Memahami Perilaku Menyimpang: Pengertian dan Penyebabnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perilaku menyimpang kerap menjadi perhatian dalam kehidupan sosial karena dapat memengaruhi harmoni masyarakat. Fenomena ini tidak sekadar muncul tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh beragam faktor yang kompleks. Agar tidak salah menilai, penting mengetahui apa itu perilaku menyimpang beserta penyebab utamanya.
Definisi Perilaku Menyimpang
Pemahaman mengenai perilaku menyimpang sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi pola perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial. Menurut Safuwan dan Subhani dalam artikel jurnal Perilaku Menyimpang dalam Perspektif Kesehatan Mental (2009), perilaku ini merupakan tindakan yang melanggar aturan, nilai, atau harapan masyarakat.
Pengertian Menurut Para Ahli
Para ahli menyebut perilaku menyimpang sebagai perilaku yang bertentangan dengan norma sosial maupun hukum yang berlaku. Seseorang yang melakukan tindakan seperti ini biasanya dianggap berbeda dengan kebiasaan masyarakat di sekitarnya.
Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
Beberapa ciri umum perilaku menyimpang antara lain sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan, sering melanggar aturan, serta menunjukkan kebiasaan yang dianggap tidak wajar oleh lingkungan. Selain itu, perilaku ini juga bisa dilihat dari seringnya individu mendapatkan teguran atau sanksi sosial (Clinard & Meier, 2015).
Penyebab Perilaku Menyimpang
Ada banyak hal yang bisa memicu munculnya perilaku menyimpang dalam masyarakat. Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri seseorang ataupun pengaruh lingkungan sekitar.
Faktor Internal
Kesehatan mental dan psikologis merupakan salah satu pemicu utama terjadinya perilaku menyimpang. Seperti dijelaskan oleh Safuwan dan Subhani (2009), kondisi mental yang tidak stabil dapat membuat seseorang kesulitan mengontrol dirinya, sehingga lebih mudah melanggar aturan.
Faktor Eksternal
Lingkungan sosial, budaya, serta keluarga memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku seseorang. Dalam penelitian Evi Ramida dkk (2015), dijelaskan bahwa krisis identitas, kontrol diri yang lemah, faktor keluarga (termasuk pola asuh dan perhatian orang tua), serta lingkungan pergaulan (termasuk tekanan teman sebaya) menjadi faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang pada siswa. Sementara itu, media massa juga turut berkontribusi dalam mendorong perilaku yang bertentangan dengan norma yang berlaku (Safuwan & Subhani, 2009).
Kesimpulan
Perilaku menyimpang merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat dan dapat dipicu oleh faktor internal maupun eksternal. Memahami pengertian dan penyebab perilaku menyimpang sangat penting agar masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dengan demikian, harmoni dan keteraturan sosial dapat tetap terjaga.