Emotional Bids: Pengertian dan Ciri-Ciri Menurut Psikologi
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Emotional Bids sering muncul dalam percakapan sehari-hari, meski banyak orang belum familiar dengan istilahnya. Konsep ini membantu menjelaskan mengapa ada hubungan yang terasa hangat dan dekat, sementara yang lain terasa hambar. Dengan memahami pola kecil ini, kita bisa lebih peka terhadap kebutuhan emosional orang terdekat.
Apa Itu Emotional Bids dalam Hubungan?
Secara sederhana, emotional bids adalah “tawaran” seseorang untuk menjalin koneksi emosional, baik lewat kata-kata, gestur, maupun tindakan kecil.
Menurut Mariana Plata dalam artikel populer “7 Ways People Bid For Connection” di Psychology Today, bids for connection adalah upaya untuk mendapatkan perhatian, afeksi, dan/atau penerimaan dari orang lain. Artikel tersebut menjelaskan bahwa kebutuhan untuk terhubung dapat muncul melalui berbagai cara, seperti berbagi cerita, mencari perhatian, membagikan pencapaian, mengirim tautan, mencari afeksi fisik, membicarakan minat bersama, atau menyampaikan kepedulian.
Ketika tawaran ini disambut, hubungan biasanya terasa lebih aman dan dekat. Sedangkan saat emotional bids sering diabaikan, jarak emosional perlahan muncul. Oleh karena itu, memahami apa itu Emotional Bids membantu kita membaca sinyal yang sebelumnya mungkin tampak sepele.
Fungsi Emotional Bids bagi Kesehatan Relasi
Respon terhadap emotional bids sering disebut sebagai “turning toward” ketika kita menanggapi, dan “turning away” ketika kita mengabaikan. Saat pasangan, keluarga, atau teman merespons dengan hadir dan mendengar, rasa percaya dan keintiman pun tumbuh. Sementara itu, respon dingin atau meremehkan bisa membuat orang enggan membuka diri lagi.
Dalam hubungan pasangan, contohnya ketika satu pihak bercerita tentang hari yang melelahkan, lalu yang lain menaruh gawai dan mendengarkan. Di keluarga, bisa berupa orang tua yang menanggapi pertanyaan kecil anak dengan sabar. Jika dalam jangka panjang emotional bids terus diabaikan, hubungan berisiko terasa kering dan penuh salah paham.
Ciri-Ciri dan Bentuk Emotional Bids dalam Kehidupan Sehari-hari
Ciri Emotional Bids sering kali halus, tidak selalu berupa kalimat langsung seperti “tolong perhatikan aku”. Seseorang mungkin sekadar bertanya, bercanda, atau mendekat secara fisik sebagai cara meminta koneksi. Intinya, ada kebutuhan untuk didengar, dimengerti, dan divalidasi dalam setiap upaya tersebut.
Artikel Psychology Today tersebut menjelaskan bahwa bids for connection dapat muncul dalam berbagai bentuk sehari-hari, seperti berbagi cerita, mencari perhatian, membagikan pencapaian, mengirim tautan, meminta afeksi fisik, membicarakan minat bersama, atau menyampaikan kepedulian. Jika diperhatikan, perilaku yang tampak sederhana atau sepele ini sebenarnya dapat menjadi cara seseorang meminta didengar, dipahami, dihargai, dan didukung.
Cara Mengenali dan Merespons Emotional Bids dengan Sehat
Beberapa tanda halus emotional bids antara lain perubahan nada suara, komentar ringan seperti “capek banget hari ini”, tatapan yang menunggu respon, hingga sentuhan singkat di bahu. Respon sehat biasanya melibatkan tiga hal: hadir, mendengarkan, dan menanggapi dengan empati. Misalnya, menjawab pertanyaan kecil dengan sungguh-sungguh, atau menunda sebentar aktivitas untuk menatap lawan bicara.
Sebaliknya, respon yang meremehkan muncul dalam bentuk mengganti topik, bercanda berlebihan saat orang lain sedang serius, atau sibuk dengan gawai. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,
Psychology Today melalui artikel yang sama menjelaskan bahwa ketika seseorang memperhatikan bids for connection, ia dapat menyadari bahwa banyak orang berusaha terhubung setiap hari. Artikel tersebut juga menyebut bahwa salah satu respons terhadap tawaran koneksi adalah turn towards, yaitu merespons tawaran tersebut dan membangun koneksi.
Kesimpulan
Memahami Emotional Bids membantu kita melihat bahwa kedekatan tidak hanya ditentukan oleh momen besar, tetapi juga oleh respon terhadap isyarat kecil sehari-hari. Pertanyaan ringan, keluhan singkat, hingga ajakan melakukan aktivitas bersama sering kali menjadi pintu menuju hubungan yang lebih hangat.
Dengan belajar mengenali dan merespons Emotional Bids secara sadar, kita memberi ruang bagi orang terdekat untuk merasa aman secara emosional. Langkah sederhana ini bisa menjadi fondasi penting bagi pasangan, keluarga, maupun pertemanan agar tetap akrab dan saling mendukung.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Hubungan dan Relationship: Memahami, Menjaga, dan Mengembangkan Cinta