Teori dan Pemikiran John Dewey dalam Pendidikan
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

John Dewey dikenal luas sebagai tokoh penting dalam sejarah pendidikan modern. Teorinya menekankan pentingnya pengalaman dalam proses belajar dan peran aktif peserta didik.
Biografi Singkat John Dewey
Berdasarkan artikel Pemikiran Kritis John Dewey tentang Pendidikan (Dalam Perspektif Kajian Filosofis) oleh Hasbullah, John Dewey lahir pada tanggal 20 Oktober 1859 di Burlington, negara bagian Vermont, sebelah timur Amerika Serikat. Pemikiran Dewey banyak dipengaruhi oleh teori evolusi Charles Darwin (1809–1882) yang mengajarkan bahwa hidup di dunia ini merupakan suatu proses, dimulai dari tingkatan terendah dan berkembang maju dan meningkat.
Latar Belakang dan Karier
Setelah lulus dari Universitas Vermont tahun 1879, Dewey belajar di Universitas John Hopkins dan meraih gelar Ph.D. pada tahun 1884. Pada tahun 1894 ia menjadi pemimpin departemen filsafat di Universitas Chicago, dan pada tahun 1896 mendirikan Laboratory School. Pada tahun 1904 ia pindah ke Universitas Columbia sebagai guru besar filsafat (Hasbullah)
Teori Pendidikan John Dewey
Empat konsep fundamental dalam pemikiran filsafat Dewey adalah pengalaman (experience), pertumbuhan (growth), transaksi (transaction), dan penyelidikan (inquiry) (dalam Hasbullah).
Konsep "Learning by Doing"
Dewey demikian lekat dengan atribut learning by doing — sains tidak mesti diperoleh dari buku-buku, melainkan harus diberikan kepada siswa melalui praktik dan tugas-tugas yang berguna. Belajar harus dititiktekankan pada praktik dan trial and error (dalam Hasbullah).
Pendidikan sebagai Proses Sosial
Dewey mencoba mengupayakan sekolah sebagai miniatur komunitas yang menggunakan pengalaman-pengalaman sebagai pijakan. Dengan model tersebut, siswa dapat melakukan sesuatu secara bersama-sama dan belajar untuk memantapkan kemampuannya dan keahliannya
Pemikiran Filosofis John Dewey tentang Pendidikan
Pemikiran John Dewey menekankan pendidikan progresif yang berpusat pada pengalaman nyata dan pengembangan individu.
Tujuan Pendidikan dalam Perspektif Dewey
Tujuan pendidikan menurut Dewey adalah untuk membimbing murid melalui dorongan dan interes spontannya, untuk mencapai pertumbuhan melalui partisipasi dan refleksi dalam cara-cara hidup yang demokratis; murid akan mengembangkan kapasitasnya untuk beradaptasi secara elastis dengan esensi-esensi dalam masyarakat yang demokratis (dalam Hasbullah).
Hubungan antara Pengalaman dan Pembelajaran
Pengalaman (experience) adalah salah satu kunci dalam filsafat instrumentalisme. Filsafat instrumentalisme Dewey dibangun berdasarkan asumsi bahwa pengetahuan berpangkal dari pengalaman-pengalaman dan bergerak kembali menuju pengalaman (dalam Hasbullah).
Pengaruh dan Relevansi Teori John Dewey di Era Modern
Teori John Dewey masih relevan dan diadaptasi dalam sistem pendidikan masa kini. Banyak sekolah menerapkan prinsip-prinsip Dewey untuk menghadirkan pembelajaran yang aktif dan kontekstual.
Implementasi Konsep Dewey di Sekolah Saat Ini
Pendekatan belajar aktif, diskusi kelompok, serta pembelajaran berbasis proyek adalah contoh penerapan ide Dewey di sekolah.
Kritik dan Tantangan terhadap Pemikiran Dewey
Pemikiran-pemikiran Dewey banyak mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Bagi yang pro, pemikiran Dewey merupakan penyelamat pendidikan Amerika. Sebaliknya, mereka yang tidak sepakat, gagasan Dewey disebutnya sebagai lebih rusak dari gagasan Hitler (dalam Hasbullah).
Kesimpulan
Reputasi internasional Dewey terletak dalam sumbangan pikirannya terhadap filsafat pendidikan "Progressivisme Amerika." Dewey tidak hanya berpengaruh dalam kalangan filsafat profesional, tetapi juga karena perkembangan idenya yang fundamental dalam bidang ekonomi, hukum, antropologi, teori politik, dan psikologi (dalam Hasbullah).