Apa Itu Self Esteem dan Pentingnya Harga Diri dalam Kehidupan
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Self esteem adalah bagian penting dari cara seseorang memandang dan menghargai dirinya sendiri. Konsep ini sering dikaitkan dengan kepercayaan diri dan penilaian terhadap kemampuan pribadi. Banyak orang mungkin belum menyadari, self esteem sangat memengaruhi kualitas hidup serta relasi sosial sehari-hari.
Pengertian Self Esteem
Self esteem atau harga diri merupakan istilah yang sering dibahas dalam psikologi. Menurut Srisayekti, Setiady, dan Sanitioso dalam artikel jurnal Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar, self-esteem merupakan evaluasi positif atau negatif terhadap diri sendiri, yaitu bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
Definisi Self Esteem
Secara sederhana, self esteem adalah penilaian seseorang terhadap nilai dirinya. Individu dengan self esteem sehat cenderung merasa yakin, tidak mudah terpengaruh, dan mampu menghadapi tantangan. Sebaliknya, harga diri yang rendah bisa membuat seseorang mudah ragu dan sulit berkembang.
Konsep Harga Diri dalam Psikologi
Dalam psikologi, self-esteem berkaitan dengan evaluasi positif maupun negatif seseorang terhadap dirinya sendiri. Menurut Srisayekti, Setiady, dan Sanitioso dalam artikel jurnal Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar, self-esteem merupakan elemen penting dalam pembentukan konsep diri dan dapat berdampak luas pada sikap serta perilaku seseorang.
Mengapa Self Esteem Penting dalam Kehidupan?
Self esteem berperan besar dalam membentuk keseimbangan mental dan sosial seseorang. Dengan harga diri yang baik, seseorang lebih mudah meraih kebahagiaan dan membangun hubungan yang sehat.
Dampak Self Esteem terhadap Kesehatan Mental
Memiliki self esteem yang baik dapat meningkatkan kepercayaan diri dan daya tahan terhadap stres. Orang dengan harga diri positif biasanya lebih mudah bangkit dari kegagalan. Namun, self esteem yang rendah bisa meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan perasaan tidak berarti.
Peran Self Esteem dalam Perilaku Sosial
Self-esteem juga berkaitan dengan perilaku sosial. Dalam artikel jurnal Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar, Srisayekti, Setiady, dan Sanitioso menjelaskan bahwa ancaman terhadap self-esteem dapat berdampak pada sikap dan perilaku seseorang, termasuk munculnya perilaku menghindar dari target dalam konteks prasangka sosial.
Faktor yang Mempengaruhi Self Esteem
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi self esteem seseorang, mulai dari lingkungan hingga pengalaman pribadi. Setiap individu memiliki perjalanan unik dalam membangun harga dirinya.
Lingkungan Sosial dan Dukungan
Lingkungan yang suportif, seperti keluarga dan teman, sangat membantu pembentukan self esteem. Dukungan emosional dan penghargaan dari sekitar membuat seseorang merasa dihargai dan diterima, sehingga self esteem lebih mudah tumbuh.
Pengalaman Pribadi dan Penilaian Diri Sendiri
Selain lingkungan, pengalaman masa lalu dan cara seseorang menilai dirinya sendiri turut berperan besar. Seperti tercantum dalam sumber sebelumnya, pembentukan self-esteem dipengaruhi oleh reflected appraisals dan komparasi sosial. Dokumen ini juga menjelaskan bahwa ancaman terhadap self-esteem, seperti umpan balik negatif, dapat menurunkan harga diri seseorang.
Kesimpulan
Self esteem merupakan aspek penting yang membentuk cara seseorang memandang dirinya dan menjalani hidup. Dengan harga diri yang sehat, individu cenderung lebih percaya diri, mudah beradaptasi, dan mampu meraih kesejahteraan mental. Menjaga self esteem tetap positif bukan hanya soal merasa cukup, tetapi juga kunci untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Self Improvement: Proses Menjadi Versi Terbaik Diri