Konten dari Pengguna

5 Contoh Perubahan Fisik yang Bisa Ditemukan di Rumah

R

Ruang Informasi

Membahas berbagai informasi dari beragam topik.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi contoh perubahan fisik. Unsplash/Nicholas Ng
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi contoh perubahan fisik. Unsplash/Nicholas Ng

Contoh perubahan fisik sering kali hadir dalam berbagai peristiwa sederhana yang terjadi setiap hari di rumah.

Tanpa disadari, aktivitas rutin seperti menyimpan bahan makanan, menyiapkan minuman, atau menjemur pakaian melibatkan proses yang hanya mengubah tampilan luar suatu benda, baik dari segi bentuk, ukuran, maupun keadaannya.

Perubahan tersebut tidak mempengaruhi unsur penyusun materi, melainkan sekadar mengubah kondisi yang tampak secara kasatmata.

Contoh Perubahan Fisik

ilustrasi contoh perubahan fisik. Unsplash/Scott Rodgerson

Contoh perubahan fisik dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sederhana di rumah yang mudah diamati setiap hari. Lima peristiwa berikut menunjukkan bagaimana suatu zat hanya mengalami perubahan pada bentuk, ukuran, atau wujudnya tanpa menghasilkan zat baru.

Dalam kajian kimia dan fisika dasar yang diterbitkan pspf.unikama.ac.id, proses ini dipahami sebagai perubahan yang tidak mempengaruhi komposisi kimia suatu materi, sehingga sifat dasarnya tetap sama meskipun tampilannya berubah. Berikut beberapa contohnya.

1. Es Batu Mencair

Contoh perubahan yang paling umum adalah es batu yang mencair ketika dikeluarkan dari freezer. Pada proses ini es tidak berubah menjadi substansi baru, melainkan hanya berubah dari keadaan padat menjadi cair.

2. Air Mendidih Menjadi Uap

Ketika air dipanaskan hingga mencapai titik didih, air akan berubah menjadi uap. Ini termasuk perubahan fisik karena walaupun wujudnya berubah dari cair menjadi gas, struktur kimia air tetap sama.

3. Gula Larut ke dalam Air

Pelarutan gula dalam air juga merupakan contoh perubahan fisik karena gula hanya terpisah menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan air, tanpa membentuk zat baru. Jika air tersebut diuapkan, gula tetap dapat kembali ditemukan.

4. Kertas Dipotong

Kertas yang dipotong menjadi bagian-bagian kecil juga mengalami perubahan fisik. Bentuk dan ukuran kertas berubah, tetapi zat penyusunnya tetap sama.

5. Mentega Meleleh

Mentega yang dipanaskan di atas wajan akan meleleh dari bentuk padat menjadi bentuk cair. Perubahan ini hanya mempengaruhi keadaan fisik mentega, bukan komposisi kimianya.

Perubahan seperti ini berbeda dengan perubahan kimia yang menghasilkan zat baru dengan sifat baru, seperti saat kertas dibakar menjadi abu.

Perubahan ini sering terjadi karena pengaruh suhu, gaya, atau pelarutan tanpa adanya reaksi kimia yang membentuk zat baru. Perubahan fisik dapat bersifat reversible, dalam arti prosesnya bisa kembali ke keadaan semula, seperti es yang mencair dapat dibekukan kembali menjadi es.

Selain contoh di atas, perubahan fisik lain yang sering terjadi di rumah adalah perubahan bentuk benda seperti mematahkan stik es krim, menghancurkan kapur menjadi bubuk, atau menyusun kertas.

Banyak kegiatan sederhana di rumah yang merupakan contoh perubahan fisik, seperti es mencair, air mendidih, gula larut, kertas dipotong, dan mentega meleleh.

Semua contoh tersebut menjelaskan bahwa perubahan fisik hanya mengubah bentuk atau keadaan materi tanpa menghasilkan zat baru. (Dani)

Baca juga: Apa Itu Kata Konjungsi? Simak Penjelasannya Berikut Ini