Apa Itu Taqrir? Ini Penjelasan Menurut Studi Islam
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika ada pertanyaan mengenai apa itu taqrir, biasanya jawaban atau penjelasannya tidak jauh dari studi Islam. Dalam hal ini lebih khusus pada ilmu hadis.
Jadi dalam studi Islam ada banyak cabangan keilmuan termasuk di dalamnya ilmu hadis. Meskipun demikian biasanya sebelum belajar ilmu hadis lebih dalam, umat muslim perlu belajar ilmu Al Quran.
Apa Itu Taqrir dalam Aqidah Islam?
Apa itu taqrir ? Mengutip buku Hadis Nabi Menurut Pembela Pengingkar dan Pemalsunya, Muhammad Syuhudi Ismail, (1995:49), taqrir ialah perbuatan sahabat Nabi yang diketahui dan tidak dikoreksi oleh Nabi.
Taqrir yang demikian itu juga disebut sebagai taqrır sharibi. Di samping itu, ada juga taqrır hukmi. Jadi boleh dibilang taqrir ada dua macam.
Selain itu jika dilihat dari segi bahasa, taqrir juga bermakna menetapkan, menguatkan, memutuskan, membuat mengakui dan membuatnya jadi keputusan.
Definisi Taqrir Hukmi
Untuk taqrir hukmi pengertiannya adalah perbuatan sahabat Nabi pada zaman Nabi (tetapi Nabi tidak menyaksikannya secara langsung).
Perlu diketahui taqrır hukmi diperselisihkan oleh ulama, sebagian ulama berpendapat, taqrır hukmi dapat dikatakan sebagai hadis Nabi.
Akan tetapi sebagian ulama yang lainnya berpendapat bukan sebagai hadis Nabi, melainkan sebagai perbuatan sahabat.
Ulama hadis juga tidak membatasi pengertian hadis hanya yang berkaitan dengan hukum saja karena mereka menempatkan diri Nabi sebagai sosok panutan utama.
Selain itu ulama ushul al-fiqh juga membatasi hadis sebagai sabda, perbuatan, dan taqrir yang berkaitan dengan hukum.
Penulisan hadis juga dilakukan oleh para sahabat Nabi zaman dulu yang pada umumnya atas inisiatif mereka sendiri. Penghimpunan hadis juga dilakukan pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Dulunya hadis lebih banyak dihafal dan merupakan suatu hal yang ditekankan. Namun di masa-masa selanjutnya banyak yang menulis kitab hadis bahkan lengkap dengan yang meriwayatkannya (perawi).
Sedangkan untuk penulisan Alquran, Rasulullah sendiri yang menunjuk beberapa orang sahabat untuk mencatat setiap wahyu Al Quran yang turun.
Demikian penjelasan apa itu taqrir dalam studi Islam atau khususnya dalam ilmu hadist. Keilmuan ini sangat penting bagi umat Islam.
Untuk mengetahuinya lebih jauh bisa membaca buku-buku ilmu hadis karya ulama-ulama yang berpengalaman dalam ilmu hadis. (NOV)
Baca juga: Siapa itu Mujaddid dalam Islam? Ini Definisi dan Istilahnya