Konten dari Pengguna

Psikologi Lingkungan: Pengertian dan Peranannya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikologi Lingkungan. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikologi Lingkungan. Gambar: Pexels.

Psikologi lingkungan menjadi bidang yang semakin mendapat perhatian dalam beberapa dekade terakhir. Dengan memahami hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan sekitarnya, konsep ini membantu menjelaskan berbagai perilaku dan keputusan sehari-hari. Selain itu, psikologi lingkungan juga berperan dalam mendorong masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya kualitas lingkungan hidup.

Definisi Psikologi Lingkungan

Menurut buku Psikologi Lingkungan karya Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., MEd. (2024), bagian dari ilmu psikologi yang melakukan aplikasi tentang saling hubungan antara dinamika kejiwaan manusia dan lingkungan sekitar manusia dikenal dengan sebutan psikologi lingkungan.

Dokumen sumber memuat beberapa definisi dari para ahli yang saling melengkapi. Baron dan Byrne (1997, dalam Hanurawan, 2024) mengemukakan bahwa psikologi lingkungan adalah disiplin yang membahas saling hubungan di antara dunia fisik dan tingkah laku manusia. Gifford dkk. (2011, dalam Hanurawan, 2024) mendefinisikannya sebagai studi tentang transaksi antara individu dengan seting lingkungan fisik — di mana individu dapat mengubah lingkungan, dan sebaliknya perilaku dan dinamika kejiwaan mereka dapat diubah oleh lingkungan. Psikologi lingkungan sebagai ilmu meliputi di dalamnya teori dan praktik yang bertujuan membantu hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

Definisi yang lebih luas dikemukakan oleh Bonnes dan Carrus (2004, dalam Hanurawan, 2024): psikologi lingkungan adalah cabang dari psikologi yang melakukan kajian tentang hubungan antara manusia dan karakteristik sosio-fisik yang ada pada lingkungan buatan dan lingkungan alamiah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan manusia dan mengembangkan hubungan selaras antara manusia dan lingkungannya.

Berdasarkan berbagai pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa psikologi lingkungan adalah disiplin psikologi yang mengkaji saling hubungan di antara perilaku individu dengan lingkungan buatan dan lingkungan alamiah (Hanurawan, 2024).

Ruang Lingkup Psikologi Lingkungan

Kajian psikologi lingkungan dalam buku Hanurawan (2024) meliputi berbagai topik utama: pengantar psikologi; integrasi psikologi lingkungan dengan bidang-bidang psikologi lain; metode penelitian psikologi lingkungan; teori-teori psikologi lingkungan; persepsi, kognisi, dan sikap lingkungan; perilaku keruangan manusia; stres lingkungan; bencana; psikologi lingkungan dan lingkungan kerja; lingkungan alam dan kesehatan; kelekatan tempat; teknologi persuasi untuk pengembangan perilaku pro lingkungan; lingkungan pendidikan; serta psikologi lingkungan dan lingkungan berkelanjutan.

Para ahli psikologi lingkungan bekerja berdasarkan tiga level analisis: (1) proses psikologi fundamental seperti persepsi lingkungan, kognisi spasial, dan kepribadian; (2) manajemen ruang personal mencakup ruang pribadi, teritori, kesesakan, dan privasi; serta (3) interaksi manusia dengan alam dan peran psikologi dalam perubahan iklim (climate change) (Hanurawan, 2024).

Psikologi lingkungan juga dikaji dari perspektif multidisipliner — melibatkan kerja sama dengan ahli perencanaan perkotaan, arsitek, ahli geografi manusia, ahli teknik rekayasa, dan ahli ekologi (Hanurawan, 2024).

Sejarah Singkat Perkembangan Psikologi Lingkungan

Secara historis, psikologi lingkungan mulai berkembang sebagai sebuah ilmu yang cukup mandiri pada akhir tahun 1950-an dan mengalami perkembangan awal cukup pesat pada periode dekade tahun 1960-an. Psikologi lingkungan diakui sebagai salah satu bidang baru dalam ilmu psikologi pada dekade akhir tahun 1960-an (Hanurawan, 2024).

Ide-ide tentang hubungan antara perilaku manusia dan lingkungan sudah muncul sejak era para ahli psikologi pada tahun 1950-an. Egon Brunswik mengemukakan bahwa psikologi perlu juga memfokuskan diri pada lingkungan tempat organisme hidup. Kurt Lewin mengemukakan bahwa lingkungan memiliki peran penting dalam menentukan perilaku manusia dan penelitian harus mampu memberi pemecahan masalah secara nyata untuk membantu kesejahteraan individu maupun masyarakat. Pemikiran Kurt Lewin memberi inspirasi kepada tokoh-tokoh psikologi lingkungan seperti Robert Sommer dan Roger Barker (Hanurawan, 2024).

Hellpach dapat dipandang sebagai orang pertama yang mengenalkan istilah psikologi lingkungan pada periode awal abad ke-20. Pada tahun 1911, Hellpach telah melakukan penelitian tentang berbagai stimulus lingkungan — seperti warna dan bentuk, matahari dan bulan, dan pengaruh lingkungan ekstrim terhadap perilaku manusia (Hanurawan, 2024).

Pada abad ke-21, psikologi lingkungan bergerak ke arah "psikologi keberlanjutan" (Gifford, 2011) dan psikologi hijau (green psychology) (Steg dkk., 2019), dengan pendekatan interaktif, interdisipliner-kolaboratif, dan berorientasi pemecahan masalah (Hanurawan, 2024).

Peran Psikologi Lingkungan dalam Kehidupan Sehari-hari

Hubungan Manusia dan Lingkungan Fisik

Hubungan antara manusia dan lingkungan bersifat transaksional — individu dapat mengubah lingkungan, dan sebaliknya perilaku dan dinamika kejiwaan mereka dapat diubah oleh lingkungan (Gifford dkk., 2011, dalam Hanurawan, 2024). Pendekatan transaksional mengemukakan bahwa dalam psikologi lingkungan bukan lingkungan fisik yang diteliti, melainkan lebih ditekankan pada lingkungan yang masuk pada persepsi dan mendapat penilaian oleh individu (Hanurawan, 2024). Lingkungan yang sehat mendukung kesejahteraan fisik dan mental — hal ini tercermin dalam topik lingkungan alam dan kesehatan yang menjadi salah satu bab utama dalam kajian psikologi lingkungan.

Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku

Lingkungan dapat menjadi sumber stresor psikologis. American Psychological Association (2022, dalam Hanurawan, 2024) mendefinisikan kajian psikologi lingkungan sebagai bidang yang mempelajari efek lingkungan fisik terhadap perilaku dan kesejahteraan manusia — mencakup stresor lingkungan (bising, kesesakan/crowding, polusi udara, dan suhu lingkungan), variabel desain lingkungan (pencahayaan), dan lingkungan yang lebih luas. Persepsi dan pengalaman terhadap lingkungan akan membentuk respons perilaku seseorang, sehingga lingkungan yang kondusif mendukung kualitas hidup dan produktivitas. Kahneman & Krueger (2006) dalam Science juga menunjukkan bahwa kondisi lingkungan fisik berdampak signifikan terhadap kesejahteraan subjektif (subjective well-being) masyarakat.

Implikasi Psikologi Lingkungan untuk Masyarakat

Psikologi lingkungan memiliki orientasi yang bersifat teoritis maupun praktis (Veitch & Arkkelin, 1995, dalam Hanurawan, 2024). Dengan memahami psikologi lingkungan, masyarakat dapat lebih bijak dalam merancang ruang publik, menjaga kebersihan, dan mengelola sumber daya. Psikologi lingkungan berupaya agar masyarakat mampu mencapai keberlanjutan dengan menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi (Hanurawan, 2024).

Pentingnya Studi Psikologi Lingkungan

Kontribusi bagi Pengelolaan Lingkungan

Psikologi lingkungan tidak hanya melakukan penelitian deskriptif, eksplanatif, dan prediktif, namun juga memberikan pemecahan masalah dan pemberdayaan subjek-subjek yang terlibat dalam membangun hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan (Steg dkk., 2019, dalam Hanurawan, 2024). Dalam hal ini, psikologi lingkungan dapat digunakan untuk merancang kebijakan, kampanye, dan desain ruang publik yang lebih efektif — termasuk melalui teknologi persuasi untuk pengembangan perilaku pro lingkungan, yang menjadi salah satu topik kajian tersendiri dalam psikologi lingkungan kontemporer.

Tantangan dan Peluang dalam Psikologi Lingkungan

Pada awal abad ke-21, masalah-masalah lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, dan deforestasi adalah tantangan besar terhadap kesehatan, perkembangan ekonomi, makanan, dan air di seluruh dunia. Pada periode ini, diakui suatu fakta bahwa perilaku manusia adalah sebab utama dari terjadinya masalah-masalah lingkungan (Hanurawan, 2024). Berdasarkan pengakuan ini, para ahli psikologi lingkungan berupaya memecahkan masalah lingkungan, mengembangkan kebahagiaan, dan mengembangkan kualitas hidup. Bidang ini juga membuka peluang untuk menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan ruang hidup, terutama dalam konteks urbanisasi dan ketahanan iklim.

Rekomendasi Penerapan Psikologi Lingkungan

Beberapa langkah yang dapat diterapkan:

Menciptakan ruang terbuka hijau di perkotaan — mendukung kesehatan psikologis komunitas berdasarkan kajian lingkungan alam dan kesehatan dalam psikologi lingkungan

Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya lingkungan sehat melalui teknologi persuasi dan kampanye perilaku pro lingkungan (Hanurawan, 2024)

Mengintegrasikan unsur psikologi dalam perencanaan tata kota — berkolaborasi dengan ahli perencanaan perkotaan, arsitek, dan ahli ekologi seperti yang dilakukan oleh para ahli psikologi lingkungan (Hanurawan, 2024)

Mengembangkan penelitian psikologi lingkungan pada tiga level analisis: proses psikologi fundamental, manajemen ruang personal, dan interaksi manusia dengan alam

Kesimpulan

Psikologi lingkungan adalah cabang psikologi yang membahas saling hubungan di antara dunia fisik dan perilaku manusia. Psikologi lingkungan mulai berkembang sebagai sebuah ilmu yang cukup mandiri pada akhir tahun 1950-an. Para ahli psikologi lingkungan bekerja sama dengan para ahli psikologi lain, para ahli bidang ilmu yang lain, dan dengan berbagai profesi yang lain dalam upaya memberikan penjelasan, peramalan, rekayasa, dan pemecahan hubungan timbal balik antara fenomena kejiwaan manusia dan lingkungan sekitar (Hanurawan, 2024). Dengan menerapkan prinsip-prinsip psikologi lingkungan — dari desain ruang, pengelolaan stres lingkungan, hingga pengembangan perilaku pro lingkungan — masyarakat dapat menciptakan ruang hidup yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan.