Apa Perbedaan Hadas dan Najis? Simak Penjelasannya di Sini
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa perbedaan hadas dan najis? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan umat Muslim, terutama bagi yang ingin memahami lebih dalam tentang konsep kesucian dalam Islam.
Sekilas, hadas dan najis memang tampak serupa karena sama-sama berkaitan dengan kebersihan dan syarat sah ibadah.
Namun, jika ditelaah lebih jauh, keduanya memiliki pengertian, hukum, dan cara penyucian yang berbeda.
Apa Perbedaan Hadas dan Najis dalam Ibadah Umat Islam?
Apa perbedaan hadas dan najis? Dikutip dari jurnal yang berjudul Pendampingan Tata Cara Bersuci Dari Hadas dan Najis Pada Jamaah Majlis Ta’lim Masjid Perumahan Dwiga Kota Malang karya Sudari, dkk, mengungkapkan bahwa perbedaannya terletak pada sifat, objek, serta cara penyuciannya.
Hadas merupakan keadaan tidak suci yang melekat pada diri seseorang dan menghalangi pelaksanaan ibadah tertentu hingga disucikan melalui wudu atau mandi wajib.
Sebaliknya, najis adalah kotoran atau benda tertentu yang dapat mengenai tubuh, pakaian, maupun tempat, sehingga harus dibersihkan agar ibadah dapat dilakukan dengan sah.
Hadas tidak terlihat secara fisik, karena berkaitan dengan kondisi yang dialami seseorang. Keadaan ini muncul, misalnya, setelah buang air, tidur, atau hal lain yang menyebabkan batalnya wudu.
Oleh sebab itu, penyucian hadas tidak cukup dengan membersihkan bagian tubuh yang tampak, melainkan harus dilakukan dengan cara tertentu sesuai ketentuan syariat, seperti berwudu untuk hadas kecil atau mandi wajib untuk hadas besar.
Sementara itu, najis memiliki bentuk yang nyata dan dapat dikenali secara kasatmata, seperti kotoran, darah, atau benda lain yang dianggap tidak suci.
Najis dapat menempel pada berbagai media, tidak hanya pada tubuh, tetapi juga pada pakaian dan tempat. Karena sifatnya yang terlihat, proses penyuciannya dilakukan dengan menghilangkan zat najis tersebut hingga bersih, baik dengan air maupun cara lain yang dibenarkan.
Dengan demikian, perbedaan mendasar antara hadas dan najis terletak pada karakter dan penanganannya.
Hadas berkaitan dengan kondisi diri yang tidak suci dan memerlukan tata cara khusus untuk menyucikannya, sedangkan najis berhubungan dengan benda kotor yang harus dihilangkan dari sesuatu yang terkena.
Pemahaman yang tepat mengenai keduanya membantu membedakan langkah penyucian yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(KIKI)
Baca juga: Apakah Tarawih Bisa Dilakukan Sendiri? Ini Jawabannya