Tahapan-tahapan Lempar Lembing untuk Pemula

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lempar lembing merupakan jenis olahraga yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Medianya berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil. Tahapan-tahapan lempar lembing penting untuk dipelajari, terutama untuk pemain pemula.
Dikutip dari Buku Mengenal Olahraga Atletik Cabang Lari dan Lempar, Enik Yuliatin dan Haryanto, (2012: 54), olahraga lempar lembing adalah cabang olahraga atletik dimana atlet melemparkan lembing atau tombak pada lapangan dengan ukuran yang telah ditentukan.
Tahapan-tahapan Lempar Lembing
Tahapan-tahapan melempar lembing diperlukan untuk menentukan seberapa jauh hasil lemparannya. Berikut tahapan-tahapan lempar lembing yang perlu diketahui pemula.
1. Memegang Lembing
Cara memegang lembing ada dua cara yaitu:
Pegang bagian tempat memegang lembing, lalu perhatikan posisi mata lembing berada di depan bukan di belakang.
Tangan memegang bagian tempat pegangan dari lembing, kemudian perhatikan posisi mata lembing, dan pastikan mata lembing berada di depan, bila mata lembing di belakang bisa membahayakan teman yang ada di belakang.
2. Awalan Melempar Lembing
Untuk melakukan aktivitas lempar lembing sebetulnya hampir sama dengan teknik melempar lainnya, seperti melempar bola kasti, melempar bola softball atau lainnya. Adapun langkah-langkahnya yaitu:
Sikap awal berdiri tegak, tangan kanan memegang lembing dan posisi lembing di atas kepala dengan sedikit ke samping, dan ujung mata lembing ke arah depan.
Kaki kanan di belakang, sedangkan kaki kiri di belakang. Namun, jika memegang lembing tangan kiri, maka kaki kiri di depan, dan kaki kanan di belakang.
3. Melempar Lembing
Melempar lembing seperti yang sudah disebutkan diawali dengan sikap awal, lalu diikuti dengan beberapa gerakan melempar lembing berikut ini.
Tangan terkuat memegang lembing dengan cara memegang yang sudah benar.
Salah satu kaki di depan, lalau tarik lembing ke belakang, sehingga lengan lurus.
Ikuti dengan gerakan badan agak condong ke belakang, posisi lembing di atas kepala agak ke samping dan sudah siap dengan arah mata lembing ke depan.
Gerakan lengan yang membawa lembing ke depan dengan cepat dan kuat diikuti dengan terlepasnya lembing saat lengan sudah lurus dengan kepala yang diikuti gerakan tolakan kaki.
Pada saat melempar, pandangan mata ke depan untuk melihat dimana lembing itu akan jatuh di sasaran yang sudah ditargetkan.
Apabila melempar menggunakan tangan kanan terkuat, maka mendarat dengan kaki kanan dan tangan kiri berada di depan dada dengan menekukkan sikut, namun jika melempar dengan tangan kiri, maka kaki kiri yang mendarat dan tangan kanan berada di depan dengan menenukkan siku.
4. Sikap Akhir
Sikap ini sama pentingnya dengan tahapan lainnya dalam lempar lembing, karena berkaitan dengan keseimbangan badan setelah lemparan selesai. Adapun sikap akhir lempar lembing yaitu:
Badan dan kaki, badan cenderung condong ke depan setelah melempar lembing.
Sedangkan, posisi kaki bila melempar tangan kiri, maka kaki kanan di depan, sehingga yang akan mendarat adalah kaki kanan, dan kaki kiri sedikit diangkat untuk membantu menyeimbangkan badan dan itu juga berlaku sebaliknya bila yang melempar tangan kanan.
Baca juga: Apa itu Lari Jarak Pendek? Ini Jawabannya
Itulah tahapan-tahapan lempar lembing yang perlu diketahui. Semoga dapat membantu memahami dan menguasai salah satu olahraga atletik ini. (ERI)
