Konten dari Pengguna

Sifat Angin Fohn dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sifat angin fohn. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sifat angin fohn. Sumber: www.unsplash.com

Angin fohn, juga dikenal sebagai angin terjun atau angin jatuh, adalah fenomena alam yang terjadi di daerah pegunungan. Adanya sifat angin fohn, ternyata memiliki efek yang disebut efek fohn juga dapat merusak hasil pertanian di daerah lereng pegunungan.

Mengutip buku GeoGrafi, Yusman Hestiyanto (2022:104), angin fohn terjadi apabila ada gerakan massa udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter.

Pada situasi ini, massa udara yang mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi. Akhirnya timbul hujan pada satu sisi lereng. Untuk itulah sangat penting diketahui seperti apa sifat yang muncul pada angin Fohn tersebut.

Mengenal Sifat Angin Fohn

Ilustrasi Sifat angin fohn. Sumber: www.unsplash.com

Sifat angin fohn umumnya panas dan kering karena tingkat kelembapan yang dibawanya tergolong sedikit dan angin mengalir turun ke lereng atau punggung gunung.

Angin ini ditandai dengan penurunan udara yang mengalir di lereng yang terlindung setelah melewati puncak gunung.

Angin fohn terbentuk ketika udara lembap bergerak menuju pegunungan, dipaksa naik, dan mengalami penurunan suhu. Di sisi lereng yang menghadap angin, terjadi kondensasi dan hujan.

Setelah melewati puncak, udara yang turun mengalami pemanasan adiabatik, menjadi kering dan panas saat mencapai lereng yang terlindung.

Ciri khas angin Fohn meliputi kecepatan tinggi, peningkatan suhu, dan kelembapan rendah. Dampaknya dapat berupa risiko kebakaran hutan, kekeringan, penurunan kualitas udara, dan gangguan kesehatan.

Selain itu, angin fohn dapat memengaruhi kegiatan sehari-hari seperti pertanian, transportasi udara, dan pariwisata. Angin ini juga dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kekeringan yang mengganggu pasokan air.

Tentu saja ada pengaruh kondisi ini terhadap kehidupan manusia, yaitu angin fohn dapat digunakan untuk pengeringan hasil pertanian dan produksi anggur.

Dibutuhkan perencanaan yang baik untuk menekan mitigasi dampak negatif dari angin fohn ini, dalam pemilihan lokasi pemukiman dan pengelolaan hutan.

Jenis Angin Fohn di Indonesia

Ilustrasi Sifat angin fohn. Sumber: www.unsplash.com

Angin jenis ini mempunyai manfaat yang baik maupun buruk dalam kehidupan manusia. Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis angin fohn yang terjadi. Berikut ulasannya.

1. Angin Bahorok

Terjadi di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara. Angin ini bersifat panas dan kering, sering kali merusak perkebunan tembakau di kawasan tersebut.

2. Angin Wambrau

Angin ini merupakan jenis lokal yang bersifat panas dan bertiup di Pulau Biak, Papua. Angin wambrau tergolong angin fohn karena mengalir menuruni lereng pegunungan di wilayah tersebut.

3. Angin Gending

Ditemukan di Probolinggo dan Pasuruan, Jawa Timur. Angin ini bersifat panas dan kering, dan dapat merusak tanaman di daerah tersebut.

4. Angin Kumbang

Fenomena angin ini diketahui terjadi di Cirebon, Jawa Barat, dan Tegal, Jawa Tengah. Seperti jenis angin fohn lainnya, angin ini bersifat panas dan kering.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat angin fohn beserta jenisnya, diharapkan berbagai pihak dapat mengambil langkah-langkah tepat untuk melindungi lingkungan dan meminimalkan dampak negatifnya.(VAN)

Baca juga: Jenis-jenis Angin dan Penjelasannya yang Menarik untuk Diketahui