Konten Media Partner

Rangkum 18 April 2018: Tragedi Jembatan Tuban hingga Komunitas Swinger

Rangkum

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tragedi terjadi di jalur utama Pantura, Jawa Timur, ketika Jembatan Widang-Babat ambruk. Akibatnya, tiga truk tronton jatuh ke Sungai Bengawan Solo dan salah satu sopirnya tewas.

Selain kejadian nahas tersebut, berikut delapan peristiwa lain pada Selasa (17/4) yang telah kami rangkum.

1. Tragedi Jembatan Tuban

video youtube embed

Jembatan di Jawa Timur yang menghubungkan wilayah Widang, Tuban, dan Babat, ambruk pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB. Tiga truk tronton dan satu sepeda motor yang sedang melintas di atas jembatan tersebut terjatuh ke dasar sungai. Satu orang sopir truk meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Baca: Jembatan Babat Lamongan Ambruk, 3 Truk Tercebur, 1 Tewas

2. PN Jaksel Perintahkan Polri Kembalikan Kapal Equanimity Cayman

Kapal pesiar "Equanimity" (Foto: AFP/Rully Prasetyo)

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menerima gugatan praperadilan yang mempersoalkan penyitaan kapal pesiar Equanimity Cayman. Gugatan tersebut telah diajukan oleh perusahaan Equanimity Cayman sejak 13 Maret 2018. Dalam putusannya, hakim Ratmoho memerintahkan Polri untuk mengembalikan kapal tersebut kepada perusahaan Equanimity Cayman.

Hakim menyatakan penyitaan kapal Equanimity Cayman berdasarkan surat perintah Polri tanggal 26 Februari 2018 adalah tidak sah, dan tidak berdasar hukum. Untuk itu surat penyitaan Polri dibatalkan dan Polri sebagai termohon untuk mengembalikan barang sitaan berupa kapal kepada perusahaan Equanimity Cayman.

Baca: PN Jaksel Perintahkan Polri Kembalikan Kapal Equanimity Cayman

3. DPR Minta Facebook Beri Hasil Audit Data dalam Waktu 1 Bulan

RDP Komisi I DPR RI dengan Facebook Asia Pasific. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Perwakilan Facebook dicecar sejumlah pertanyaan oleh anggota Komisi I DPR dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar pada Selasa (17/4) di Gedung DPR, Jakarta. Rapat ini membahas kasus pencurian data 1 juta pengguna Facebook di Indonesia oleh firma analisis Cambridge Analytica.

Dalam rapat tersebut, Facebook Indonesia diminta untuk segera merampungkan proses audit dan memberikan hasil lengkapnya kepada pemerintah. Komisi 1 DPR memberikan tenggat waktu 1 bulan kepada Facebook. Tenggat waktu tersebut diberikan agar Indonesia dapat mengantisipasi potensi bahaya penyalahgunaan data yang jumlahnya cukup besar.

Baca: DPR Minta Facebook Beri Hasil Audit Data dalam Waktu 1 Bulan

4. Dari 586.155 Peserta, hanya 110.946 Siswa yang Lulus SNMPTN 2018

Ilustrasi kampus. (Foto: Pixabay)

Sebanyak 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018. Berdasarkan data panitia SNMPTN, tercatat ada sekitar 586.155 orang yang mendaftar SNMPTN 2018. Dari jumlah tersebut, hanya sebesar 18,93% atau sekitar 110.946 peserta yang dinyatakan lulus SNMPTN 2018.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN, Ravik Karsidi mengatakan dari jumlah peserta yang lulus, sebanyak 28.069 peserta di antaranya adalah penerima beasiswa Bidikmisi. Sementara jumlah pendaftar SNMPTN secara rinci didominasi pelajar SMA (429.750), lalu diikuti oleh SMK (98.590), dan MA (66.815).

Baca: Dari 586.155 Peserta, Hanya 110.946 Siswa yang Lulus SNMPTN 2018

5. Inilah Komunitas Swinger, di mana Para Pasutri Tukar Pasangan Seks

Polisi bongkar komunitas swinger di Jatim. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Sabtu (14/4), polisi menggerebek komunitas besutan Tri Harso Djoko Soelistijono (THD) alias Ion (53) di sebuah hotel di Malang. Bukan tanpa alasan polisi menggerebek komunitas tersebut, pasalnya komunitas tersebut adalah grup Whatsapp yang merupakan grup tukar pasangan suami istri alias swinger.

Komunitas Swinger ini telah dibentuk di Facebook pada tahun 2013. Sejak 2013, grup ini telah menjaring anggotanya melalui grup Facebook, dan membebaskan anggotanya bertukar pasangan untuk bermain seks. Hingga pada Sabtu (14/4) polisi telah mengendus aktivitas komunitas ini di sebuah hotel di Malang.

Baca: Menguak Motif Seks Komunitas Swinger di Surabaya yang Diciduk Polisi

6. Jejak Percintaan Sesama Jenis Bos First Travel Kiki Hasibuan

Kiki Hasibuan (Foto: Fitra Andianto/kumparan)

Drama kasus dugaan penipuan jemaah umrah oleh First Travel tak berhenti pada ribuan calon jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Salah satu rentetan kasus ini berujung pada sebuah kisah cinta sesama jenis yang dilakoni oleh direktur keuangan First Travel, Kiki Hasibuan. Dalam persidangan terungkap bahwa Kiki pernah membeli satu unit apartemen mewah di Puri Park View, Meruya, Jakarta Barat pada 15 Oktober 2015.

Selain itu, Esty Agustin, yang mengaku sebagai mantan pacar Kiki, mengakui jika Kiki membelikan apartemen kepadanya sebagai hadiah ulang tahun. Apartemen tersebut dibeli Kiki seharga Rp 400 juta. Selain itu, Kiki juga membelikan Esty sebuah mobil, handphone, hingga memberikan uang saku yang mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per bulannya.

Baca: Jejak Percintaan Sesama Jenis Bos First Travel Kiki Hasibuan

7. Ombudsman: Kemenag dan Kemenpar Lakukan Maladministrasi dalam Kasus Abu Tours

Penggeledahan kantor Abu Tours Palembang. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Ombudsman RI telah melakukan investigasi mengenai dugaan maladministrasi atas ketidakpastian pemberangkatan umrah oleh Abu Tours dan Travel. Sebagai tindak lanjut, Ombudsman menerbitkan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan yang akan diberikan kepada Menteri Agama, Menteri Pariwisata, dan Kabareskrim Polri. Ombudsman menemukan empat maladministrasi yang dilakukan Kementerian Agama dan satu malaadministrasi yang dilakukan Kementerian Periwisata.

Ombudsman mengusulkan agar Kemenag melakukan moratorium pendaftaran ibadah umrah selama dua bulan dan melakukan audit menyeluruh terhadap semua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sementara untuk Kementerian Pariwisata, Ombudsman mengusulkan agar melakukan pangawasan terhadap Dinas Pariwisata di setiap kabupaten dan kota, dalam hal pendaftaran dan pengajuan izin baru sebagai Biro Perjalanan Wisata (BWP).

Baca: Ombudsman: Kemenag Lakukan Maladministrasi dalam Kasus Abu Tours

8. PPATK Temukan 1.118 Transaksi Mencurigakan Jelang Pilkada 2018

Gathering PPATK di Bogor. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencium adanya transaksi mencurigakan menjelang Pilkada serentak 2018. PPATK menyebut salah satu transaksi itu berkaitan dengan pemberian uang dari penggarap proyek di daerah. Menurut Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, dari akhir tahun 2017 sampai Maret 2018 sudah ada 1.118 transaksi mencurigakan, baik tunai maupun nontunai.

Kiagus mengatakan, transaksi mencurigakan tersebut mengalami peningkatan menjelang pilkada. Berbagai macam modus dapat dilakukan dalam transaksi tersebut, salah satunya berkaitan dengan pemberian uang dari pemenang tender proyek kepada penguasa. Dari temuannnya, Kepala PPATK tersebut berjanji akan melaporkan transaksi tersebut kepada aparat penegak hukum.

Baca: PPATK Temukan 1.118 Transaksi Mencurigakan Jelang Pilkada 2018

9. Kebakaran Hutan di Sydney, Pemerintah Duga Ada Unsur Kesengajaan

Kebakaran di Sydney Selatan. (Foto: AFP/Carlos Coutinho)

Dinas Kebakaran Pedesaan (RFS) negara bagian New South Wales mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran hutan di pinggiran kota Sydney. Kebakaran itu sudah berlangsung sejak Sabtu (14/4) sore dan sedang diselidiki oleh polisi negara bagian New South Wales. Dalam kebakaran itu, lebih dari 2.430 hektar lahan telah terbakar, sementara para penduduk di sekitar lokasi telah dievakuasi.

Baca: Kebakaran Hutan di Sydney, Pemerintah Duga Ada Unsur Kesengajaan

Simak Rangkum edisi lainnya di sini.