Konten dari Pengguna

Earned Secure Attachment: Pengertian dan Contoh dalam Hubungan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Earned Secure Attachment. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Earned Secure Attachment. Foto Unsplash.

Earned secure attachment sering muncul ketika orang dewasa menyadari pola hubungan mereka berubah menjadi lebih sehat, meski masa kecilnya penuh pengalaman tidak aman. Istilah ini membantu menjelaskan bagaimana seseorang bisa membangun rasa aman emosional lewat proses panjang, bukan hanya karena lahir di keluarga yang hangat. Pemahaman konsep ini berguna bagi siapa pun yang sedang berusaha memperbaiki pola hubungan.

Apa Itu Earned Secure Attachment?

Dalam psikologi perkembangan, earned secure attachment menggambarkan orang dewasa yang kini merasa cukup aman dalam hubungan, walau riwayat masa kecilnya diwarnai pengasuhan yang tidak konsisten atau menyakitkan. Mereka tidak tumbuh dengan pola secure sejak kecil, namun “mencapai” rasa aman ini di kemudian hari melalui pengalaman hidup. Jadi, sumber keamanannya lebih banyak terbentuk di masa dewasa.

Berbeda dengan secure attachment sejak kanak-kanak yang biasanya muncul dari pola asuh responsif dan hangat, earned secure attachment terbentuk setelah ada jarak waktu dan refleksi terhadap masa lalu.

Menurut Glenn I. Roisman dan rekan dalam artikel ilmiah “Earned-Secure Attachment Status in Retrospect and Prospect” yang diterbitkan di jurnal Child Development pada 2002, individu dengan earned-secure attachment digambarkan sebagai orang yang dapat menceritakan pengalaman masa kecil negatif secara koheren, terbuka, dan terkendali.

Artikel tersebut juga menunjukkan bahwa kelompok earned-secure memiliki kualitas hubungan romantis dewasa yang sebanding dengan kelompok continuous-secure dan lebih tinggi dibandingkan kelompok insecure.

Ciri-Ciri dan Indikator Earned Secure Attachment

Secara kognitif, individu dengan earned secure attachment biasanya mengingat masa kecil secara lebih seimbang. Mereka dapat mengakui luka dan kekurangan pengasuhan, namun tetap melihat konteks dan tidak menghapus seluruh hal positif yang pernah ada.

Dari sisi emosi, mereka lebih mampu mengelola marah, sedih, dan takut ketika berhubungan dekat dengan orang lain. Kedekatan terasa menenangkan, bukan ancaman, meskipun sesekali masih muncul rasa ragu.

Dalam hubungan, pola interaksi cenderung lebih terbuka dan responsif. Mereka mampu meminta bantuan, menetapkan batas sehat, dan mengakui kesalahan tanpa merasa hancur secara identitas.

Faktor yang Berperan dalam Terbentuknya Earned Secure Attachment

Beberapa pengalaman hubungan yang suportif di masa dewasa sangat berpengaruh, misalnya pasangan yang konsisten, terapis yang empatik, atau mentor yang bisa dipercaya. Hubungan seperti ini memberi “koreksi” terhadap keyakinan lama bahwa semua kedekatan pasti berbahaya.

Selain itu, kemampuan refleksi diri dan menyusun narasi hidup yang koheren menjadi fondasi penting. Orang mulai melihat benang merah antara masa lalu dan perilaku sekarang, lalu secara sadar memilih cara baru dalam menjalin kedekatan.

Temuan Roisman dkk. dalam artikel “Earned-Secure Attachment Status in Retrospect and Prospect” mendukung gagasan bahwa attachment security dapat berubah dari masa bayi hingga dewasa. Artikel tersebut juga mengaitkan earned-security dengan proses resiliensi, tetapi menekankan bahwa resiliensi bukan sekadar kemampuan individu untuk bangkit sendiri, melainkan hasil dari dukungan perkembangan dan sistem protektif yang membantu seseorang berfungsi secara kompeten di tengah pengalaman sulit.

Contoh Earned Secure Attachment dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam keseharian, earned secure attachment tampak dari cara seseorang merespons konflik dan stres relasional. Mereka mungkin masih terpicu oleh situasi tertentu, namun lebih cepat menenangkan diri dan mengajak bicara dengan kepala dingin. Sementara itu, individu dengan attachment yang tetap tidak aman cenderung bertahan pada pola menghindar, meledak, atau terlalu melekat.

Perbedaan lain bisa terlihat ketika pasangan berjarak sementara karena kesibukan. Orang dengan pola earned secure biasanya merasa kangen, namun tetap percaya pada komitmen hubungan. Lain halnya dengan pola yang lebih tidak aman, yang sering kali dibayangi kecemasan berlebihan atau kecurigaan.

Contoh Naratif: Dari Masa Kecil Sulit ke Pola Hubungan yang Lebih Aman

Bayangkan seseorang yang tumbuh dengan orang tua yang sering marah dan tidak bisa ditebak. Di masa muda, ia mudah curiga, takut ditinggalkan, dan sering menguji pasangan. Pola ini membuat hubungan berulang kali berakhir dengan pertengkaran besar.

Beberapa tahun kemudian, ia bertemu pasangan yang konsisten dan mau berdialog, sekaligus memulai terapi. Pelan-pelan, ia belajar mengenali pemicu, meminta dukungan tanpa mengancam, dan memaknai masa lalu sebagai bagian dari perjalanan, bukan vonis selamanya. Hubungan yang sekarang tidak selalu mulus, namun terasa jauh lebih aman dan saling percaya.

Implikasi Praktis Earned Secure Attachment untuk Individu dan Hubungan

Konsep earned secure attachment memberi harapan bahwa pola lama tidak selamanya mengikat. Seseorang dapat membangun rasa aman baru lewat kombinasi refleksi diri, hubungan suportif, dan keberanian mencoba cara berinteraksi yang berbeda.

Bagi orang tua, pasangan, maupun praktisi seperti psikolog, pemahaman ini membantu mereka mendampingi proses perubahan tanpa menyepelekan luka masa lalu. Fokusnya bergeser pada bagaimana menciptakan pengalaman emosional yang lebih konsisten dan hangat di masa kini, sehingga pola attachment yang lebih aman dapat tumbuh.

Kesimpulan

Earned secure attachment menunjukkan bahwa rasa aman dalam hubungan bisa terbentuk, meski masa kecil penuh pengalaman tidak aman. Proses ini bertumpu pada hubungan dewasa yang suportif dan kemampuan menyusun ulang cerita hidup secara lebih utuh.

Dengan memahami earned secure attachment, individu dapat melihat bahwa perubahan pola kedekatan sangat mungkin terjadi. Kesadaran ini membuka ruang untuk mencari bantuan, membangun relasi yang lebih sehat, dan menata ulang cara menjalin kedekatan di sepanjang hidup.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Hubungan dan Relationship: Memahami, Menjaga, dan Mengembangkan Cinta