Murid Cerdas Pajak Tuntas: Menyemai Kesadaran Pajak Sejak Dini

Saya seorang pegajar di Sekolah Citra Alam unit SMP. Memiiki hobi memasak dan dimsum adalah favorit cemilan saat ini.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Rohmi Ummu Fithriyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sempat viral pernyataan yang dinisbatkan kepada salah seorang pejabat bidang keuangan yang menyebut guru sebagai beban negara. Belakangan, sosok yang dituding mengklarifikasi bahwa statemennya telah dipelintir dengan menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Menyebut guru sebagai beban jelas kesalahan fatal. Siapa pun pemberi statemennya. Terlebih jika (sekali lagi jika) itu muncul dari pejabat yang selama ini getol mengampanyekan kewajiban membayar pajak kepada negara.
Mari kita bedah, peran guru ditemani rebusan sehat dan secangkir sernipan hangat alias sereh nipis pandan minuman khas Sekolah Citra Alam Ciganjur tempat saya mengajar. Besar harapan tulisan ini menghantarkan lebih bepikir cerdas dan tangkas memaknai peran penting nan epik guru menyiapkan generasi sadar pajak sejak dini. Mengapa?
Pasalnya, sebagai pengajar, pendidik, sekaligus mitra tumbuh kembang anak, guru memiliki peran penting membangun kesadaran murid terkait kewajibannya kepada negara dan hak-haknya sebagai warga. Salah satu kewajiban warga negara berkategori mampu adalah membayar pajak.
Sepaket dengan kewajiban itu adalah hak untuk mengawasi penggunaan pajaknya dalam proses penganggaran dan pembelanjaannya untuk kepentingan publik. Dalam konteks inilah guru bisa menjadi agen dalam menumbuhkan keadaban dan nalar kritis murid sebagai sosok yang kelak juga menjadi pemangku kuasa dan kepentingan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendekatan pembelajaran pajak
Profesi guru dituntut memiliki kekayaan pendekatan, model, dan metode pembelajaran. Melalui langkah-langkah itu guru bisa menjadi agen pengetahuan tentang seluk beluk pajak, dari tujuan, manfaat, hingga detail teknisnya.
Sebagai penyemai nalar kritis murid, guru berperan sebagai pengantar pengetahuan tentang pajak, pemahaman yang jelas, kontekstual, dan menciptakan inovasi pembelajaran di era digital saat ini bersamaan dengan masifnya perkembangan teknologi.
Pendekatan dan metode pembelajaran yang interaktif dan inovatif dapat meningkatkan minat murid terhadap topik pajak. Salah satu model pembelajaran itu adalah problem based learning (PBL) yang menempatkan masalah nyata/studi kasus sebagai fokus utama. Murid diajak terlibat dalam pemecahan masalah mencari solusi. Hal ini tentunya relevan dengan teori yang dikembangkan oleh Jean Piaget yang menyatakan bahwa murid membangun pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya.
Selain itu, guru juga dapat menggunakan model inquiry learning, pembelajaran yang menekankan pada keaktifan murid dalam mencari pengetahuan. Sehingga murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif terlibat dalam proses belajar melalui pertanyaan, penyelidikan, dan eksplorasi. Pembelajaran berbasis inkuiri menjadikan murid berpikir kritis, kreatif, dan mandiri, sekaligus mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi yang menjadi kunci kesuksesan pembelajaran untuk masa depan.
Alternatif metode lain yang dapat dilakukan di kelas supaya murid mengenal, memahami, dan menjelaskan pajak antara lain; focus group discussion (FGD) melalui pengelompokan menyesuaikan jumlah murid di dalam kelas, bermain peran (role playing), dan permainan edukatif lainnya dengan harapan menjadikan murid dapat memaknai informasi tentang pajak secara menyenangkan, mendalam, dan bermakna.
Di era digital kini, guru juga dapat menambah performanya dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital seperti aplikasi atau platform pembelajaran online. Sehingga murid dapat menerima akses yang lebih luas dan menarik. Pemanfaatan alat digital seperti gawai, laptop, dan internet akan memudahkan pembelajaran tentang pajak. Guru dan murid juga bisa bekerja sama menggarap proyek seperti presentasi interaktif, poster edukasi, video edukasi, short movie, vlog, dan proyek digital lainnya.
Seluruh hasil proyek dapat ditayangkan di beragam platform media sosial. Selain sebagai kebanggaan murid karena karyanya terpublikasikan, juga menjadi sarana edukasi publik tentang pajak. Konten-konten edukatif yang disajikan secara “renyah” dapat meningkatkan kesadaran generasi muda yang lebih banyak berinteraksi dengan dunia digital akan pentingnya menjadi pribadi cerdas yang taat pajak.
Pengembangan kurikulum yang inovatif melalui integrasi mata pelajaran seperti bahasa Indonesia, IPS, pendidikan Pancasila, matematika, dan agama, yaitu menguatkan konten yang relevan terkait pajak dan dampaknya terhadap masyarakat.
Pembelajaran tentang pajak juga berdampak meningkatnya literasi finansial pada diri murid. Bahwa dalam setiap sen uang yang dimilikinya harus dikelola dan didayagunakan secara tepat. Fenomena masifnya judi daring juga dipicu oleh rendahnya literasi finansial sehingga orang terjebak dalam pola instan untuk mengeruk keuntungan.
Pajak berperan vital dalam proses pembangunan negara jika pemerintah mendayagunakannya secara bijaksana dan menjauhi praktik-praktik koruptif manipulatif. Dalam era digital yang serbatransparan, guru juga harus mengajak murid untuk terlibat aktif dalam melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan pajak melalui kanal-kanal daring yang tersedia.
Semua proses di atas dalam rangka memudahkan murid dalam memahami pajak serta manfaatnya secara lebih mendalam namun menyenangkan. Tantangan-tantangan seperti terbatasnya akses teknologi dan pemahaman murid yang beragam menuntut guru beradaptasi dengan ketersediaan layanan maupun media pembelajaran.
Bahkan dalam mempertajam pemahaman sadar pajak kepada murid, guru dapat melakukan riset online karena Direktorat Jenderal Pajak senantiasa memberikan kemudahan melalui digitalisasi layanan perpajakan. Berikut ini layanan perpajakan digital yang dapat diakses oleh masyarakat khususnya wajib pajak, antara lain informasi coretax, kalkulator pajak, saluran pengaduan, aplikasi kunjung pajak, informasi kurs pajak, dan layanan informasi publik. Kesemuanya dapat diakses melalui https://pajak.go.id/id dengan mudah.
Jadi apakah Bapak/Ibu Guru sudah melakukan peran aktifnya? Besar harapan, kesadaran dan tanggung jawab pajak sejak dini sudah terbangun melalui pembelajaran yang relevan, efektif, dan inovatif pada era digital ini. Mari menjadi guru yang berdampak untuk kemajuan negara melalui upaya pengembangan kurikulum inovatif menhadirkan integrasi pembelajaran pajak melalui mata pelajaran, seminar, kunjungan virtual berbasis video, blog, dan media online untuk murid kita sejak di bangku sekolah. Murid cerdas, pajak tuntas!
