Konten dari Pengguna

Overthinking Sebelum Tidur: Apa dan Mengapa Terjadi?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi overthinking sebelum tidur. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi overthinking sebelum tidur. Foto Unsplash.

Setiap malam, banyak orang merasa pikirannya sulit tenang ketika ingin beristirahat. Pikiran yang terus berputar tanpa henti sebelum tidur sering disebut sebagai overthinking sebelum tidur. Kondisi ini ternyata dapat mengganggu kualitas tidur dan berdampak pada kesehatan mental.

Apa Itu Overthinking Sebelum Tidur?

Overthinking sebelum tidur adalah kebiasaan merenungkan banyak hal secara berlebihan di waktu malam. Menurut artikel Psychology Today berjudul “3 Ways to Stop Overthinking From Stealing Your Sleep” oleh Jeffrey Bernstein, Ph.D., overthinking dapat mengganggu tidur karena pikiran seseorang dipenuhi informasi, kekhawatiran, serta bayangan masa depan dan pengulangan masa lalu.

Definisi Overthinking Sebelum Tidur

Pada dasarnya, overthinking sebelum tidur muncul saat otak sulit berhenti menganalisis berbagai masalah. Pikiran yang berkecamuk membuat tubuh tetap waspada, padahal saat itu seharusnya beristirahat. Hal ini bisa membuat waktu tidur jadi lebih singkat dan kualitasnya menurun.

Dampak Overthinking pada Kualitas Tidur

Kebiasaan berpikir berlebihan sebelum tidur dapat menimbulkan berbagai gangguan tidur, seperti insomnia atau sering terbangun di malam hari. Selain itu, overthinking juga berpengaruh pada kesehatan mental, misalnya perasaan cemas yang semakin meningkat atau mudah lelah di pagi hari. Menurut artikel Psychology Today berjudul “3 Ways to Stop Overthinking From Stealing Your Sleep” oleh Jeffrey Bernstein, Ph.D., overthinking sebelum tidur dapat membuat pikiran dipenuhi informasi, kekhawatiran kerja, dan mental loops, sehingga tidur menjadi lebih sulit dicapai.

Penyebab Overthinking Sebelum Tidur

Ada sejumlah faktor yang bisa memicu overthinking sebelum tidur. Biasanya, penyebabnya berkaitan dengan kondisi psikologis maupun kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat.

Faktor Psikologis yang Menyebabkan Overthinking

Stres dari aktivitas harian atau rasa cemas terhadap masa depan kerap menjadi pemicu utama. Ketika malam tiba, suasana yang tenang justru membuat pikiran tentang masalah-masalah tersebut semakin terasa nyata dan sulit diabaikan.

Kebiasaan dan Pola Pikir Negatif Sebagai Pemicu

Selain faktor psikologis, kebiasaan yang tidak sehat seperti bermain gadget hingga larut malam atau tidak melakukan relaksasi dapat memperparah overthinking sebelum tidur. Pola pikir negatif yang dibiarkan berlarut-larut juga membuat pikiran sulit tenang. Seperti telah disebutkan sebelumnya di Psychology Today, overthinking di malam hari dapat membuat seseorang bergulat dengan pikiran dan mental loops, seperti kekhawatiran kerja, percakapan yang belum selesai, serta pikiran yang menyalahkan diri sendiri.

Cara Mengurangi Overthinking Sebelum Tidur

Mengelola overthinking sebelum tidur memang butuh usaha, namun ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar pikiran lebih tenang saat malam.

Strategi Praktis dari Psychology Today

Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain menulis jurnal sebelum tidur untuk menuangkan isi pikiran, melakukan latihan pernapasan dalam untuk membantu tubuh rileks, serta menciptakan rutinitas tidur yang menenangkan seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut. Cara-cara ini efektif membantu memutus siklus overthinking di malam hari.

Kesimpulan

Overthinking sebelum tidur adalah kondisi di mana pikiran sulit tenang menjelang waktu istirahat. Penyebabnya beragam, mulai dari stres harian hingga pola pikir dan kebiasaan malam yang kurang sehat. Dengan menerapkan strategi sederhana seperti menulis jurnal dan membiasakan relaksasi, overthinking sebelum tidur bisa dikurangi sehingga kualitas tidur pun membaik.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup