Konten dari Pengguna

Psikologi Kesehatan Masyarakat: Konsep, Ruang Lingkup, dan Peranannya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikologi Kesehatan Masyarakat. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikologi Kesehatan Masyarakat. Gambar: Pexels.

Psikologi kesehatan merupakan cabang ilmu yang menyoroti hubungan antara perilaku manusia, lingkungan, dan kesehatan. Istilah ini semakin banyak dibahas seiring meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kualitas hidup dan pencegahan penyakit. Dengan memahami konsep ini, kita dapat melihat bahwa faktor psikologis sangat berpengaruh dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan — baik pada tingkat individu maupun komunitas.

Definisi dan Sejarah Singkat

Menurut buku Psikologi Kesehatan: Konsep Psikologi dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat karya Yudha Laga Hadi Kusuma, S.Psi., S.Kep.Ns., M.Kes. dan Dr. Yusuf Alamudi, M.Kes., psikologi kesehatan merupakan cabang psikologi yang mempelajari pengaruh kondisi psikologis terhadap kesehatan seseorang, mengapa seseorang menjadi sakit, dan bagaimana respons seseorang apabila dalam kondisi sakit.

Lahirnya psikologi kesehatan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor: kemunculan penyakit kronis yang berkaitan dengan gaya hidup, peran pengembangan perawatan kesehatan yang melibatkan bidang ekonomi, adanya kontribusi faktor psikologis dan sosial pada kesehatan dan kondisi sakit, pentingnya menunjukkan intervensi psikologis untuk memperbaiki kesehatan masyarakat, serta adanya kontribusi metodologis dari penelitian (Kusuma & Alamudi, 2023).

Dalam perspektif yang lebih luas, psikologi kesehatan masyarakat berkembang dari ranah yang sebelumnya hanya berfokus pada individu menuju pendekatan yang menjangkau kelompok, komunitas, dan masyarakat. Nurmala dkk. (2022) dalam Psikologi Kesehatan dalam Kesehatan Masyarakat mendefinisikan psikologi kesehatan masyarakat sebagai bidang yang mempelajari faktor-faktor psikologis yang berperan dalam perilaku kesehatan kolektif, termasuk bagaimana motivasi, persepsi, dan norma sosial memengaruhi derajat kesehatan suatu komunitas.

Perbedaan dengan Psikologi Kesehatan Individu

Psikologi kesehatan secara umum merupakan studi tentang apa yang dilakukan orang untuk menjadi dan untuk tetap sehat, dalam kondisi seperti apa mereka menjadi sakit, dan apa yang mereka lakukan begitu mereka sakit (Kusuma & Alamudi, 2023). Psikologi kesehatan individu menitikberatkan pada pengalaman, persepsi, dan perilaku personal dalam konteks sakit dan sehat. Sebaliknya, psikologi kesehatan masyarakat berfokus pada kelompok atau komunitas, di mana teori-teori psikologi dimanfaatkan dalam mempromosikan tingkah laku sehat dan mencegah sakit/munculnya penyakit dalam skala individu maupun yang lebih luas — kelompok, komunitas, maupun masyarakat (Kusuma & Alamudi, 2023). Pendekatan komunitas memungkinkan intervensi yang lebih efektif untuk mengubah perilaku kolektif.

Konsep Dasar Psikologi Kesehatan Masyarakat

Konsep utama dalam psikologi kesehatan masyarakat melibatkan pemahaman mengenai interaksi antara perilaku, lingkungan, dan status kesehatan bersama.

Prinsip dan Asas Utama

Sehat dan sakit sangat dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Model pemikiran seperti ini dalam kajian psikologi kesehatan disebut dengan model biopsikososial (Kusuma & Alamudi, 2023). Psikologi kesehatan mempelajari faktor psikologis yang memengaruhi kesehatan — misalnya gaya hidup, stres, dan coping (Kusuma & Alamudi, 2023). Prinsip utamanya melibatkan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan komunitas, untuk menciptakan perubahan positif dalam perilaku kesehatan.

Perilaku yang berkaitan dengan kesehatan meliputi dua kutub: pertama, kebiasaan yang merugikan kesehatan (health impairing habits) atau disebut "behavioural pathogens" seperti merokok atau memakan makanan berlemak; kedua, tingkah laku yang menunjang kesehatan (health-protective behaviours) atau "behavioural immunogens" seperti mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kegiatan olahraga secara aktif (Kusuma & Alamudi, 2023).

Faktor-Faktor Psikologis yang Memengaruhi Kesehatan

Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku sehat menurut Kusuma dan Alamudi (2023) meliputi: demografi, sosialisasi awal (model sosial), nilai-nilai keyakinan, lingkungan sosial, faktor emosional, tujuan personal (hidup), penerimaan gejala, akses sistem perawatan kesehatan, dan faktor kognitif. Menurut Tim Ahli WHO (1984, dikutip dalam Kusuma & Alamudi, 2023), ada empat alasan pokok yang menyebabkan seseorang berperilaku: (1) pemikiran dan perasaan (pengetahuan, kepercayaan, sikap); (2) orang penting sebagai referensi; (3) sumber-sumber daya (fasilitas, waktu, uang, keterampilan); dan (4) kebudayaan.

Beberapa faktor psikologis yang secara luas diakui dalam literatur psikologi kesehatan masyarakat — termasuk motivasi, sikap, pengetahuan, dan dukungan sosial — berperan dalam mendorong atau menghambat upaya promosi kesehatan (Nurmala dkk., 2022). Faktor-faktor ini dapat berubah melalui perubahan alamiah (natural change), perubahan terencana (planned change), maupun kesiapan untuk berubah (readiness to change) (Notoatmodjo, 1993, dikutip dalam Kusuma & Alamudi, 2023).

Ruang Lingkup dan Peran Psikologi Kesehatan Masyarakat

Psikologi kesehatan masyarakat memiliki ruang lingkup luas, mulai dari pencegahan penyakit hingga promosi kesehatan. Pendekatan ini menekankan pentingnya edukasi, perubahan perilaku, serta pembangunan lingkungan yang mendukung hidup sehat.

Peran dalam Pencegahan Penyakit dan Promosi Kesehatan

Psikologi kesehatan masyarakat memiliki ruang lingkup luas, mulai dari pencegahan penyakit hingga promosi kesehatan. Tujuan psikologi kesehatan menurut Kusuma dan Alamudi (2023) mencakup: (a) mengevaluasi tingkah laku dalam etiologi penyakit; (b) memprediksi tingkah laku tidak sehat; (c) memahami peran psikologi dalam experience of illness; (d) mengevaluasi peran psikologi dalam treatmen; serta (e) mempromosikan tingkah laku sehat dan mencegah munculnya penyakit dalam skala individu maupun yang lebih luas (kelompok, komunitas maupun masyarakat). Pendekatan ini menekankan pentingnya edukasi, perubahan perilaku, serta pembangunan lingkungan yang mendukung hidup sehat.

Contoh Implementasi di Masyarakat

Implementasi nyata psikologi kesehatan masyarakat dapat berupa program edukasi tentang pentingnya cuci tangan, penggunaan masker, kegiatan yang mendorong penghentian merokok, kampanye gaya hidup aktif, atau program pencegahan penyakit tidak menular berbasis komunitas. Kusuma dan Alamudi (2023) juga menyebutkan bahwa psikologi kesehatan mencakup kajian tentang indeks kebahagiaan dan kaitannya dengan kejadian penyakit tidak menular — menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis komunitas berdampak langsung pada kondisi kesehatan kolektif mereka. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan komunitas sangat dibutuhkan agar strategi pencegahan dan promosi kesehatan berjalan efektif.

Kesimpulan

Psikologi kesehatan masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bersama. Sebagaimana diuraikan dalam Psikologi Kesehatan: Konsep Psikologi dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat oleh Kusuma dan Alamudi (2023), psikologi kesehatan mempelajari faktor psikologis yang memengaruhi perilaku sehat dan sakit — mulai dari tingkat individu hingga komunitas. Model biopsikososial menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, melainkan juga faktor psikologis dan sosial. Dengan memahami konsep dan prinsip dasarnya, berbagai pihak — tenaga kesehatan, pendidik, pembuat kebijakan, dan masyarakat — dapat berkolaborasi untuk merancang strategi pencegahan dan promosi kesehatan yang lebih efektif dan berbasis bukti.