Konten dari Pengguna

Memahami Perilaku Manusia: Perspektif Psikologi dan Jenis-jenisnya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perilaku Manusia. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perilaku Manusia. Gambar: Pexels.

Perilaku manusia menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Setiap tindakan, respons, dan kebiasaan yang kita tunjukkan memiliki alasan di baliknya. Melalui kacamata psikologi, perilaku ini dipahami sebagai sesuatu yang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari lingkungan hingga proses mental yang terjadi dalam diri seseorang.

Perilaku Manusia dalam Perspektif Psikologi

Menurut penjelasan dalam jurnal Perilaku manusia dalam Perspektif psikologi, pertanyaan yang paling mendasar dalam psikologi sosial adalah: "Bagaimana kita dapat menjelaskan pengaruh orang lain terhadap perilaku kita?" (Mustafa, 2011). Terdapat empat perspektif utama yang digunakan untuk menjawabnya, yaitu perspektif perilaku (behavioral), kognitif, struktural, dan interaksionis.

Definisi perilaku menurut psikologi

Perilaku dalam psikologi diartikan sebagai segala bentuk respons atau tindakan yang ditunjukkan individu terhadap rangsangan dari lingkungan maupun dari dalam dirinya sendiri. Para penganut perspektif perilaku memasukkan perilaku ke dalam satu unit yang dinamakan "tanggapan" (responses), dan lingkungan ke dalam unit "rangsangan" (stimuli), di mana keduanya bisa berasosiasi satu sama lain membentuk hubungan fungsional. Sebaliknya, perspektif kognitif menekankan bahwa kita tidak bisa memahami perilaku seseorang tanpa mempelajari proses mental mereka, karena perilaku bergantung pada bagaimana seseorang berpikir dan mempersepsi lingkungannya (Mustafa, 2011).

Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku manusia

Dalam buku Social Cognitive Theory of Personality, perilaku individu dipengaruhi oleh interaksi antara faktor biologis, lingkungan sosial, pengalaman, serta faktor personal seperti kognisi dan nilai yang dianut (Bandura, 1999). Teori-teori awal tentang perilaku terfokus pada dua kemungkinan:

  1. perilaku diperoleh dari keturunan dalam bentuk instink biologis — dikenal sebagai penjelasan "nature" — dan

  2. perilaku bukan diturunkan melainkan diperoleh dari hasil pengalaman selama kehidupan — dikenal sebagai "nurture" (Mustafa, 2011).

John Dewey menambahkan bahwa perilaku tidak sekadar muncul berdasarkan pengalaman masa lampau, tetapi secara terus-menerus berubah atau diubah oleh lingkungan dan orang lain di sekitar kita (Mustafa, 2011).

Jenis-jenis Perilaku Manusia

Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku manusia dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis. Penggolongan ini membantu memahami bagaimana seseorang bertindak dalam situasi tertentu.

Perilaku sadar dan tidak sadar

Sebagian perilaku dilakukan secara sadar dan terencana, seperti belajar atau bekerja. Sementara itu, perilaku tidak sadar terjadi secara otomatis, misalnya kebiasaan mengedipkan mata.

Perilaku individual dan sosial

Perilaku sosial seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan oleh proses mental semata (Mustafa, 2011). Perilaku sosial terdiri atas pertukaran antara dua pihak atau lebih yang didasarkan pada perhitungan imbalan dan pengorbanan — pola-pola perilaku hanya akan langgeng manakala semua pihak yang terlibat merasa diuntungkan (Mustafa, 2011).

Contoh perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari

Contoh perilaku sehari-hari antara lain tersenyum saat bertemu teman, membantu orang lain, atau memilih diam ketika marah.

Perspektif Psikologi Sosial tentang Perilaku Manusia

Psikologi sosial menyoroti bagaimana lingkungan sosial membentuk perilaku manusia. Dalam tulisannya, Mustafa (2011) menjelaskan bahwa interaksi dengan orang lain sangat memengaruhi cara seseorang bertindak.

Pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku

Perspektif struktural menekankan bahwa perilaku seseorang dapat dimengerti dengan sangat baik jika diketahui peran sosialnya, karena perilaku seseorang merupakan reaksi terhadap harapan orang-orang lain (Mustafa, 2011). Lingkungan sosial seperti keluarga, teman, dan budaya berperan besar dalam membentuk pola perilaku tersebut.

Hubungan antara individu dan kelompok dalam membentuk perilaku

Perspektif interaksionis menekankan bahwa manusia merupakan agen yang aktif dalam menetapkan perilakunya sendiri, dan mereka yang membangun harapan-harapan sosial; manusia bernegosiasi satu sama lainnya untuk membentuk interaksi dan harapannya (Mustafa, 2011). Artinya, individu tidak sekadar menyesuaikan diri dengan kelompok, tetapi juga turut menciptakan lingkungan sosialnya sendiri.

Studi Kasus dan Implikasi

Pemahaman tentang perilaku manusia memiliki manfaat dalam kehidupan sosial secara luas. Pengetahuan ini membantu seseorang beradaptasi dan berinteraksi dengan lebih baik.

Contoh penerapan pemahaman perilaku dalam kehidupan sosial

Misalnya, guru yang memahami perilaku muridnya dapat memilih metode pengajaran yang tepat. Demikian pula, seorang pemimpin dapat membangun tim yang solid dengan memahami karakter anggotanya.

Pentingnya memahami perilaku manusia untuk interaksi sosial yang efektif

Dengan memahami berbagai jenis perilaku dan faktor-faktor yang memengaruhinya, seseorang dapat membangun hubungan sosial yang harmonis dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Kesimpulan

Hampir seluruh psikolog sosial sepakat bahwa tidak ada teori yang salah atau paling baik — setiap teori mempunyai keterbatasan dalam aplikasinya. Perilaku manusia adalah hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal yang membentuk cara seseorang bertindak. Dengan memahami berbagai perspektif tentang perilaku manusia, kita dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial di berbagai situasi.