Strategi Pembelajaran: Pengertian dan Pentingnya dalam Proses Belajar
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran yang efektif bergantung pada banyak faktor, salah satunya adalah penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Dengan memahami strategi pembelajaran, proses belajar dapat berlangsung lebih terarah dan berdampak positif.
Apa Itu Strategi Pembelajaran?
Strategi yang diterapkan dalam suatu kegiatan pembelajaran disebut strategi pembelajaran. Dengan adanya penerapan strategi dalam pembelajaran, guru dapat menjalankan kegiatan pembelajarannya secara tepat — kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru bersama peserta didik tidak perlu membuang waktu dan tenaga secara berlebih dan tepat sasaran (Dr. Ilham Kamaruddin, S.Pd., M.Pd. dkk., 2022 dalam buku Strategi Pembelajaran).
Secara bahasa, strategi bisa diartikan sebagai "siasat", "kiat", "trik", atau "cara"; secara umum strategi bermakna suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan — jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar, maka strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Kamaruddin dkk., 2022, mengutip Hamruni, 2012).
Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar (Kamaruddin dkk., 2022, mengutip Sanjaya, 2008).
Strategi pembelajaran adalah rencana kegiatan sistematis yang berisikan metode dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk menyampaikan materi pembelajaran dan mempermudah ketercapaian suatu tujuan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian strategi pembelajaran mencakup penggunaan pendekatan, metode, dan teknik, bentuk media, sumber belajar, pengelompokan peserta didik, untuk mewujudkan interaksi edukasi antara pendidik dengan peserta didik (Kamaruddin dkk., 2022).
Komponen Utama dalam Strategi Pembelajaran
Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif, perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar berikut (Kamaruddin dkk., 2022, mengutip Asrori, 2013):
Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku — tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara spesifik dan operasional dalam arti dapat diukur
Memilih pendekatan pembelajaran yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan
Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran — termasuk merancang penilaian, remedial, dan pengayaan
Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
Buku Strategi Pembelajaran membahas sembilan jenis strategi utama (Kamaruddin dkk., 2022):
Strategi Langsung (Direct Instruction) — strategi dengan kadar berpusat pada guru paling tinggi, termasuk metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran eksplisit, praktik dan latihan, serta demonstrasi; efektif untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah.
Strategi Tidak Langsung (Indirect Instruction) — dalam strategi ini guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal; guru merancang lingkungan belajar dan memberikan kesempatan peserta didik melakukan inkuiri.
Strategi Interaktif (Interactive Instruction) — merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik; dikembangkan dalam rentang pengelompokan dan metode-metode interaktif seperti diskusi kelas, diskusi kelompok kecil, dan kerja sama berpasangan.
Strategi Eksperimen (Experiential Learning) — berpusat pada peserta didik dan berorientasi pada aktivitas; penekanannya pada proses belajar, bukan pada hasil belajar.
Strategi Ilmiah (Scientific Learning) — strategi yang mulai diterapkan dengan Kurikulum 2013, dengan langkah-langkah: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.
Strategi Ekspositori — menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
Strategi Penemuan (Discovery Learning) — strategi pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan dengan kegiatan menemukan; guru memberikan arahan agar siswa mampu menemukan konsep dan prinsip dalam proses yang mereka lakukan sendiri.
Strategi Diskusi — metode pembelajaran di mana guru mengajak siswa bertatap muka dan terlibat dalam pertukaran ide secara verbal; menekankan pentingnya bekerja secara kooperatif sambil mengembangkan hubungan sosial.
Strategi Partisipatif — model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Pentingnya Strategi Pembelajaran
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat akan meningkatkan efektivitas dalam proses pembelajaran, menciptakan lingkungan pembelajaran yang kreatif, mandiri, kolaboratif, dan adaptif terhadap setiap kompetensi yang akan dicapai (Kamaruddin dkk., 2022). Tidak ada strategi pembelajaran yang efektif diterapkan pada setiap kompetensi pembelajaran yang akan dicapai — oleh sebab itu, guru dituntut untuk menguasai berbagai macam strategi pembelajaran agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan proses pembelajaran (Kamaruddin dkk., 2022).
Kesimpulan
Strategi pembelajaran yang baik mampu membawa proses belajar ke arah yang lebih efektif dan relevan. Dengan perencanaan yang matang, guru dapat memfasilitasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Guru disarankan untuk selalu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik siswa — karena dalam proses pembelajaran, guru dituntut memilih strategi yang tepat berdasarkan karakteristik peserta didiknya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif (Kamaruddin dkk., 2022).