Biaya Hidup Melejit, Impian Investasi Jadi Pailit

Mahasiswi aktif Program Studi Akuntansi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Reva Yunita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Di mana-mana, kita mendengar keluhan yang sama mengenai harga barang yang semakin mahal. Mulai dari bahan pangan, bahan bakar, hingga biaya tempat tinggal. Pengeluaran yang meningkat menyebabkan impian investasi menjadi tidak terealisasikan, tetapi kita bisa berinvestasi kepada diri kita dengan mengembangkan keterampilan dan keahlian untuk masa depan yang lebih baik.

Fenomena Gaji Numpang Lewat dan Tingginya Beban Pengeluaran
Harga barang pokok yang terus naik perlahan-lahan menurunkan daya beli masyarakat. Misalnya, kenaikan harga bahan bakar seperti Pertamax berdampak langsung pada peningkatan biaya transportasi. Akibatnya, harga barang dan kebutuhan pokok di pasar turut mengalami kenaikan. Situasi ini tentu menyulitkan masyarakat karena ongkos perjalanan menjadi lebih mahal dan pengeluaran untuk belanja dapur semakin membengkak.
Gaji bulanan yang baru masuk habis lebih cepat hanya untuk membeli kebutuhan pokok yang harganya naik. Banyak pekerja mengeluhkan fenomena upah yang sekadar singgah tanpa sempat mengendap di rekening. Formula akuntansi sederhana menyatakan bahwa laba bersih didapat dari total pendapatan dikurangi seluruh beban. Ketika beban hidup melesat tanpa kendali, sisa uang kita otomatis menjadi nol. Jangankan memikirkan masa depan, bertahan hidup hingga akhir bulan saja sudah menjadi prestasi tersendiri.
Dompet yang Tekor Bikin Tabungan dan Investasi Cuma Khayalan
Dampak paling nyata dari tingginya biaya hidup ini adalah tidak terealisasikannya investasi. Arus kas harian masyarakat kini berada dalam posisi yang sangat rentan. Berinvestasi pada instrumen seperti saham, reksa dana, obligasi, bahkan emas jelas membutuhkan modal dari “uang dingin” atau “dana menganggur”. Ketika uang dingin tersebut habis dipakai membeli kebutuhan pokok, maka rencana investasi otomatis terhenti. Keadaan ini menjadi lebih berat karena harga barang terus naik, sementara gaji kita tidak mengalami peningkatan.
Uang yang tadinya mau disisihkan untuk masa depan, terpaksa dipakai lagi dan lagi demi menutupi kekurangan ongkos harian. Akhirnya, jangankan bisa investasi, bisa memenuhi kebutuhan saja sudah bersyukur sekali. Impian memiliki dana simpanan pun pelan-pelan luntur karena kenyataannya uang kita habis hanya untuk menyambung hidup dari hari ke hari.
Kondisi ini membuat generasi muda terjebak dalam siklus hidup dari gaji ke gaji, kesulitan membangun dana darurat, dan terancam tidak memiliki aset produktif di masa depan. Kita semua memahami pentingnya berinvestasi sejak usia muda agar memiliki kebebasan finansial di masa depan. Impian tersebut akhirnya harus dinyatakan pailit oleh keadaan ekonomi saat ini.
Cara Mengatur Pengeluaran
Di masa sulit seperti sekarang, kita harus pintar-pintar mengelola uang sendiri. Kita perlu memeriksa kembali catatan belanja bulanan secara cermat. Tujuannya adalah untuk memantau setiap pengeluaran, menemukan pengeluaran yang tidak perlu, dan memastikan uang cukup sampai akhir bulan, bahkan bisa disisihkan untuk dana darurat serta investasi.
Buatlah daftar kebutuhan sesuai skala prioritas, mulai dari yang paling mendesak sampai yang bisa ditunda. Pengeluaran seperti jajan kopi atau biaya langganan nonton film sebaiknya dihentikan dulu. Langkah darurat ini sangat penting agar uang tidak habis. Selain itu, kita bisa memanfaatkan diskon dan promo yang ada di marketplace atau menawar harga barang di pasar agar dapat menghemat pengeluaran.
Tidak mudah mengubah gaya hidup secara drastis dalam waktu singkat. Mengorbankan kesenangan kecil hari ini jauh lebih baik daripada harus menghadapi krisis keuangan yang parah di masa depan. Kita harus belajar hidup lebih hemat dan disiplin demi kebaikan diri sendiri.
Berinvestasi Pada Kemampuan Diri Sendiri
Jangan menyerah jika saat ini belum punya cukup uang untuk berinvestasi. Ketika modal tipis, investasi terbaik adalah meningkatkan kemampuan diri. Kita bisa memanfaatkan internet untuk belajar keahlian baru yang sedang banyak dicari di dunia kerja.
Sekarang, ada banyak materi gratis di internet. Kita bisa belajar coding, desain, hingga pemasaran digital secara mudah. Kemampuan baru ini akan membantu kita menciptakan produk sendiri, mencari uang tambahan, atau bahkan mendapatkan gaji yang lebih besar. Intinya, kunci keuangan aman di masa sulit adalah memangkas pengeluaran secara cermat dan meningkatkan kualitas pada diri kita untuk masa depan yang lebih baik.
