).

Proses sintesis protein bertujuan untuk membentuk dan menyusun protein sebagai komponen penting dalam susunan tubuh makhluk hidup.

Pengertian Sintesis Protein

Ilustrasi skema sintesis protein. Sumber: Pixabay/PixiMe01

Dikutip dalam buku Biologi SMA untuk Kelas XII oleh Gunawan Susilowarno, dkk (2008:72) sintesis protein adalah peristiwa penyusunan protein dengan bahan dasar asam amino yang bertujuan untuk mendapatkan protein struktural dan protein fungsional.

Protein struktural digunakan sel untuk menyusun membran sel dan sebagai bahan menggantikan sel-sel rusak. Sedangkan protein fungsional berupa enzim dan hormon berfungsi untuk metabolisme dan pertumbuhan serta perkembangan sel.

Selain membutuhkan bahan dasar berupa asam amino dan DNA, proses sintesis protein juga membutuhkan enzim dan energi. Enzim yang dibutuhkan berupa RNA polymerase dan enzim Amino asil sintetase.

Skema Sintesis Protein

Ilustrasi skema sintesis protein. Sumber: Pixabay/LionFive

Secara garis besar skema sintesis protein yaitu transkripsi dan translasi. Transkripsi adalah pencetakan RNA duta atau RNAm oleh DNA. Sedangkan translasi yaitu proses penterjemahan kode-kode oleh RNAt, berikut penjelasannya.

1. Transkrispi

Pada tahap transkripsi mula-mula DNA dirubah menjadi RNA Duta. Tahap ini terjadi pada nukleus atau inti sel. RNA duta berfungsi sebagai pembawa informasi yang merupakan kode-kode genetik atau kodon. DNA berfungsi sebagai perancang pola penyusun protein.

Setelah untaian RNA duta telah selesai terbentuk, kemudian lepas dari DNA untuk pergi ke ribosom. Pada proses transkripsi tidak ada perubahan dalam kode.

2. Translasi

Saat RNA duta yang membawa salinan DNA berhasil membawanya ke ribosom, proses penterjemaha kode-kode oleh RNAt berupa urutan asam-asam amino dimulai.

Pada proses translasi terjadi perubahan dalam kode, yaitu urutan nukleotida ke urutan asam amino untuk menyusun protein. Sehingga gabungan tersebut akan membentuk rantai polipeptida.

Pada intinya skema sintesis protein yang terjadi pada makhluk hidup terdiri dari transkripsi yang terjadi di nukleus dan translasi yang terjadi pada ribosom. Semoga bermanfaat. (MRZ)

Baca juga: Kenali 6 Manfaat Protein bagi Tubuh