Konten Media Partner

Rangkum 29 Maret 2019: Para Tersangka Suap, Angin Kencang Menyergap

Rangkum

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ihwal penetapan para tersangka atas kasus suap pengiriman pupuk, menjadi pembuka Rangkum edisi ini. Berikut selengkapnya.

1. Update OTT Suap Pupuk: Anggota DPR Bowo Pangorso Tersangka hingga Rp 8 Miliar dalam 400 Ribu Amplop

Tersangka kasus suap pupuk, Bowo Sidik Pangarso usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka kasus suap pupuk, Bowo Sidik Pangarso usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi VI, Bowo Sidik Pangarso; Pegawai PT Inersia, Indung; dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti; sebagai tersangka dalam kasus suap pengiriman pupuk, Kamis (28/3). Sementara sisanya yang sebelumnya turut ditangkap KPK, diperbolehkan pulang.

Bowo diduga menerima suap dengan total mencapai Rp 8 miliar. "Dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah.

2. Sidang Habib Bahar Ricuh, Saksi Diteriaki Penipu

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan sela. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Faris

Sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan dua remaja, CAJ dan MKU, oleh terdakwa Habib Bahar bin Smith bersama dua rekannya, Agil Yahya dan Muhammad Abdul Basit, diwarnai kericuhan antara petugas keamanan dan para pendukung Habib Bahar, Kamis (28/3). Sidang yang sempat berlangsung tertutup ini, ricuh karena pendukung Habib Bahar meneriaki saksi korban dengan sebutan 'penipu'.

"Woy, bangsat lu!" teriak salah seorang pendukung pria.

"Penipu, penipu!” teriak pendukung lain.

Baca: Sidang Habib Bahar Ricuh, Saksi Diteriaki Penipu

3. Viral Video Polisi Pukul Warga yang Merekam Proses Tilang

instagram embed

Video keributan antara dua anggota polisi dengan seorang warga viral di sosial media. Keributan bermula ketika warga merekam aksi polisi yang sedang menilangnya, Rabu (27/3). Anggota polisi itu bahkan memaksa untuk memeriksa telepon selular si perekam itu.

“Saat handphone-nya mau dilihat oleh anggota kami, tidak diberikan. Sehingga anggota sedikit memaksa seperti yang ada di video tersebut dan tidak melakukan pemukulan,” kata Kasatlantas Polres Jakarta Utara, AKBP Agung Pitoyo, Kamis (28/3).

Baca: Viral Video Polisi Pukul Warga yang Merekam Proses Tilang

4. Kampanye Prabowo di Bandung: Kenalkan AHY dan Aher Calon Menteri hingga Semprot Media

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik pada acara Rapat Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat. Foto: Reuters/Willy Kurniawan

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berkampanye di lapangan Sidolig, Jalan A Yani, Bandung, Kamis (28/3). Dalam kampanye itu, Prabowo memperkenalkan politikus yang bakal menjadi menterinya bila terpilih, di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Heryawan.

Prabowo juga menyemprot awak media dalam kampanye itu. “Ini media ini, lo ke sini liput acara atau mau nunggu gue salah ngomong? Saya tidak takut bicara karena saya membela rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Baca: Kampanye Prabowo di Bandung: Kenalkan AHY dan Aher Calon Menteri hingga Semprot Media

5. Keluarga Kepala Sekolah Segel SD Lantaran Tolak Keluarganya Dimutasi

Suasana siswa siswi SDN 19 Banawa, Kabupaten Donggala belajar diluar ruangan kelas. Hal ini akibat sekolah mereka di segel oleh warga yang mengatasnamakan sebagai ahli waris tanah di sekolah tersebut. Foto: PaluPoso/Situr Wijaya.

Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 19 Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terpaksa belajar di halaman sekolah lantaran sekolahnya disegel. Sekolah tersebut dilingkari segel bertuliskan ‘Sekolah Ini Disegel Ahli Waris Tanah’.

Pemicunya ialah kepala sekolah dimutasi, sehingga keluarga sebagai pemilik tanah tak menerima hal itu. “Kami segel sebagai bentuk penolakan kepala sekolah baru, Ibu Susilawati, yang menggantikan kepala sekolah lama atas nama Suparti," kata Ridwan, Kamis (28/3).

Baca: Keluarga Kepala Sekolah Segel SD Lantaran Tolak Keluarganya Dimutasi

6. 4 Pohon di Tegal Tumbang dan Sejumlah Rumah Rusak akibat Hujan dan Angin Kencang

Atap rumah di Kelurahan Panggung, Kota Tegal roboh setelah diguyur hujan disertai angin kencang, Kamis (28/3). (Foto: Heru Sukoco)

Sejumlah rumah dan empat pohon di Tegal tumbang akibat diterjang hujan dan angin kencang, Kamis (28/3). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Kami berkoordinasi dengan Polsek Sumurpanggang yang mengamankan lokasi kejadian. Dibangu warga setempat untuk mengevakuasi pohon tumbang dan puing-puing rumah roboh," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan.

Atap rumah di Kelurahan Panggung, Kota Tegal roboh setelah diguyur hujan disertai angin kencang, Kamis (28/3). (Foto: Heru Sukoco)

Baca: 4 Pohon di Tegal Tumbang dan Sejumlah Rumah Rusak akibat Hujan dan Angin Kencang

--------------

Ikuti terus Rangkum edisi lainnya di sini.