Memahami Ghosting dalam Hubungan: Definisi dan Dampaknya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena ghosting dalam hubungan kini semakin sering dibahas, terutama di era komunikasi digital yang serba cepat. Banyak orang mengalami situasi ketika pasangan atau teman tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan tentang penyebab dan dampak ghosting yang dirasakan oleh korban maupun pelaku.
Apa Itu Ghosting dalam Hubungan?
Ghosting dalam hubungan merujuk pada tindakan mengakhiri komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan.
Menurut Hari Ramdani dkk. dalam artikel jurnal “Ghosting dalam Hubungan Romantis: Tinjauan Psikologis dan Sosiologis dalam Hubungan Modern” yang diterbitkan di SABANA: Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, ghosting semakin umum terjadi seiring kemajuan teknologi dan media sosial yang mengubah pola komunikasi serta norma interaksi.
Fenomena ini banyak ditemukan dalam hubungan romantis, tetapi juga dapat muncul dalam lingkup pertemanan sebagai bagian dari dinamika sosial yang lebih luas.
Definisi Ghosting dalam Hubungan
Penjelasan Singkat Ghosting
Ghosting adalah ketika seseorang memutus kontak secara mendadak dan mengabaikan pesan tanpa alasan jelas. Biasanya, korban tidak mendapatkan penjelasan, sehingga meninggalkan ketidakpastian.
Fenomena Ghosting di Era Modern
Perkembangan media sosial dan aplikasi pesan instan diduga mempercepat terjadinya ghosting. Banyak individu merasa lebih mudah menghilang secara digital dibandingkan menghadapi situasi tidak nyaman secara langsung.
Penyebab Seseorang Melakukan Ghosting
Faktor Psikologis Pelaku Ghosting
Beberapa pelaku ghosting cenderung menghindari konflik atau ketidaknyamanan emosional. Mereka memilih menghilang agar tidak perlu menghadapi percakapan sulit atau penolakan.
Faktor Sosial dan Budaya
Selain faktor pribadi, tekanan lingkungan dan norma sosial juga bisa memengaruhi keputusan melakukan ghosting. Budaya komunikasi instan membuat keterputusan hubungan terasa lebih mudah dilakukan.
Dampak Ghosting dalam Hubungan Romantis
Ghosting dalam hubungan ternyata membawa dampak cukup besar, baik secara psikologis maupun sosial.
Dampak Psikologis pada Korban Ghosting
Perasaan Cemas dan Tidak Aman
Korban ghosting kerap merasakan kecemasan berlebih dan ketidakpastian. Mereka sulit memahami alasan dibalik menghilangnya pelaku.
Penurunan Kepercayaan Diri
Menurut Hari Ramdani dkk. dalam artikel jurnal “Ghosting dalam Hubungan Romantis: Tinjauan Psikologis dan Sosiologis dalam Hubungan Modern” yang diterbitkan di SABANA: Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, ghosting dapat membuat korban meragukan diri sendiri, merasa tidak berharga, mengalami penurunan harga diri, serta kesulitan membangun rasa percaya diri dalam hubungan berikutnya.
Dampak Sosial dari Ghosting
Gangguan Hubungan Antarpribadi
Korban ghosting umumnya menjadi lebih hati-hati membangun hubungan baru. Hal ini bisa menghambat keakraban dan keterbukaan dalam berinteraksi.
Persepsi Negatif terhadap Hubungan Modern
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ghosting mencerminkan budaya hubungan modern yang serba instan dan mudah tergantikan, di mana hubungan dapat diputuskan secara cepat tanpa komunikasi langsung maupun tanggung jawab emosional yang jelas.
Kesimpulan
Ghosting dalam hubungan adalah fenomena memutus komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan, yang kini makin sering terjadi di era digital. Dampaknya tidak hanya menyentuh aspek psikologis korban, tetapi juga mengubah dinamika sosial dan persepsi terhadap hubungan. Memahami ghosting dalam hubungan dapat membantu individu lebih bijak menjalani interaksi dan membangun komunikasi yang sehat.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Hubungan dan Relationship: Memahami, Menjaga, dan Mengembangkan Cinta