Konten dari Pengguna

Pencarian Jati Diri: Pengertian dan Contoh Lengkap

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pencarian Jati Diri. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pencarian Jati Diri. Gambar: Pexels.

Memahami proses pencarian jati diri menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup setiap orang. Topik ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, bahkan tercermin dalam berbagai karya sastra. Tidak sedikit orang yang merasa perlu menemukan siapa dirinya sebenarnya, terutama saat menghadapi perubahan besar dalam hidup.

Apa Itu Pencarian Jati Diri?

Pencarian jati diri (self-discovery) adalah proses seseorang mengenal dan memahami dirinya secara lebih mendalam. Menurut Lambang Erwanto Suyadjid dalam artikel Pencarian Jati Diri (Self-Discovery) Milkman dalam Song of Solomon Karya Toni Morrison (2010), manusia membutuhkan pengakuan akan keberadaannya dalam kapasitas sebagai anggota masyarakat. Tanpa adanya pengakuan dari manusia yang lain, seseorang akan merasa tidak berarti atau dianggap bukan sebagai manusia yang seutuhnya.

Suyadjid mengutip Rogers (dalam Graham, 1986) yang menyatakan bahwa pencarian diri (self-discovery) adalah "menjadi diri yang sesungguhnya." Dalam hal ini, jati diri atau diri sesungguhnya adalah unsur terpenting dalam menentukan apa dan siapa manusia tersebut. Diri lebih lanjut dijabarkan oleh Hall dan Lindzey (1993:91) sebagai pusat kepribadian — di sekitar mana semua sistem lain mengelompok, mempersatukan sistem-sistem tersebut, dan memberikan kepribadian dengan kesatuan, keseimbangan, dan kestabilan.

Pentingnya Pencarian Jati Diri

Suyadjid (2010) menegaskan bahwa yang paling penting dalam proses pencarian jati diri adalah bahwa seseorang akan kehilangan suatu arti dalam hidupnya bila tidak memahami jati dirinya. Kehilangan jati diri memiliki dampak yang tidak baik terhadap perkembangan jiwa seseorang. Melalui proses ini, seseorang mampu memaknai dan menerima dirinya apa adanya melalui tempaan dalam perjalanan hidupnya masing-masing.

Pencarian Jati Diri dalam Karya Sastra: Song of Solomon

Suyadjid (2010) menganalisis proses pencarian jati diri tokoh Milkman (Macon Dead Jr.) dalam novel Song of Solomon karya Toni Morrison (VINTAGE U.K. Random House, 1998). Pada awalnya, Milkman sangat membenci keluarga, nama yang diberikan, dan dirinya sendiri; setelah melakukan perjalanan dalam pencarian "harta keluarga," dia mengalami perubahan dalam pemahaman untuk menerima siapa dirinya apa adanya.

Suyadjid (2010) menjelaskan proses perjalanan pencarian jati diri Milkman didorong oleh beberapa hal: keinginan untuk mencari makna diri; keingintahuan tentang masa lalunya; pencarian mengapa lirik lagu 'Sugarman' seperti menceritakan kisah hidupnya; pentingnya nama bagi orang negro; serta pencarian harta berupa 'emas' sebagai dalih untuk mencari kebebasan dan jati dirinya.

Unsur-Unsur Penemuan Jati Diri

Suyadjid (2010) mengidentifikasi delapan unsur yang mendukung penemuan jati diri Milkman: (1) menerima pengalaman hidup yang baru (acceptance of things new); (2) mengalami perubahan karakter (a total transformation); (3) proses perubahan (linkage of processes); (4) bayangan masa lalu (antecedents-tightly sealed); (5) kondisi awal (precondition); (6) kesiapan (readiness); (7) perubahan pemikiran atau pandangan (being practical-aspiration); dan (8) perubahan dalam kenyataan hidup berdasarkan opini dari masyarakat atau sekelompok orang (channels of transformation).

Perubahan Karakter Milkman

Suyadjid (2010) mengutip Graham (2005:20) yang menjelaskan bahwa aspek lain dari pikiran memiliki potensi mengubah karma menjadi pencarian terhadap kearifan dan pencerahan — kemampuan mentranseden yang membebaskan individu dari hasrat dan kebutuhan. Pencerahan yang diperoleh melalui perenungan akan membentuk pengembangan diri manusia dalam berpikir dan bertindak. Ini tergambar jelas dalam perubahan Milkman: dari tokoh yang membenci dirinya sendiri dan takut akan kematian, menjadi pribadi yang berani menyambut kematian karena merasa hidupnya sudah lengkap setelah menemukan akar keluarganya.

Suyadjid (2010) mengutip Jarvis (2007:91) yang menyatakan bahwa manusia dewasa atau manusia yang telah mengembangkan fungsinya dengan sempurna (fully-functioning person) telah menghasilkan harga diri yang tinggi lewat pengalamannya menerima penghargaan positif tak bersyarat (unconditional positive regard). Manusia dianggap dewasa bila telah mampu menempatkan dirinya sesuai fungsinya, terutama dalam interaksinya dengan orang lain.

Temuan Milkman dalam Perjalanan

Suyadjid (2010) menggambarkan bahwa temuan Milkman tentang akar keluarga secara tidak langsung menuntunnya dalam penemuan jati dirinya. Setelah mendengar cerita lengkap tentang Solomon dan makna lagu Song of Solomon, ada suatu kebanggaan yang muncul di dalam hidupnya. Milkman merasa sangat gembira seperti orang yang mendapatkan "emas" — dan "emas" itu adalah kebenaran cerita tentang silsilah akar keluarganya yang menimbulkan rasa percaya diri dan kebanggaan dalam hidupnya.

Faktor yang Mempengaruhi Pencarian Jati Diri

Lingkungan dan pengalaman sangat berperan dalam proses pencarian jati diri. Setiap individu memiliki latar belakang unik yang membentuk cara pandang terhadap kehidupan.

Lingkungan Sosial dan Keluarga

Suyadjid (2010) menegaskan bahwa manusia harus memahami siapa jati diri yang sebenarnya melalui perjalanan pencarian diri (self-discovery) sehingga manusia tersebut dapat memaknai kehidupannya. Dalam kasus Milkman, kekangan Macon Dead, sang ayah, dapat dikatakan sebagai perbudakan orang tua terhadap anaknya dengan memaksakan kehendaknya — hambatan eksternal yang justru mendorong Milkman untuk memulai perjalanan penemuan jati dirinya.

Pengalaman dan Tantangan Pribadi

Suyadjid (2010) mengutip Soter (1946:23) yang menjabarkan bahwa dalam perjalanan pencarian jati diri, seseorang mencapai kematangan (maturity) yang menanti di akhir pengembaraannya. Dia tidak lagi dalam pemberontakan, melainkan dapat melihat di mana dia berada — dan dapat menciptakan batas-batas yang diperlukan yang memungkinkannya menghormati dirinya sendiri maupun orang lain. Melalui berbagai tantangan hidup, termasuk ancaman pembunuhan dari Guitar, Milkman mendapat wawasan tentang bagaimana menghadapi tantangan hidup dan kepribadiannya mulai terbentuk ketika dia menemukan makna kehidupan.

Kesimpulan

Pencarian jati diri (self-discovery) merupakan perjalanan penting dalam kehidupan setiap individu — proses untuk "menjadi diri yang sesungguhnya" sebagaimana dikemukakan Rogers (dikutip dalam Suyadjid, 2010). Dalam novel Song of Solomon karya Toni Morrison, Suyadjid (2010) mendemonstrasi bagaimana Milkman melewati delapan tahap transformasi dalam penemuannya — dari seorang individu yang kehilangan arah dan membenci dirinya sendiri, menjadi pribadi yang menemukan akar keluarganya, bangga terhadap identitasnya, dan siap menghadapi segala tantangan hidup termasuk kematian. Setiap pengalaman dan tantangan, baik dari kehidupan nyata maupun kisah dalam karya sastra, menjadi pelajaran berharga bahwa jati diri sesungguhnya ditemukan melalui tempaan perjalanan hidup.