kumparan
1 Agu 2018 4:04 WIB

Rangkum 1 Agustus 2018: Polemik Beasiswa Arnita hingga Jalur Sepeda

Jakarta terus bersolek menyambut Asian Games 2018, salah satunya dengan membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI agar patung selamat datang terlihat jelas. Namun pembongkaran itu menimbulkan masalah karena pengganti jembatan, pelican crossing, dinilai tidak efektif karena membuat lalu lintas tersendat.
ADVERTISEMENT
Selain berita tersebut, ada enam peristiwa lainnya yang terjadi pada Senin (31/7). Berikut berita selengkapnya.
1. Jalur Sepeda di Trotoar Stadion Gelora Bung Karno Terhalang Tiang Listrik
Jalur sepeda di sekitar GBK terhalang tiang listrik dan lampu penerang jalan di Jalan Asia Afrika (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
Jalur sepeda sepanjang Stadion Gelora Bung Karno (GBK) terhalang oleh beberapa tiang listrik dan lampu penerangan jalan. Ada sekitar 13 tiang yang menghalangi jalur sepeda itu, bahkan jarak antara tiang yang satu dan yang lain cukup berdekatan. Namun beberapa tiang di dekat gate 10 GBK sudah mulai dirobohkan.
2. Jamaah Ansharut Daulah Resmi Dibubarkan
Pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD), Zainal Anshori, usai jalani sidang di PN Selatan, Jakarta, Selasa (31/7). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan resmi membubarkan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hakim menyatakan JAD sebagai korporasi yang terlarang karena terbukti melakukan aksi terorisme dan berafiliasi dengan ISIS. Teroris dan pimpinan JAD, Zainal Anshori, memekikkan takbir sembari tersenyum setelah mendengarkan putusan tersebut.
ADVERTISEMENT
3. Polemik Beasiswa Arnita Mahasiswi IPB
Arnita Rodelina Turnip, mahasiswi IPB yang beasiswanya dicabut Pemkab Simalungun (Foto: Facebook/Alifah Jauna Multazimah )
Beasiswa mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB), Arnita Rodelia Turnip, diduga dicabut oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, karena pindah agama. Dalam surat pemberhentiannya tidak ada penjelasan mengapa beasiswanya dicabut sehingga Arnita mengklaim tindakan Pemkab Simalungun terkait SARA.
Menurut Pemkab Simalungun, beasiswa Arnita dicabut karena dia sudah tidak aktif berkuliah di IPB. Tidak mendapatkan beasiswa di IPB, Arnita pun mendapat bantuan untuk berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr. Hamka. Namun di IPB statusnya masih tercatat sebagai mahasiswa tidak aktif.
4. Blok Rokan, Ladang Minyak Raksasa RI, Diserahkan ke Pertamina
Ilustrasi ladang minyak (Foto: Pixabay)
Ladang minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan, akhirnya diserahkan ke PT Pertamina (Persero) setelah kontrak dengan PT Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021. Ladang minyak yang sudah dikelola selama 50 tahun oleh Chevron ini mampu menghasilkan minyak hingga 210 ribu barel per hari, lebih dari seperempat total produksi minyak nasional saat ini. Ladang minyak Blok Rokan juga akan menghemat devisa hingga USD 70 miliar.
ADVERTISEMENT
5. Joki Ujian Masuk Fakultas Kedokteran Universitas di Yogyakarta Patok Harga Rp 400 Juta
Ilustrasi Dokter (Foto: Thinkstock)
Praktik perjokian ujian masuk Fakultas Kedokteran terjadi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam pelaksanaannya, joki mematok harga hingga Rp 400 juta. Selain itu, ada 8 calon mahasiswa yang tertangkap menggunakan alat komunikasi yang dirancang agar bisa berhubungan dengan pihak luar saat ujian berlangsung.
6. Pelican Crossing Pengganti Jembatan Penyeberangan Orang Bundaran HI yang Dibongkar Dinilai Polisi Membuat Macet
Pejalan kaki gunakan pelican crossing di bundaran HI (30/7). (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
Dinilai menghalangi pemandangan patung selamat datang, jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun hal tersebut dinilai terburu-buru oleh Korps Lalu Lintas Polri, Royke, karena menurutnya harus menunggu Asian Games. Pelican crossing sebagai pengganti JPO membuat laju kendaraan tersendat dan menimbulkan kemacetan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
7. 50 Separatis Umumkan Pemerintahan Negara Republik Federal Papua Barat
Kelompok Separatis Negara Republik Federal Papua Barat (Foto: Bumi Papua)
50 orang simpatisan Negara Republik Federal Papua Barat mengumumkan pemerintahan sementara di Halaman Gedung FISIP Uncen Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pukul 10.00 WIT. Mereka membentangkan spanduk dan membagikan selebaran yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Pemerintahan Sementara Negara Republik Federal Papua Barat, Yoan Syatfle.
Untuk berita terkini lainnya, ikuti terus Rangkum di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan