Konten dari Pengguna

Edward Thorndike: Teori dan Karier

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikologi Pendidikan. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikologi Pendidikan. Gambar: Pexels.

Edward Thorndike dikenal sebagai pelopor psikologi pendidikan yang pemikirannya masih relevan hingga kini. Teori dan karier Edward Thorndike telah memberi warna baru dalam dunia pembelajaran, terutama melalui eksperimen dan gagasannya tentang proses belajar.

Biografi Singkat Edward Thorndike

Menurut buku An Introduction to the History of Psychology. 7th ed., Edward Lee Thorndike lahir di Amerika Serikat pada tahun 1874 dan merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan psikologi pendidikan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 (Hergenhahn & Henley, 2014).

Latar Belakang dan Pendidikan

Menurut Firliani dkk., dalam prosiding yang berjudul Teori Throndike dan Implikasinya dalam Pembelajaran Matematika, Thorndike mendapat gelar sarjananya dari Wesleyan University di Connecticut pada tahun 1895, dan master dari Harvard pada tahun 1897; ketika di Harvard, ia mengikuti kelas William James dan mereka pun cepat menjadi akrab. Ia kemudian menerima beasiswa di Columbia dan mendapatkan gelar PhD-nya pada tahun 1898.

Perjalanan Karier Awal

Setelah lulus, Thorndike tinggal dan mengajar di Columbia University sampai pensiun pada tahun 1940 (Firliani dkk., 2019). Ia menerbitkan buku berjudul Animal Intelligence, An Experimental Study of Association Process in Animals, yang merupakan hasil penelitiannya terhadap tingkah laku beberapa jenis hewan seperti kucing, anjing, dan burung yang mencerminkan prinsip dasar proses belajar sebagai terjadinya hubungan antara stimulus dan respons.

Teori Edward Thorndike tentang Pembelajaran

Thorndike memperkenalkan tiga hukum utama tentang pembelajaran yang hingga kini masih diajarkan di fakultas pendidikan. Teori Edward Thorndike — dikenal sebagai "Teori Connectionism" — menyoroti bagaimana manusia menyerap pengetahuan melalui proses berulang dan akibat dari suatu tindakan.

Hukum Kesiapan (Law of Readiness)

Seseorang yang hendak belajar agar menuai keberhasilan harus memiliki kesiapan, baik fisik maupun psikis (Firliani dkk., 2019). Kesiapan ini menjadi prasyarat bagi hasil belajar yang optimal.

Hukum Latihan (Law of Exercise)

Hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi semakin kuat jika sering digunakan (Firliani dkk., 2019). Latihan berulang menjadi kunci keberhasilan dalam menguasai materi.

Hukum Akibat (Law of Effect)

Hukum ini berbunyi: "hubungan antar stimulus dan respons diperkuat apabila akibatnya memuaskan dan akan melemah apabila akibatnya tidak memuaskan." Suatu perbuatan yang menyebabkan kesenangan atau kepuasan cenderung untuk diulang; sebaliknya apabila tidak menyenangkan akan cenderung dihentikan (Firliani dkk., 2019).

Implikasi Teori Thorndike dalam Pembelajaran Matematika

Penerapan hukum-hukum tersebut sangat terasa dalam proses belajar matematika. Dalam teori Thorndike, perilaku peserta didik terutama ditentukan oleh penghargaan (reward) eksternal; guru disarankan untuk selalu menggunakan berbagai strategi pemberian hadiah untuk mempertahankan minat belajar siswa di kelas (Firliani dkk., 2019).

Contoh Penerapan di Kelas

Sebelum memulai proses belajar mengajar, pendidik harus memastikan siswanya siap mengikuti pembelajaran; pembelajaran yang diberikan sebaiknya berupa pembelajaran yang kontinu agar materi lampau tetap diingat siswa; dan contoh serta soal latihan yang diberikan tingkat kesulitannya bertahap dari yang mudah sampai yang sulit (Firliani dkk., 2019).

Kontribusi dan Pengaruh Thorndike dalam Psikologi Pendidikan

Pemikiran Thorndike membawa perubahan besar dalam metode belajar-mengajar. Eksperimen Thorndike menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena belajar dalam memecahkan masalah (Firliani dkk., 2019).

Inovasi dalam Penelitian Eksperimen

Thorndike, seorang ilmuwan behaviorisme sepanjang sejarah, mengembangkan teori belajar melalui hubungan stimulus-respons (S-R) yang pertama kali dibuktikan melalui eksperimen hewan. Konsep penting lain dari teorinya adalah transfer of training — apa yang pernah dipelajari anak sekarang harus dapat digunakan untuk hal lain di masa yang akan datang (Firliani dkk., 2019).

Pengaruh terhadap Metode Pembelajaran Modern

Sebelum tahun 50-an, kurikulum matematika sekolah dasar dipengaruhi oleh teori Thorndike, terutama ditandai dengan pengembangan keterampilan komputasional. Namun, teori ini juga memiliki kelemahan: terlalu memandang manusia sebagai mekanismus dan otomatisme belaka, disamakan dengan hewan, serta mengabaikan pengertian sebagai unsur pokok dalam belajar (Firliani dkk., 2019).

Kesimpulan: Warisan Edward Thorndike dalam Dunia Pendidikan

Edward Thorndike telah meninggalkan warisan penting dalam dunia pendidikan melalui teori pembelajaran yang ia kembangkan. Hukum-hukum yang ia tawarkan menjadi dasar bagi berbagai strategi mengajar yang memudahkan siswa memahami materi. Karier Edward Thorndike juga menjadi inspirasi bagi banyak pendidik dan peneliti hingga kini.