Pengertian Kawah dan Perbedaannya dengan Kaldera

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kawah adalah cekungan berbentuk mangkuk yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi. Kawah termasuk fenomena alam yang dapat dijumpai di daerah vulkanik di seluruh dunia. Contoh kawah di Indonesia salah satunya kawah Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur.
Selain kawah, terdapat fenomena alam yang memiliki kemiripan dari sisi bentuk yaitu kaldera. Jika tidak diamati dengan seksama kaldera akan seolah terlihat sama dengan kawah. Tetapi sejatinya kedua fenomena ini memiliki perbedaan besar yang memang tidak dapat dikatakan sama.
Pengertian Kawah
Kawah merupakan sebuah bentukan dalam permukaan Bumi yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Tidak semua gunung memiliki kawah, hanya di gunung-gunung tertentu. Kawah biasanya berbentuk cekung seperti mangkuk dengan lubang di tengahnya.
Dikutip dalam buku Aspek Sosial Banjir Lahar oleh Sri Rum Giyarsih, Umi Listyaningsih, dan Sri Rahayu Budiani (2014:42) kawah adalah bentang alam gunung api yang merupakan lubang tempat keluarnya material gunung api ketika terjadi erupsi.
Fenomena alam ini dapat ditemukan di daerah vulkanik di seluruh dunia salah satunya di Indonesia. Contoh kawah di Indonesia di antaranya kawah Gunung Kelud Blitar (Jawa Timur), kawah Sikidang Dieng (Jawa Tengah), kawah Kelimutu Flores (NTT), dan lainnya.
Perbedaan Kawah dengan Kaldera
Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa terdapat fenomena alam yang hampir mirip dengan kawah. Fenomena tersebut yaitu kaldera. Agar mudah dalam membedakannya, simak penjelasan berikut ini.
1. Ukuran
Kawah: Ukuran bervariasi mulai dari beberapa meter hingga beberapa kilometer. Kawah yang lebih besar biasanya terbentuk akibat letusan vulkanik yang lebih dahsyat.
Kaldera: Umumnya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kawah. Kaldera terbesar di dunia, misalnya Kaldera Toba di Indonesia dengan diameter lebih dari 100 kilometer.
2. Bentuk
Kawah: Bentuk cekung seperti mangkuk dengan lubang di tengahnya akibat proses pengeluaran material vulkanik selama gunung tersebut meletus dan materialnya mengendap di sekitar lubang pusat.
Kaldera: Bentuk bulat atau elips dengan depresi yang dalam. Bagian tengah kaldera seringkali berisi danau atau lapangan lava.
3. Kedalaman
Kawah: Kedalaman bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis letusan vulkanik. Kawah yang lebih dalam biasanya terbentuk akibat letusan yang kuat dan besar.
Kaldera: Kedalaman bisa mencapai ratusan hingga ribuan meter yang diakibatkan oleh runtuhnya bagian atas gunung yang besar sehingga terbentuk cekungan yang sangat dalam.
4. Aktivitas Vulkanik
Kawah: Kawah seringkali merupakan tanda adanya aktivitas vulkanik. Letusan vulkanik masih mungkin terjadi di kawah yang aktif, sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitarnya.
Kaldera: Setelah letusan besar yang membentuk kaldera, aktivitas vulkanik dapat berlanjut di area sekitar. Beberapa kaldera juga masih memiliki kawah aktif di dalamnya.
5. Kerapatan Vegetasi
Kawah: Kerapatan vegetasinya rendah karena sering kali material vulkanik yang dikeluarkan saat letusan dapat membunuh tanaman.
Kaldera: Kerapatan vegetasinya lebih tinggi dibandingkan dengan kawah. Karena lingkungannya yang lebih lembap dan subur di dalam kaldera.
Baca juga: Bagaimana Proses Terbentuknya Kawah Meteor? Ini Penjelasannya
Melalui ulasan di atas dapat diketahui pengertian kawah adalah fenomena alam yang berbentuk mangkuk akibat aktivitas gunung berapi. Terdapat fenomena alam lain yang mirip dengan kawah yaitu kaldera. (MRZ)
