Konten dari Pengguna

Struktur Kepribadian Menurut Carl Rogers dalam Psikologi Humanistik

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kepribadian. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kepribadian. Gambar: Pexels.

Psikologi humanistik memandang manusia sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Carl Rogers adalah salah satu tokoh utama dalam aliran ini yang menekankan pengalaman subjektif dan pentingnya pemahaman terhadap diri sendiri.

Pengantar Psikologi Humanistik Carl Rogers

Dalam jurnal Psikologi Humanistik (Carl Rogers) dalam Bimbingan dan Konseling oleh Bau Ratu, Rogers memandang bahwa pada dasarnya manusia itu baik, konstruktif, dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positif. Dalam kajian tentang psikologi humanistik, realita adalah persepsi yang sifatnya subyektif dan dapat membentuk tingkah laku.

Konsep Dasar Psikologi Humanistik

Psikologi humanistik berkembang sebagai respons terhadap pendekatan yang terlalu menekankan patologi dan determinisme. Fokusnya pada kebebasan memilih, tanggung jawab pribadi, dan keunikan tiap individu.

Peran Carl Rogers dalam Pengembangan Psikologi Humanistik

Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka antara klien dan terapis dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers (dalam Bau Ratu) meyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya, dan tugas terapis hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Hasil karyanya yang paling terkenal adalah metode konseling Client-Centered Therapy.

Struktur Kepribadian Menurut Carl Rogers

Sejak awal Rogers (dalam Bau Ratu) mengamati bagaimana kepribadian berubah dan berkembang, dan ada tiga konstruk yang menjadi dasar penting dalam teorinya: Organisme, Medan Fenomena, dan Self.

Definisi Struktur Kepribadian

Struktur kepribadian merujuk pada bagian-bagian yang membentuk identitas dan cara seseorang memaknai hidupnya. Organisme merupakan satu kesatuan sistem, sehingga perubahan dalam satu bagian akan berpengaruh pada bagian lain; setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan, yaitu tujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri.

Komponen Utama: Organisme dan Self

Organisme adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, sekaligus tempat semua pengalaman dan potensi yang terdapat dalam kesadaran. Medan Fenomena adalah keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik disadari maupun tidak disadari — merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya sebagaimana persepsi subyektifnya . Sementara Self dibagi atas dua subsistem: konsep diri real dan konsep diri ideal (dalam Bau Ratu).

Hubungan Antara Real Self dan Ideal Self

Menurut Bau Ratu, perbedaan antara real self dan ideal self dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Real self adalah kita sebagaimana adanya, sedangkan ideal self adalah standar yang diidamkan. Terjadinya kesenjangan akan menyebabkan ketidakseimbangan dan kepribadian menjadi tidak sehat.

Konsep Kongruensi dan Inkongruensi

Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati (dalam Bau Ratu).

Implikasi Psikologi Humanistik Rogers dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendekatan Rogers banyak diterapkan dalam dunia konseling dan pengembangan diri. Fokus pada Self menjadi kunci dalam membantu individu menghadapi tantangan hidup.

Pentingnya Pemahaman Self dalam Konseling

Ide pokok dari teori-teori Rogers adalah bahwa individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah-masalah psikisnya, asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri (dalam Bau Ratu).

Pendekatan Humanistik dalam Pengembangan Potensi Individu

Menurut Rogers (dalam Bau Ratu), motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi-potensi psikologis yang unik.

Kesimpulan

Struktur kepribadian menurut Carl Rogers tersusun dari tiga konstruk dasar: organisme, medan fenomena, dan self. Melalui konsep congruence dan incongruence, pendekatan ini menekankan keseimbangan antara real self dan ideal self sebagai kunci kesehatan psikologis. Pemahaman ini sangat relevan untuk diterapkan dalam konseling dan pengembangan potensi diri.