Teknik Kloning: Pengertian dan Contoh Penerapannya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
12 Mei 2024 10:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Teknik kloning - Sumber: pixabay.com/pezibear
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teknik kloning - Sumber: pixabay.com/pezibear
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Teknik kloning adalah proses yang menghasilkan salinan identik dari organisme atau bagian organisme yang sudah ada. Kloning menjadi topik yang menarik dan kontroversial sejak pertama kali berhasil dilakukan pada hewan di tahun 1996, yaitu lahirnya domba Dolly.
ADVERTISEMENT
Sampai saat ini memang masih banyak perdebatan etis yang terkait dengan kloning. Padahal teknologi ini memiliki berbagai kegunaan yang bermanfaat dalam bidang kedokteran, pertanian, dan konservasi.

Macam-Macam Teknik Kloning

Ilustrasi Teknik kloning - Sumber: pixabay.com/ulleo
Istilah "kloning" berasal dari bahasa Inggris, "clone", yang pertama kali diperkenalkan oleh Herbert J. Webber pada tahun 1903. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kelompok makhluk hidup yang berasal dari satu induk tanpa melalui proses reproduksi seksual.
Kloning organisme adalah proses menghasilkan organisme dengan DNA yang sama atau hampir sama persis, baik secara alami maupun buatan. Dalam lingkungan alami, beberapa organisme dapat menghasilkan klon melalui reproduksi aseksual, seperti tumbuhan, jamur, dan bakteri.
Dalam bidang bioteknologi, kloning organisme adalah proses menciptakan organisme yang merupakan salinan dari sel atau fragmen DNA organisme lain.
ADVERTISEMENT
Berikut ini penjelasan beberapa teknik kloning yang sering digunakan.

1. Kloning Embrio

Disebut juga dengan Embryo Splitting, teknik ini dilakukan dengan cara transfer inti sel dari sel tubuh dewasa ke dalam sel telur yang telah dibuang intinya. Sel telur ini kemudian dipicu untuk berkembang menjadi embrio, yang nantinya dapat diimplan ke dalam uterus seekor hewan untuk dikembangkan.

2. Kloning Terapeutik

Dilakukan dengan penggunaan sel-sel embrionik yang dihasilkan melalui fertilisasi in vitro dan kemudian dikembangkan menjadi embrio. Sel-sel dari embrio ini kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan jaringan atau organ yang cocok dengan pasien untuk pengobatan.

3. Transfer DNA Dewasa

Teknik ini menggunakan sel somatik (sel tubuh) dewasa sebagai sumber inti sel, yang kemudian ditransfer ke dalam ovum yang telah kehilangan intinya. Sel somatik dewasa memiliki sifat pluripoten, yang mampu berkembang menjadi beberapa jenis sel tubuh yang spesifik.
ADVERTISEMENT

Contoh Penerapan Kloning

Ilustrasi Teknik kloning - Sumber: pixabay.com/vika_glitter
Berdasarkan buku BIOLOGI Interaktif untuk Kelas XII IPA, Wijaya Jati, (2007), beberapa contoh penerapan kloning antara lain:
Meskipun kloning menawarkan banyak manfaat dalam berbagai bidang, masih ada perdebatan terkait dengan etika dan implikasi jangka panjangnya. Banyak yang khawatir bahwa penggunaan kloning pada manusia dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, penggunaan teknik kloning pada manusia sebaiknya diatur oleh undang-undang yang ketat dan diawasi oleh badan-badan etika khusus. Sehingga dapat memastikan bahwa manfaatnya dapat direalisasikan tanpa mengabaikan etika dan keamanan. (DNR)